Belajar Bijak dari Film A Thousand Words

A Thousand Words sebuah film drama yang berbalut komedi. Sesekali kita akan dibuat tertawa namun kadang menitikkan air mata.

image

Mungkin ini review pertama saya mengenai sebuah film. Sebab saya ingin kalian tertular nilai positif yang tertanam di film ini. Tttssaahh:mrgreen:

*****

Adalah Jack McCall (Eddie Murphy). Seorang Bos di sebuah agen penerbitan kenamaan. Banyak bicara, kebanyakan hanyalah basa-basi dan bualan belaka. Suatu hari dia berniat bekerja sama dengan dr.Sinja (Cliff Curtis), seorang guru spiritual yang rupanya memiliki popularitas melebihi Celine Dion, U2 dan lainnya. Bayangkan berapa keuntungan jika dapat menjalin kerjasama dengan orang tersebut.

Awalnya dr Sinja menolak namun Jack berhasil meyakinkannya. Ketika mereka sedang melakukan perundingan, tanpa sengaja tangan Jack tergores oleh batang Bodhi.

Keanehan pun mulai terjadi. Tiba-tiba sebatang pohon Bodhi tumbuh di halaman belakang rumahnya. Pohon yang sama yang telah menggores tangannya ketika melakukan perundingan di tempat dr Sinja. Dan setelah diamati oleh dr Sinja, pohon tersebut akan menggugurkan daun ketika Jack bicara. Satu daun untuk satu kata, bahkan jika itu berupa tulisan.

Sebatang pohon tanpa daun. Artinya? Mati!

Dan pohon itu hanya punya 1000 daun, artinya Jack hanya punya 1000 kata . Otomatis Jack harus membatasi bicaranya. Jadilah Jack bicara dengan bahasa isyarat.

Sayangnya tidak semua orang mengerti apa yang ingin disampaikan Jack. Hal ini membuat kehidupan keluarganya diambang kehancuran. Demikian juga dengan pekerjaannya. Satu demi satu rekannya membatalkan kerja sama yang telah/akan disepakati.

Awalnya Jack frustasi. Namun dia sadar tidak ada yang bisa dilakukannya selain menerima keadaan tersebut. Daun-daun terakhir dia gunakan untuk berbuat baik. Memberi hadiah, menolong orang lain, meyakinkan istrinya bahwa ia mencintai keluarga kecilnya itu, mengunjungi ibunya di panti jompo, dan terakhir….ke pemakaman.

*****

Film ini mengajarkan bahwa banyak bicara dapat memperpendek umur seseorang.
Namun bukan itu inti dari semuanya. Melainkan ketenangan. Baik ketenangan lisan (menjaga ucapan), pikiran, hati maupun sikap.

Penerimaan pada akhirnya adalah jalan menuju “pulang” yang sebenarnya. Memaafkan, berlaku adil, serta memberikan penghargaan atas pengakuan dan kerja keras seseorang.

Setelahnya, kita akan mendapati bahwa pohon yang amat ditakuti justru memberikan buah ajaib yang sangat manis.
Semenakutkan apapun kehidupan ini, asal kita menerimanya dengan lapang dada lalu diikuti dengan melakukan segalanya dengan BAIK maka kita akan mendapatkan balasan yang baik pula. (Ngertikan, maksud saya? Filmnya nggak habis pas di pemakaman).😛

****

Berikut beberapa kata bijak dari film A Thusands Words :

“Hidup tak akan ada nilainya tanpa adanya Keluarga”

Tenangkan pikiran anda sampai tidak ada pikiran. Maka anda akan tahu diri anda yang sebenarnya.

Sakit adalah batu ujian pertumbuhan.

Tiga hal yang tak dapat disembunyikan adalah Matahari, Bulan dan Kebenaran.

*****

CAST & CREW
Sutradara : Brian Robbins
Produser : Alain Chabat, Stephanie Danan, Nicolas Cage, Norman Golightly, Brian Robbins, Sharla Sumpter
Penulis Naskah : Steve Koren
Pemain :
Eddie Murphy, Kerry Washington, Allison Janney, Clark Duke, Jordan-Claire Green, Philip Pavel, Eshaya Draper

Genre : Komedi
Tanggal Rilis Perdana : 09 Maret 2012
Studio : Paramount Pictures

Posted from WordPress for Android

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 26 Januari 2015, in Catatan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: