Kepada “Ita Juwita”

Hmmm…Meski aku tahu nama mu bukan seperti yang ku tuliskan namun aku sudah kadung terbiasa dengan nama itu. Iya…. karena nama itu yang pertama kali ku tahu diawal perkenalan kita. Begitupun dengan mu, mungkin lebih terbiasa dengan nama Lili Bukan LiLy, nama yang ku pakai di account ku waktu itu. Sebuah awal perkenalan yang terkesan biasa-biasa saja. Bahkan walau kita sering bertemu “didunia maya” kita jarang bertegur sapa.

Baik, biar ku ingatkan gambaran kira-kira seperti apa perkenalan  pertama kita. Just say hay, tanya kabar, kuliah dimana, jurusan apa…(bla..bla…bla…)..ya standarnya perkenalan pertamalah 😉

Dan disuatu sore (ntah bagaimana awal obrolan kita), kamu mulai berani menceritakan sesuatu yang sifatnya “rahasia”, begitupun aku . Sejak itulah kita mulai dekat dan mulai bertukaran nomor Telp,intinya kita jadi lebih sering berkomunikasi.

Cerita-cerita kita kadang tidak berujung pangkal, ngalar-ngidul ga jelas:mrgreen: . Apa kamu tahu..? (mungkin tidak, karena sebelumnya tidak pernah ku katakan😀 ) bahwa sebelumnya aku tidak bisa menghabiskan gratis SMS yang mencapai 100 Sms setiap hari, bahkan habis  separonya saja jarang. Tiada hari tanpa puluhan sms dari mu. Dan aku pernah mengkalkulasi sms-sms di hp,baik di pesan masuk maupun pesan keluar. Ternyata hampir semua pesan tertuju dan dari nomor mu.

Sekarang, sebagaimana yang kamu sadari. Sejujurnya aku juga menyadarinya. Kita sudah jarang berkomunikasi baik lewat sms,telp ataupun chatt. Atau lebih tepatnya bukan kita, tapi aku. Aku yang jarang membalas Sms mu,menjawab pesan chatt mu..

M a a f

(Bahkan mungkin kamu sudah bosan mendengar aku mengatakan kata itu, sebab setiap kali lagi dan lagi aku mengulanginya). Baik, sebelumnya biar kamu tahu bahwa itu tidak hanya menimpa mu sebab itu ku berlakukan ke semua pesan yang ku anggap “tidak penting”. Hal yang ku anggap penting sekarang adalah “Bagaimana agar aku segera menyelesaikan TA ku tepat waktu”.

Rasanya sepi kalau tanpa sms-sms mu ta. Walaupun sms mu kadang/sering tidak ku blz, sebenarnya setiap hari aku menunggu sms mu.. biggrin

Hati ini tergugah, dan seketika mata berkaca-kaca.Beberapa hari yang lalu (mungkin karena otak ku sedang “waras”..hehheeee) aku membalas sms mu. Kamu sangat gembira ta.. Dan atas kegembiraan mu itu aku tidak bisa ikut gembira (Bukan karena aku tidak suka melihatmu senang). Aku justru merasa sedih dan bersalah. Salut dengan kepercayaanmu untuk ku. Mungkin setiap kali kamu sms, kamu tidak memikirkan apakah sms mu akan ku balas atau tidak. Mungkin kamu percaya dan yakin bahwa aku pasti akan membalas. Begitu dan begitu setiap hari.

Teman…telah berapa banyak racun yang aku berikan atas madu yang telah kau tawarkan. Telah begitu sering aku menghianati mu tapi kamu tidak peduli. Aku berusaha menjauh dari semua orang, tapi kamu masih tetap bersama ku dengan senyuman.

Subhanallah

Kamukah sosok sahabat itu..?? Seperti kamukah orang yang patut dikatakan sahabat??. Aku tak begitu resfek terhadap persahabatan. Sebab pada kenyataannya banyak orang yang menggembar-gemborkan persahabatan tapi semua itu hanya sebatas KATA, bukan tindakannya. Dan aku tidak menyukai itu. Cukup gunakan kata teman saja.Untuk apa menggunakan Kata Persahabatan kalau hatinya tidak bersahabat.  Kata sahabat dan kata teman tentu saja pemaknaannya sangat berbeda.

Dan bagi ku, kamu patut disebut sebagai sahabat,seseorang yang tidak meninggalkan temannya dalam keadaan apapun. Terimakasih ta. Terimakasih atas semuanya. Hanya saja aku merasa tidak patut dipanggil sahabat. Cukup panggil aku teman. Dan sebagai temanmu, rasanya sangat merugi jika menyia-nyiakan seorang sahabat seperti mu. Maafkanlah atas keacuhan ku akhir-akhir ini.

Haha…. ternyata benar. Kamu benar-benar tidak peduli dengan keacuhan ku ta.  (cry terharu lagi). Baru saja,saat aku masih mengurai kata-kata dalam tulsan ini, sebuah sms dari mu masuk ke inbox ku. Kamu bilang “susah ya senyum disaat hati tidak tenang”. Tentu saja aku ingin tahu apa yang membuat hati mu tidak tenang. Dan jawabannya akan kudapat, sesaat setelah kutekan tombol “Send”…

Sekali lagi terimakasih🙂

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 7 Juni 2010, in Kelana kata. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh..
    terharu,,,,,,,,,,,,,,,
    bingung mau ngomong ap…
    secara ita tak pandai merangkai kata” sepertimu Lili..^_^

    hanya ingin bilang “apapun yang terjadi kau tetap salah satu sahabat terbaikku,,tetaplah menemani langkahku” Miss U….:))))

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: