Menunggu Kadaluwarsa

Jangan terlalu lama.
Sebab yang menunggu bisa saja bosan, sehingga tak lagi berarti ketika kau datang.

Entah apa namanya. Hanya sebut saja bahwa perasaan memiliki masa kadaluwarsa. Seperti makanan, ketika habis masanya, dibuang adalah keniscayaan.

Posted on 4 Februari 2015, in Catatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: