Surat Cinta Untuk Bunda Asma Nadia

image

Kita menemui banyak orang yang enggan menjadi guru karena bayarannya kecil, tapi banyak yang bertindak sok menggurui tanpa dibayar.

Banyak orang yang terjebak tanpa ragu mengadili seseorang, tanpa pernah mencoba mengoreksi dirinya sendiri.*

Pertama, saya senang melihat karya-karya Bunda diangkat ke layar lebar. Turut memberi warna cerah dalam dunia perfilman Indonesia yang sebelumnya hingar oleh film berbagai macam hantu yang sama sekali tidak berkwalitas. Tidak mendidik dan buang-buang dana.

Bahwa kemudian apa yang telah terjual lebih sering kontrolnya tak lagi utuh di tangan pemilik karya, itu fakta.
Saya mengerti bahwa Bunda tak bisa seutuhnya mengontrol kwalitas karya itu agar tetap berada dalam koridor yang seharusnya.

Saya sempat gerah juga mengenai hal ini. Didahului pada rasa kecewa terhadap karya bang Tere yang diangkat ke layar lebar namun tak sesuai ekspektasi.

Namun dalam surat ini saya tidak akan menyampaikan kekecewaan terhadap Bunda. Cukup sudah segala komentar nyinyir di media sosial itu menguras energi Bunda.

Ini mengenai film yang sedang digarap untuk ditayangkan lebaran mendatang. SURGA YANG TAK DIRINDUKAN. Posternya bikin rame. Bahkan judulnya mengundang prasangka bagi yang belum tahu jalan ceritanya.Haha. Duuhhh banget!

Sebagaimana yang Bunda telah sampaikan, poster itu hasil rekayasa photoshop. Tidak ada interaksi yang menyalahi syariat.
Saya pribadi bisa memahaminya. Ya, itu photoshop. Dan, iya, bang Fedi dan mba Bella terbebas dari hukum menyalahi syariat.
Sampai disini saya masih membenarkan, Bunda.

Iya, semua itu hanya REKAYASA PHOTOSHOP.

Tapi Bunda, walaupun dalam cerita kedua pasangan tersebut adalah suami-istri, namun kenyataannya dua orang dalam poster itu hanya dua orang anak manusia yang tidak memiliki ikatan suci tersebut – bukan mahram.
Aduhai Bunda, saya faham semuanya menyesuaikan skenario yang ada, bahwa itu photoshop, atau sejenisnya. Namun persepsi orang diawali dari apa yang terlihat.
Fahamilah, kebanyakan protes yang disampaikan adalah kekhawatiran (meski disampaikan dengan bahasa yang kurang halus).
Saya yakin, Bunda lebih dari kompeten untuk menangkap pesan yang ingin mereka sampaikan.

Mereka khawatir anak-anak remaja, orang-orang awam menganggap lumrah interaksi terhadap yang bukan mahramnya. Bukankah ini justru merusak? Tidak sesuai dengan kaidah yang seharusnya?

Masyarakat menilai apa yang mereka lihat. Seperti saya menilai Bunda.
Dari apa yang saya lihat mengenai diri Bunda, jika baik pemahaman saya, maka baiklah penilaian saya terhadap Bunda. Demikian juga, jika buruk pemahaman saya maka buruklah Bunda di mata saya.

Sungguh disayangkan andai pesan kebaikan yang ingin dijabarkan tidak tersampaikan sebagaimana mestinya. Sebab pesan pertama yang ditangkap publik, yang kemudian dapat mempengaruhi secara viral adalah apa yang pertama mereka lihat.
Poster filmnya.
Fedi Nuril dan Bella terlihat berpelukan.
Apa yang terlihat kemudian dikembalikan pada kehidupan nyata.
Bahwa,
Fedi Nuril seorang lajang.
Bella pun seorang lajang.
Mereka beragama. ISLAM.
Mereka bukan mahram.
Mereka tidak sepatutnya berlaku demikian.

Terlepas dari fakta bahwa mereka sedang melakoni kisah fiksi.

Saya sedih melihat Bunda dihujat secara kasar oleh mereka yang hatinya terlanjur diselimuti prasangka buruk. Utamanya sejak Bunda memberikan statement mengenai film “Ada Surga di Rumahmu”. Saya yakin Bunda tahu rumor apa yang sedang berkembang di kalangan masyarakat. Utamanya di kalangan “pengemban dakwah”, yang khawatir dengan nasib aqidah Islam Indonesia.

Saya tak menganggap salah apa yang Bunda lakukan dan sampaikan. Pun jangan salahkan mereka dengan kekhawatirannya. Situasi kita sedang tak kondusif, mencemaskan malah. Sehingganya masyarakat mulai stres dengan kekhawatiran yang kadang berlebihan dan berbagai prasangka.

Saya yakin Bunda juga peduli pada mereka. Untuk itu, bisakah kita cari jalan tengah untuk tak menambah kekhawatiran di tengah masyarakat yang semakin terombang-ambing kini?

Surat ini saya buat dengan penuh cinta. Teriring doa, semoga Bunda senantiasa sehat dan dikuatkan, dimudahkan serta di ridhoi oleh Allah SWT. Aamiin.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 8 Mei 2015, in Hiburan, Sekitar Kita and tagged . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. maklum kak promosi biasanya di dramain

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: