Fly And Lie

Salah satu mimpi mustahil gue adalah terbang. Ya terbang, tapi gue pikir ini hanya keinginan yang hanya muncul kadang-kadang.
Lo tau kenapa gue pengen terbang.??
Terkadang gue suntuk sama bumi ini -begitu banyak kebohongan yang memuakkan.
Dan gue begitu naif,masih berharap di dunia ini ada orang yang benar-benar baik. Yang mendekati kita bukan karena dia lagi butuh doang.
Itulah kenapa sebelumnya gue bilang kalau gue itu naif.

Setelah gue berulang kali dikecewakan sama orang-orang disekeliling gue, gue masih berusaha untuk mempercayai orang-orang baru yeng mencoba masuk dalam hidup gue yang usang. Setidaknya ini bikin gue sadar bahwa gue masih punya hati. Tapi setiap kali gue ngebuka hati setiap kali itu juga gue dibikin kecewa.

Belum terlalu lama, gue mencoba berbaik hati mau dititipin ngebeli tiket buat nonton Boyband kesayangan gue. Gue mau dititipin karena gue punya banyak pertimbangan. Dan salah satunya karena gue ‘nganggep’ orang yang nitip. Kami kenal lebih kurang 1 tahun. Dan diantara kumpulan kami, gue lumayan deket sama dia.

Dia ga bisa ikut ngantri karena dia musti ikut bos-nya ke luar negeri. Ok gue ngerti dan gue faham posisi kerjaannya. Dia ga bisa jauh-jauh dari tanggung jawabnya. See… gue mau dititipin karena gue ngertiin dia mannn… OWH GOD. Didn’t you know it girls.?, I think no. BIG NOOOO.

Dia nitip 4 tiket, 1 buat dia sendiri dan 3 lainnya buat adeknya. See..?? karena dia bilang buat adeknya gue mau-mau aja. Sekali lagi gue bilang, gue ‘nganggep’ dia. Nyatanya dia ga nganggep gue sama sekali. 3 tiket yang katanya adeknya itu, ternyata yang benar-benar adeknya cuma satu, dua lainnya makhluk asing yang gue ga ada sangkut pautnya sama sekali.

Dan dari 4 tiket yang dia titipin, dia ngasih lebihan sebesar 150.000, gue kira itu uang dari dia, karena dia ngehargain gue. Damn.. ternyata itu dari adeknya. Gue kecewa.. dan bukan masalah uang, tapi sumber uangnya itu yang bikin gue kecewa. Kok yang lebih bisa ngehargain gue malah adeknya sih, orang yang ngga gue kenal, yang gue ga pernah ketemu.

Setelah proses pengantrian tiket itu usai, dengan perjuangan yang gilaaa,,dengan keadaan dan sistem yang gilaaa.

Ternyata dia bisa buka Fb dari luar negeri sana. Yang gue yakin dia pasti masih ingat nama account gue, masih ingat nama gue, karena di luar negeri sana dia ngga habis kecelakaan yang bikin kepalanya gegar otak dan kehilangan ingatan alias amnesia. Kalaupun dia amnesia gue yakin itu Cuma sandiwara, sandiwara yang benar-benar sangat murahan.

Waktu itu dia bikin postingan di grup, yang isinya kurang lebih “Tiket gue dapet ga ya?”. Damnnn..
Loe emang ga ngerti gimana perjuangan kami waktu ngantri, gimana kami terpaksa ngga tidur, ngga sempat makan dan ngga sempat segalanya deme tiket-tiket itu. Nangis,lelah dan bercampur frustasi dengan keadaan tersebut. Tapi seenggaknya loe punya hati, pake hati loe, jalanin logika loe.

Gue ga terima.?? Wajar.. dan kemudian loe ga terima karena gue ga terima kelakuan loe.?? Kebangetan.😛

Dan setelah melalui sumpah serapah yang tak pantas (gue yakin di belakang sana lo ngga habis-habisnya bersumpah serapah, bisa diliat dari status-status lo), akhirnya lo bilang maaf. Akhirnya lo bilang “mari lupakan”. Gue senang lo bilang gitu. Finally. Sesuatu yang memang sudah sepatutnya lo katakan gue denger juga.

Sederhana saja, cukup kata Maaf, Tolong dan Terimakasih. Tiga kata itu ngga ada bandingannya bagi gue –yang menjunjung adat kesopanan cong. Tiga kata yang ngga akan bisa lo bayar dengan uang –yang lo bilang banyak.

Tapi omongan lo Cuma basa-basi doang. Setelah itu lo hilang, menghindar, menyimpan dendam. Whatever~~ go to hell deh. Gue ga peduli.

 Inilah yang bikin emosi gue memuncak. Ditambah orang-orang disekeliling gue, yang gue ga tau mereka maunya apa. Plus keadaan gue emang lagi ngga stabil. Dalam keadaan ini gue pengen ngga ada seorangpun yang sok-sok mendesak gue. Butuh gue tapi dengan cara-cara yang ngga sopan. Gue harap lo semua pada ngerti cong.

Itulah kenapa gue pengen terbang, bebas tanpa beban.

 

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 26 April 2012, in Kelana kata, Sekitar Kita, Today. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: