Category Archives: Pos Cinta

Selamat Bertambah Usia

image

Kamu ingat pertemuan pertama kita? Aku tidak. Hehe

Entah bagaimana kita mengawali pertemuan pertama kita. Yang jelas, pertemuan itu pastinya bermula dengan hal baik. Terbukti rajutan kebersamaan kita masih terjalin hingga kini.

Bagaimana aku menjelaskannya ya. Tentang aku yang tiba-tiba menulis surat untukmu. Jujur, aku bukan orang yang pandai berekspresi dan mengungkap isi hati bukan hal gampang bagiku.

Kita yang kala itu masih terbilang abu-abu dipertemukan dengan cara yang biasa. Tak ada yang istimewa.

Siapa bilang pertemuan pertama adalah segalanya. Karena bagi orang-orang seperti kita, kehangatan sebuah pertemanan justru hadir karena terbiasa. Dan karenanya kebersamaan kita tak mudah terburai hanya karena hal-hal sepele.

Terkadang jika sedang ingat perjalanan kita, aku suka meringis sendiri. Tentang kita yang tak jarang saling mendiamkan. Namun tak butuh trik dan usaha lebih untuk kemudian kita kembali berbagi tawa.

Untuk perjalanan yang tak terbilang singkat ini, aku ucapkan terimakasih. Dan maaf jika aku belum bisa menjadi teman yang cukup baik.

Ulang tahun? Selamat. Kamu sudah tua. Haha.
Dihari ulang tahunmu, aku langitkan harapan terbaik untukmu. Semoga segera terkabul segala cita dan cinta.

Bicara tentang usia, hal paling relevan untuk dibicarakan bagiku adalah pencapaian. Diusia yang tak lagi belia, sudah sewajarnya kita mengingat kembali, telah kita habiskan untuk apa sederet waktu yang telah terlewat. Bermanfaatkah? Semoga 🙂

Sekali lagi, selamat hari lahir. Barakallah.

Teruntuk Masa Kecil Yang Hangat

senja

Jika cinta adalah waktu, maka dia adalah pagi – Tereliye

Tapi bagiku, jika cinta adalah waktu maka ia adalah sore. Senja dengan semburat jingganya yang menularkan berjuta  kehangatan hingga palung jiwa. Sebab bersama jingga aku bisa menyulam kembali remah-remah cinta yang mulai usang.

Aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai senja. Bayanganmu Kubawa kemanapun aku menapakkan kaki. Kunikmati sesering yang aku mau.

Tahukah kau, sayang. Tak ada yang lebih mengerikan dari pada waktu. Ia mampu mengoyak kedekatan seintim apapun itu. Maka tak heran jika orang mengatakan tak ada pengadilan yang lebih tepat untuk membuktikan sebuah rasa, cinta.

Demikianlah waktu mengadili kita. Sehingga kini menikmati rindu adalah satu-satunya yang bisa aku lakukan. Lagi pula, memang hanya itulah yang tersisa atas selaksa kebersamaan kita dimasa lalu. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: