[210212] 2nd Psikotest dan Sekelumit Cerita Dalam “BUSWAY”

Hari ini ku mulai dengan bermalas-malasan. Jadwal.? Ya sebenarnya sudah ada jadwal yang menunggu, tapi itu nanti siang. Dan sebelum memenuhi jadwal siang tersebut,seharusnya pagi-pagi tadi saya laporan kepada si Bapak yang baik hati, yang telah memberikan saya kesempatan untuk menjadi bagian dalam perusahaannya, tapi kebaikan atas kesempatan itu tidak sejalan dengan kebaikan-kebaikan sederhana yang saya harapkan. Tidak perlu ku sebutkan karena hal tersebut memang tak perlu kau ketahui.

Pagi, saya berencana mengundurkan diri. Mengundurkan diri.? Entah bisa disebut demikian atau tidak, karena toh saya belum resmi berkerja diperusahaan tersebut. Saya baru memasuki hari ke-3 masa trening, 3 hari dari yang seharusnya tiga bulan. Dan saya sudah tidak tahan. Terlalu lama harus menunggu dalam ketidak jelasan. Maaf saya tidak bisa.

Seharusnya tadi pagi saya kesana, tapi lagi-lagi “Spongeboob” mengganggu jadwal yang sudah direncanakan dengan matang. Ini menyebabkan saya harus menggantinya dengan hari esok ku. Besok pagi saya harus kesana. Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda.

Baik, sejujurnya hari ini saya memenuhi undangan sebuah perusahaan farmasi/Apotek untuk mengikuti psikotest. Undangan yang entah untuk yang ke-berapa kalinya, dan baru saya penuhi tadi. Tapi Melihat kenyataannya maka lebih baik tadi saya tidak kesana.

Kenyataannya untuk bisa berkerja disana saya harus menggadaikan kebebasan jiwa muda ku. Ya karena saya masih muda, alasan yang sama yang membuat ku ragu untuk tetap bertahan di tempat Bapak yang baik hati sebagaimana ku sebutkan di atas.

Psikotes pertama yang pernah saya ikuti sejujurnya satu minggu yang lalu,untuk keperluan yang sama. Namun demikian psikotes-nya tidak sama. Psikotes sebelumnya hanya memberikan soal-soal inti, tidak berbelit-belit seperti hari ini.tidak lebih dari 5 lembar.

Namun demikian kemudian bukan masalah soal yang membuat ku tak lagi berminat. Dalam ketentuannya seseorang yang mau bekerja disana harus bersedia bekerja pada hari libur, dan hal yang selama ini saya benci, Ijazah asli harus ditahan diperusahaan.

Dari dulu,hingga sekarang. Alasan apa yang melandasi sebuah perusahaan meminta dan menahan ijazah asli karyawan-karyawannya.dan kenyataannya saya benci dengan perusahaan yang terlalu banyak peraturan-peraturan yang tidak pentig seperti itu. Karyawan hanya bekerja, bukan berarti seutuhnya milik perusahaan, apa yang dia punya dan hari liburnya bisa kau perkosa..ckckc.

Mengenai soal, bagi ku, yang belum terlalu  banyak merasakan asam garam di dunia per-psikotest-an, soal-soal itu menyebalkan.😀

Semenjak saya lulus SMA baru kali ini kembali menghadapi ratusan soal. Bedanya soal-soal tadi lebih banyak yang berupa perulangan. Banyak sekali soal yang diulang dan dibolak-balik padahal intinya sama. Saya tahu, maksud dan tujuan dari soal-soal tersebut, tapi tetap saja menjengkelkan.Hahaha

Oya saya tidak begitu tahu mengenai pelaksanaan psikotest, tapi tadi ratusan bahkan mungkin mencapai ribuan soal-soal tersebut kami kerjakan menggunakan komputer yang telah disediakan. Tingggal klik sana dan klik sini, dan akhrnya selesai.

Setelah serangkain soal dikomputer dirampungkan, ternyata harus mengisi lembaran kertas yang dibagikan petugas. Isinya..? biasalah,,mengenai diri pribadi. Dari nama,alamat..dst.

Satu pertanyaan yang membuat ku agak menyesal tentang jawabannya, meski sebenarnya jawaban yang ku berikan juga benar.

Pertanyaannya : “ Siapakah Idola Anda?”. Tadi saya jawab “Bapak Sofa <guru SD>”.

Ingin rasanya saya jawab “Super Junior”. Karena mereka tidak hanya sosok idola, tapi juga teman, guru,kakak dan saudara. Tidak percaya? Coba saja tanyakan pada mbah Google. Tidak ada yang lebih bisa kau tanyai mengenai mereka selain mbah Google.😀

**

Cerita romantis hari ini

Didalam busway, diperjalanan pulang dari tempat psikotes. Seperti biasa dikala senja menyapa, busway arah manapun pasti penuh dan sesak. Dan semua orang terburu-buru. Entah kapan kota Jakarta ini jauh dari kata terburu-buru. Sebenarnya saya ingin menyerah karena jujur saya merasa lelah dengan gaya hidup seperti ini. Saya ingin secepatnya mencari pekerjaan yang jelas lalu menetap di Lampung, tapi apa daya, saya masih belum punya apa-apa untuk dibawa kesana. >_< .

Dalam ketergesaan, busway yang kami tumpangi berhenti mendadak karena ada pengendara lain yang mencoba menyerobot jalur. Tanpa aba-aba sebagian penumpang yang berdiri, oleng ke depan dan mungkin ada yang terjerembab jatuh. Dalam keadaan tersebut, dengan sigap seorang Bapak-Bapak memegang tangan seorang perempuan yang entah siapanya, agar tidak terjatuh. Menarik dan menahan, memegang, canggung lalu saling menatap,melepas lalu saling tertawa.

Nyengir…entah pemandangan apa yang saya lihat ini. Nyengir, lagi.

Dalam hati “ haha..sikonnya soooo sweet deh.. tapi eittss bapak sepertinya bukan seorang yang masih muda. Jadi Bapak, cerita hari ini cukup anda simpan dalam hati ya. Kasian ibu di rumah nungguin sama anak-anaknya bapak. Dan kasian juga si mba masih muda. Jangan ganggu dia dalam hubungan terlarang, jangan jadikan dia perempuan ke-3 dalam pernikahan anda yang sepertinya berjalan baik-baik saja. Jangan rusak, jangan rusak rumah tangga mu, jangan rusak harapan istri mu, jangan rusak masa depan anak-anak mu,dan jangan rusak si mba yang masih muda, jalannya masih panjang”. Pikiran saya mungkin agak ngelantur, tapi pikiran tersebut datang karena ada contohnya.

**

Duh Anak muda jaman sekarang

Setelah transit di halte Harmoni, saya naik busway arah PGC. Sumpah, ini salah satu alasan kenapa saya ingin mundur. Benar-benar sesak. Menunggu, berdiri, terdorong lalu terjepit. Tiiidaaaakk, saya merasa tidak sanggup. Serius.

Jangan berharap bisa dapat tempat duduk, syukur-syukur bisa mencari celah untuk menegakkan badan saja sudah lumayan, dari pada lama-lama terjepit dan berdiri berdesak-desakkan di halte. Dapat. Saya dapat tempat berdiri di pojok dekat pintu.

Lalu kemudian bukan karena saya tidak dapat tempat duduk yang membuat saya terganggu.

Disamping saya, berdiri dua muda-mudi SMA. Yang cewek pake jilbab. Tadinya saya pikir biasa saja kalau posisi mereka seperti itu, karena memang keadaan. Tangan si cowok menjulur,katakanlah untuk melindungi si cewek, hingga posisi keduanya sangat dekat. Tapi kok lama-lama aneh ngeliatnya.

Benar saja, si cowok pelan-pelan mencium si cewek, pertama-tama dari bagian belakang lama-lama dapet pipi. Awas saja kalau mereka berani-beraninya Kissu seperti itu di sini, tak bentak pasti..jiahaha

Yang bikin agak kaget tuh ternyata si cewek berusaha membalasnya, pertama-tama dia meniup kuping cowoknya,dekat. Tentu saja cowoknya ngerti dengan isyarat sperti itu. Huhh.. dasar anak muda jaman sekarang. Tidak tahu tempat dan agak tidak tahu malu. Saya saja yang melihat merasa malu, terutama sema si cewek.

See….?? Loe pake jilbab neng, apa kata dunia, kelakuan mu macam begitu. Selama saya di Jakarta belum pernah menyaksikan pemandangan sedemikian rupa seperti ini, bahkan cewek yang tidak memakai hijab seperti mu tidak berani melakukan hal tersebut. Benar-benar dunia ini semakin hari semakin aneh dan pastinya semakin rusak.

@Salemba, 21 Maret 2012

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 21 Maret 2012, in Today. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: