UNDER CONTROL

keep-calm-we-have-it-under-control

Under control punya macam – macam jenis, dan dari jenis yang bermacam macam ini pastinya akan menimbulkan permasalahan masing – masing. Jumlah penduduk yang tidak terkontrol akan menyebabkan ledakan permasalahan. Masalah tempat tinggal, masalah lapangan kerja, masalah kesehatan, intinya masalah kesenjangan kesejahteraan akan semakin meningkat.

Tidak terkontrolnya pembangunan sehingga menyebabkan tersedianya lapangan kerja yang tidak merata akibatnya akan menyebabkan membludaknya penduduk disatu titik, banyak penduduk dari luar akan berburu pekerjaan dititik tersebut. Under control, contohnya Jakarta. Kota yang amat dicintai karena menawarkan segala macam kesenangan namun dibaliknya ada begitu banyak yang tidak terkontrol.

Tapi kal ini yang ingin saya bicarakan adalah tentang emosi yang tak terkontrol. Terlalu repot kalau harus mengurusi carut – marut buah dari ketidakterkontrolnya hal-hal di atas.

Karena masyarkat terdiri dari berbagai sifat, maka penting sekali untuk bisa mengontrol emosi. Jika semua orang anggota masyarakt bisa mengontrol emosi maka banyak hal yang bisa djalankan dengan terkontrol. Contohnya saja, kalau ada salah seorang masyrakat yang kebetulan sedang bertamu ke desa tetangga, ternyata terjadi sesuatu yang tidak disenanginya, lalu terjadilah keributan, dan desa asalnya tidak rela pemuda desanya mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan maka terjadilah tawuran antar desa persis seperti yang sering kita lihat di TV.

Bagaimana mengatasi emosi yang tidak terkontrol? Yang jelas sih jangan ada pemicu yang menyebabkan emosi sampai hingga ke ubun ubun hingga menjadikan semuanya jadi tidak terkontrol.

Andai Jakmania dan Bobotoh pandai mengontrol emosinya, maka nama keduanya tidak akan sering kita lihat di layar televisi. Yang mana ,sayangnya dari berita berita yang terserak di televisi itu banyak yang mengarahkan kita pada pemikiran yang buruk, memberi cap yang tidak baik bagi kedua kubu. Nah andai mereka bisa mengontrol emosinya, mungkin tidak ada yang akan beranggapan demikian. Selesai satu permasalahan.

Andai para pejabat yang duduk di parlemen itu bisa mengontrol emosi, tentu tak perlu kita lihat dan dengar berita tentang para pejabat yang beradu tinju di sidang paripurna, tak ada gunanya adu jotos dalam sebuah sidang. Yang ada nanti malah jadi bahan tertawaan rakyatnya. Lucu sekali, Dewan rakyat yang dipilih itu bukannya membuat keputusan yang berpihak pada rakyat tapi malah adu jootos, kalau memang mereka kuat mengapa tidak ke lapangan tinju saja.

Baiklah, kata orang tidaklah baik membicarakan orang lain – dosa. Sebenarnya saya tidak ingin membicarakan orang lain, melainkan diri saya sendiri.

Akhir-akhir ini ada banyak hal yang tidak bisa saya kontrol. Ibadah yang tidak terkontrol, makan yang tidak terkontrol, termasuk tidurpun tidak terkontrol.

Puncaknya saya sampai pada emosi yang tidak terkontrol. Tidak banyak yang bisa saya katakan, tapi ketika kamu tidak bisa menjaga emosi, membiarkan emosimu meledak dan membiarkan oranglain tahu betapa sangat mengerikannya kamu ketika marah, itu sangat menyedihkan. Sebab kamu hanya bisa menyesal dan menahan tubuh yang gemetar. Hari ini saya benci dengan diri saya sendiri yang tidak bisa mengontrol emosi.

Saya punya alasan, tapi bukankah alasan hanya sebuah bentuk dari suatu pembelaan? Karena tetap saja, saya terlalu berlebihan dengan membiarkan emosi mengusai akal dan pikiran serta tindakan saya hari ini. Dan saya tahu, saya salah… Hahhhaa😦

Ketika kita berubah menjadi lebih buruk dan perlahan meninggal diri kita yang mungkin sempat masuk zona baik, rasanya ada yang sedang menangisi kita di alam bawah sadar.Ada yang diam-diam menasehati kita agar jangan pernah keluar jalur, dia alam bawah sadar. Ketika kita salah jalur rasanya ada yang ingin membalikkan badan kita agar kembali tapi ia tak kuasa sebab ia hanyalah alam bawah sadar.

Maka jika kamu sedang sendiri, dan tiba-tiba kamu menangis, itu adalah reaksi paling alami kita agar segera kembali dan mengontrol kehidupan dengan baik, mengontrolnya ke arah yang lebih baik.

Kontrol emosi ndhuuukk…..😦

===
Re-post
@Salemba – September 2013

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 30 Desember 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Kontrol itu hal yang paling susah menurut saya Mba..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: