Sunday Sharing #12 [3 Cerita dari 3 Profesi]

sunday-sharing-12

Ini cerita mengenai kegiatan sunday Sharing ke 12, dari blogdetik. Diadakan di Aruba Caribbean, Pasaraya Blok M – Jakarta. Tanggal 21 Desember 2014. [Telat banget kan yak bikin reviewnya] :3

Kali ini Sunday sharing 12, Mengusung tema “3 Cerita dari 3 Profesi”. Yaitu wartawan, seniman dan wirausahawan.

Saya ikut acara ini, selain karena temanya yang memang menarik, saya juga didorong oleh keinginan berkumpul dengan kawan-kawan blogger. Sudah lama nggak ikut ngumpul seperti itu. Meski..yaaahhh… tidak ada seorang pun yang saya kenal selain mba Ani Berta dan bang Karel. Itu pun mereka nggak kenal saya. Lol:mrgreen:

Etapi akhirnya dapet kenalan kok:mrgreen:

Berikut rangkuman yang bisa saya sampaikan. Seadanya. Telat pula..fufufufu. Maaf.😦

sundaysharing12

Sunday Sharing 12 via 4w4n.blogdetik.com

Bang @bababdito , sharing dari sisi Wirausahawan.

Beliau adalah dedengkot tongsis. Beliau inilah yang pertama kali menggagas alias yang pertama kali menciptakan TONGSIS.

Berawal dari hobi narsis, lalu iseng bikin tongkat ajaib, setelah disempurnakan jadilah TONGSIS.

Awalnya dinamakan TONGKAT AJAIB, tapi karena nama tersebut kurang menjual akhirnya diganti menjadi Tongkat Eksis (TONGSIS). Jadi, Tongsis itu hasil karya anak bangsa. Gimana cara menghargai sebuah karya?? JANGAN BELI BAJAKAN!
Karena maraknya barang bajakan bin palsu, kini sang penggagas tidak lagi memproduksi Tongsis. Akibatnya? Pendapatan menurun.
Sedangkan sang pembajak malah kaya raya.

Baliau ini orang hukum yang khilaf. Bagaimana mungkin orang yang mengerti hukum tapi tidak mendaftarkan hak ciptanya..hahah.

Karyanya pernah diklaim temannya sendiri →Tongsis booming → idenya dibajak orang → barang palsu membanjiri pasar (yang tentunya dengan kwalitas ecek-ecek)→ lalu vakum. Dimana-mana yang namanya pembajakan itu memang kejam. Bajak laut, bajak kereta, bajak kapal, barang bajakan, dan bakak-bajak yang lain, kecuali bajak sawah:mrgreen:

Pelajaran paling penting dari TONGSIS ini, segeralah daftarkan Hak Cipta dari setiap penemuan/karyamu kalau nggak mau diembat orang lain.

Tetap semangat,Bang! Ditunggu inovasi terbarunya (yang katanya siap diluncurkan)😀.

Sarannya sebagai wiraswasta kita harus menggunakan kekuatan media sosial dan jangan sungkan bergabung di berbagai komunitas, tentunya harus dipilah komunitas yang tepat/ .

Dari narsis jadi bisnis. Gak narsis gak eksis.

Mas Wawan @Teamlo. Sharing dari sisi seorang seniman.
Ada yang nggak tau Teamlo? Gih, gali tanah sana..:P
Teamlo memiliki sejarah yangg panjang, sepanjang jalur kereta api Solo-Jakarta.:mrgreen:
Mas Wawan ini multi talent lhoo.. Bisa main alat musik, nyanyi, lukis, aktor dan penulis skenario.

Anak Tentara yang menyimpang jauh dari profesi Ayah dan saudara-saudaranya yang lain. Dia punya Passion yang kuat untuk terjun ke dunia seni, dan melakukan berbagai upaya serta belajar banyak hal agar dapat mencapai mimpinya tersebut. Seperti kata bijak yang sering kita dengar, tak ada yang mustahil jika kita yakin dan terus mencoba. Itulah yang dilakukan Mas Wawan

Pernah juga mengalami yang namanya pembajakan.

Jadi, dahulu kala, tepatnya pada tahun 1997, ketika nama Teamlo sendiri belum terpikirkan oleh siapapun, sekumpulan pemuda yang sebagian berstatus mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan  sebagian lainnya mahasiswa Universitas Muhammdiyah Surakarta, membuat sebuah Band. Band itu mereka namakan Suku Apakah. Dimana, kegiatan mereka adalah mengadakan pertunjukan musik lawak panggung (apalah ini bahasanya..hahhhaa). Band Lawak. Salah satu pemrakarsanya tentu adalah Mas Wawan.

Maka dimulailah perjalanan mereka. Panggung demi panggung telah mereka jelajahi.

Suatu ketika, ketika mereka mengadakan pertunjukan, ada yang merekam pertunjukan mereka. Lalu rekaman itu dia jual dan perbanyak. Dan ya, banyak yang suka. Mereka tiba-tiba popular. Tapi, sayangnya kepopuleran mereka tidak berimbas pada pendapatan mereka sendiri, sebagai pelakon panggung tersebut. Melainkan sang perekamlah yang mendadak kaya raya. Sedangkan mereka hanya bisa gigit jari.

Tapi, syukurlah sekumpulan anak muda ini berhasil bangkit dan meninggalkan keterpurukan tersebut.

Bangkit dan terus bangkit, hingga kemudian nama grup berubah jadi Teamlo (Tim Humor Solo). Mereka mulai dikenal secara nasional, tidak hanya sebatas kota Solo dan sekitarnya. Diundang stasiun TV untuk mengisi berbagai acara.

Lalu untuk membuat grupnya tetap eksis dan dinamis, Teamlo melakukan system bongkar pasang personel.

Namanya kehidupan, eksistensi Teamlo juga tak luput dari pasang-surut.

Saya sendiri salut banget sama mas wawan. Multi talent-nya itu lhoo.. kagak ketulungan. Oya beberapa waktu lalu, katanya Mas Wawan ada rencana membuat pameran lukis [karikatur], pameran tunggal. Kereeeen. Semoga segera terwujud ya Mas.😀

Pak Arifin sedang sharing perjalanannya di dunia jurnalis ; dokpri

Pak Arifin sedang sharing perjalanannya di dunia jurnalis ; dokpri

Bapak Yusuf Arifin, Pemimpin redaksi (Pemred)CNN Indonesia. Sharing dari sisi Wartawan.

Pak Yusuf mengawali cerita tentang dirinya ketika masih kuliah di UGM. Disana, untuk mengisi waktu luangnya, Yusuf muda sering mengikuti kumpul-kumpul seniman. Selepas kuliah, Beliau sempat jadi Asisten Dosen. Suatu ketika, Beliau ditawari Bapak Eros Djarot menganai akan adanya tabloid detik. Maka status Asdos, bahkan beasiswa ke Jepang Beliau lepaskan.

Namanya kehidupan, tidak semua hal sesuai dengan ekspektasi. Ternyata Tabloid Detik yang dibicarakan masih sebatas wacana, relisasinya masih diawang-awang. Pak Arifin tidak punya pilihan selain mengambil tanggung jawab atas pilihan yang terlanjur ia putuskan.

Maka mulailah Pak Arifin membangun tabloid detik dari nol, tiga bulan berkutat dengan berbagai konsep tanpa bayaran, hingga terbitlah tabloid Detik. Meramaikan kancah media di Indonesia dan cukup diterima.

Namun perjuangan tak berakhir sampai disitu, kerusuhan Mei 1998 kembali mengujinya. Tabloid Detik bersama Editor dan Tempo dibredel [semacam dibekukan, media-media ini oleh pemerintah dianggap pemicu pemberontakan].

Keadaan waktu itu benar-benar kacau, berimbas pada terbatasnya ruang gerak dan simpanan uang semakin menipis. Ujian hidup dating datang silih berganti, membuat Pak Arifin berkali-kali harus menempa diri, memaksimalkan potensi diri dan segala yang ada disekelilingnya.

Pernah menjadi semacam ghost writer untuk media luar. Dalam setiap tulisan atau karyanya tidak dituliskan namanya.

Hingga angin segar datang mengahampirinya. BBC London menawarinya pekerjaan. Awalnya kontrak selama 3 tahun, dan berlanjut. Beliau kembali ke Indonesia setelah melang-lang buana selama 17 tahun. Pulang dengan tawaran sebagai Pemimpin Redaksi CNN Indonesia.

Dari mereka semua, kita belajar bahwa untuk mencapai tangga teratas kita harus memulai dari tangga terbawah.

====

Sunday sharing merupakan gagasan yang menarik, disana terjadi transfer ilmu yang tak terhingga yang istilahnya, dari kita, oleh kita dan untuk kita. Penggagas pertamanya adalah Teh Any Berta, sekaligus pembicara di #SundaySharing1. Disini Teh Any sharing mengenai perjalanannya ngeblog, sampai kemudian ngeblog jadi sumber pendapatan utama baginya. Seru bukan?😀

Gak Narsis gak eksis. semboyan bang Babab. with bang Karel. [dokpri]

Gak Narsis gak eksis. semboyan bang Babab. with bang Karel. [dokpri]

Sunday Sharing didukung penuh oleh Blogdetik. Luar biasanya, walaupun didukung penuh (secara dana/keuangan dan tempat) oleh Blogdetik, namun pesertanya tidak terbatas pada pengguna Blogdetik. Blogger apa saja boleh gabung. Baik, kan?

Saya sendiri mengikuti Sunday sharing pertama kalinya di perhelatan ke 12. Dan semoga kedepannya bisa rutin mengikuti kegiatan ini.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 10 Februari 2015, in Journey, Reportase. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Wah makasih Mba sudah dishare ulang di sini. Seru ya acaranya. Selalu kagum sama orang dengan kemauan sharingnya.. Mereka ga pernah pelit ilmu ya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: