Category Archives: Kelana kata

Hari Ini Istimewa

Menara Katedral

Menara Katedral

Hari ini istimewa. Terlepas dari perayaan natal bagi umat Kristiani.

Bukan karena pagi ini tiba-tiba saya ingin “hilang” sebagaimana sebelum-sebelumnya. Tentang itu, saya tidak pernah habis pikir dibuatnya, atau memang, yah beginilah kehidupan. Selalu saja ada hal yang membuatmu kadang ingin menyerah. Kalau dulu saya kira keterbatasan membuat segala gerak ini terbatas, sekarang tidak.

Karena percuma merutuk keterbatasan, sebab ia tidak akan pernah bisa disingkirkan dengan keluh kesah.

Sungguh saya sadar sesadar-sadarnya. Setidaknya saya tidak memiliki keterbatasan fisik dan akal. Masih ada harapan, selagi saya masih mau mencoba, bertahan, berdamai, bersyukur lalu ikhlas.

Semuanya sepele, sungguh. Tapi ketika hal-hal sepele itu menumpuk dan menumpuk – tidak semua orang bisa menahannya.

Hari ini istimewa. Saya sadar, tingkat keberagamaan saya masih sebegitu cetek. Tapi setidaknya saya tidak suka dengan dengung peperangan, perpecahan dan tindakan saling menghina. Bukankah kita punya kepercayaan masing-masing, dan kepercayaan-kepercayaan kita ini memiliki ajaran yang tidak pernah menjerumuskan pengikutnya pada hal-hal yang merusak.

Beberapa tahun yang lalu, saya dan teman-teman kost sholat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Kebetulan ada yang bawa mobil. Ketika itu parkiran di Pelataran masjid Istiqlal sudah penuh, lalu kami diarahkan ke parkiran yang berlokasi di Gereja Katedral. Inilah toleransi, inilah saling menghormati dan inilah saling menjaga.

Tadi malam, sepulang kerja, kebetulan saya dan teman lewat sekitar Katedral dan Istiqlal. Parkiran di katedral sudah penuh bahkan sampai ke bibir jalan. Tentu saja, pelataran parkir di Istiqlal juga sudah penuh. Sekali lagi, inilah damai.

Sungguh, hidup berdampingan dalam perbedaan itu suatu keindahan yang tiada tara. Jika hidup damai itu indah lalu mengapa kita harus menebar onar yang tidak pernah diajarkan oleh agama manapun. Tidak, Nabi SAW tidak mengajarkan hal seperti itu. Ketika ada pertentangan, beliau selalu mencari jalan damai, selagi itu masih memungkinkankan. Tidak ada gunanya menumpahkan darah. Dengan membuat keonaran sana-sini, justru akan membuat citra suatu kepercayaan akan runtuh, jelek, dan ujung-ujungnya pertumpahan darah.

Sungguh, masih banyak yang bisa kita lakukan dibanding memancing onar sana-sini. Coba berkacalah, sudah sebegitu benarkah keberagamaan diri masing-masing, sudah benarkah cara pandang kita selama ini. Dari pada sibuk mengurusi kebergamaan orang lain, lebih baik perbanyak bekal masing-masing. Perbanyak ilmu, perbanyak amal kebaikan tanpa memandang perbedaan.

Oke, hari ini istimewa. Terlepas karena hari ini tanggal merah yang artinya saya bisa lepas dari rasa jenuh dan enggan terhadap pekerjaan. Tadi pagi, saking enggannya saya terhadap pekerjaan ini, saya seperti mendengar suara si bos yang sedang menelpon rekannya. Lho kok? Ini kan hari libur? Lho kok ada suara orang itu sih? Bisa ga sih saya bebas dari suara-suara itu? Ngapain sihhhh, inikan hari libur? Astaga, sepertinya saya benar-benar harus cari kerjaan lain. Ckckc >_<

Hari ini sitimewa. Hehe :mrgreen: iya iya

Pasti udah bosen dengan kata “ hari ini sistimewa” hahhha. Hari ini istimewa.

Hari ini my beloved sista ulang tahuuuuun. Happy birtday sista, hope you all dream come true, wish you all the best. Semoga semakin istiqomah dengan jilbabnya 😉 dan semoga segera dipertemukan dengan si pemilik tulang rusuk. Kasian si Mak selalu nanyain.

Dia anak ke-tiga dari kami lima bersaudara. Jarak saya dengannya sekitar 4 tahun, jarak yang paling jauh diantara kelahiran kami semua. Sedangkan saya dengan adik, merupakan jarak yang paling dekat yaitu cuma 1 tahun.

Dengan jarak 4 tahun, memang dulu kami tidak terlalu dekat. Dia lebih sering tinggal ditempat saudara jadi kami jarang bertemu. SD dia tinggal dengan nenek, sedangkan saya tinggal bersama orang tua. SMP dia tinggal dengan salah seorang paman, sedangkan saya baru menginjak kelas 4 SD. Pulang cuma sesekali saja. Mungkin dia tidak tahu, betapa senangnya saya ketika dia pulang. Dan ketika SMA, lagi-lagi dia tinggal dengan saudara yang lain, yang jaraknya lebih jauh. Yahh, walaupun cuma 1 jam perjalanan angkutan pedesaan, tetap saja dia semakin jarang pulang. Untungnya saya bukan tipe orang yang dibesarkan dengan “rengekan”. Saya berusaha memahami. Bahkan terkadang saya tidak terlalu faham, apa bedanya dia ada atau tidak ada – mungkin karena sudah terbiasa.. Hahha, jahat ya? [Siapa yang jahat.??]

Setelah dia tamat SMA, langsung dibawa salah satu saudara ke sini – Jakarta. Sedangkan saya dimintanya sekolah di Ibukota – Bandar Lampung. Saya ingin menolak, tapi sepertinya waktu itu tidak ada alasan bagi saya untuk menolak. Masa iya saya harus bilang “tidak”. Pada akhirnya saya harus menurut, walaupun berat meninggalkan kehidupan sehari-hari di kampung yang sudah mendarah daging, berat meninggalkan kedua orang tua, berat berpisah dengan teman-teman tanpa “upacara” perpisahan. Pada akhirnya hanya sepucuk surat yang mewakili salam perpisahan.

Kata orang, dalam setiap perpisahan selalu akan berat bagi yang ditinggalkan. Orang tua mungkin iya. Tapi sepertinya teman-teman tidak ada yang merasa kehilangan. Sedangkan saya, terus mencakar-cakar jarak yang begitu luas, selalu berharap ada mereka.

Entahlah, rasanya setiap pulang, saya sudah bukan lagi bagian dari mereka. Saya mencoba masuk dan masuk, tapi hasilnya bukan apa-apa, just say “Hi”. Thisssss soooo… arrgghhh

Oke, ya. Mungkin ini hanya perasaan saja.

Dan sekarang disinilah saya – Jakarta, menyusul si kakak. Mencari peruntungan pada mayapada yang tak pernah berbelas kasih pada siapapun anda yang lembek. Saya tidak lembek, itu bukan saya. Tapi memang semua orang punya titik dimana ia merasa “cukup” dan ingin menyerah dan berhenti. Tapi sekarang bukan waktu yang tepat bagi saya untuk berhenti dan menyerah. Tidak, saya tidak ingin kalah, saya tidak ingin jadi pecundang.

Selama 5 tahun tinggal bersama, dalam satu kamar dan dibawah atap rumah yang sama dengan kakak. Mungkin ini waktu terpanjang – terlama kami bisa bersama. Terkadang saya bosan, juga kadang kesal. Ingin benar-benar tinggal sendiri dalam satu kamar tanpa satu orangpun yang mengganggu. Saya bisa melakukan apa saja yang membuat senang tanpa khawatir membuatnya terganggu. Tidur larut malam tanpa mendengar ocehannya untuk segera mamatikan lampu, atau tidak perlu kaget dengan udara dingin dari jendela, karena setelah subuh jendela itu sudah dibukanya.

Terlepas dari semua itu, dia adalah “lonceng” bagi saya selama berada disini. Terkadang saya pikir, saya tidak bisa benar-benar lepas dari pengawasan seseorang, dan saya senang ada dia.

Once again, Happy Birtday my beloved sista 😉

====
Repost

[Salemba, 25 Desember 2012]

Hadiah Hiburan (Blogdetik+Trans TV)

Undangan dari Blogdetik beberapa waktu yang lalu benar-benar membuat semangat ini melonjak.

Tanggal 12 Januari kamarin saya termasuk orang yang beruntung yang mendapat undangan nonton bareng IMB bersama 100 blogger lainnya. Seru banget. Walaupun sebelumnya saya sempat galau terkait izin dari tempat kerja :mrgreen:

Alhamdulillah akhirnya saya bisa hadir juga walaupun telat. Diacara tersebut saya bertemu dengan teman-teman blogger secara nyata, dan disana kami bisa mendapatkan pelajaran yang benar-benar baru. Jujur saja, saya justru tidak fokus dengan para kontestan IMB yang tampil, justru lebih tertarik dengan para Kru Trans TV #mana banyak yang bening-bening pula, lengkap sudah pencarian mata  malam itu..hahha# Ternyata untuk menyukseskan sebuah acara butuh kerja keras dan kerjasama tim yang solid. Dan satu kata yang selama ini saya simpan tentang stasiun telivisi swasta nasional ini, bisa saya buktikan dengan mata kepala sendiri. Saya menyebut mereka Sineas-Sineas muda yang berbakat, tangguh dan penuh inovasi. 😉

Dari acara tersebut, seluruh peserta 100 Blogger nonton bareng diminta membuat review tentang acara nonton bareng tadi. Ngga asal bikin review, karena akan dipilih yang terbaik untuk mendapatkan hadiah yang pastinya seru banget.

Dan alhamdulillah review saya ==> 100-blogger-nonton-bareng-imb-sejenak-namun-berkesan tidak juara ke-3, tidak juara ke-2 dan juga tidak juara ke- 1, melainkan salah satu dari 10 peserta yang mendapatkan hadiah hiburan. Alhamdulillah kan..? 😉

Seneng dong dapet hadiah? Yaiyalah :mrgreen:

Kombinasi pemenangnya cukup mengejutkan bagi saya.

DSC_0360

Ki-ka ==> saya – Qona – Feby – Khadafi+temennya ^_^

DSC_0349

Ki-ka ==> Qona, Feby, Mba Titis dan saya

Mba Titis dapet juara ke-1, Febi dapet juara ke-2 dan Khadafi dapat juara ke-3 dan saya dapat hadiah hiburan . :O

Bukankah kombinasainya sangat uaappiikk..?? heheh . Sayangnya kurang satu, Qona. #Qona yang sabar ya, jangan patah semangat. Masih banyak kesempatan-kesempatan lain, keep writing dan tetaplah mencoba 😉

Awalnya saya ngga tau kalau saya termasuk salah satu pemenang hadiah hiburan, tapi berkat kebiasaan buka dasbor blog jadi ketahuan. Ada pengunjung yang menggunakan link pengumuman dari blogdetik. Langsung senyum-senyum sumringah sendiri.. hihhi

Besoknya langsung konfirmasi dengan pihak penyelenggara, kebetulanyang bertanggung jawab dengan penyerahan hadiahnya itu mas Angga #yang mana orangnya jangan tanya saya, ngga tauuu#. Agak kaget waktu dia bilang kalau pengambilan hadiah cuma hari itu dooaang. Nah lhooo… saya izin dari tempat kerja hari sabtu saja ngga boleh, padahal hari sabtu itu ngga ada kerjaan di kantor, lha ini saya harus izin dihari kerja normal. #langsung migrain-sakit kepala sebelah.. wkwk

Untungnya kemudian dapet opsi lain “dititip sama resepsionis”. Nahh.. Cakepp bangetkan si mas Angga..? :mrgreen:

Seperti sebelumnya, setelah jam kerja habis saya langsung meluncur ke TKP. Tapiii..rupanya saya salah TKP sodara-sodara. Seharusnya saya ke gedung Trans 7, tapi saya malah kerajinan ke gedung Trans TV #saya bilang kerajinan karena kemaren itu saya jalan kaki dari halte mampang prapatan, lumayan tuh jaraknya. Cukup menguras tenanga, cukup membuat gerah juga cukup membuat haus..

Di resepsionis Trans TV :

A: Malam pak. Saya Azzuralhi, mau ngambil bingkisan nih pak. Tadi sih sudah konfirmasi dengan penanggungjawabnya, Mas Angga. Katanya mau dititip disini. #inilah saya, selalu to the point. harusnya basa-basilah dulu yaaa..heheh#

S : Malam juga mba. Bingkisan apa ya?. Pelangak-pelongok meja dan sekitarnya. Ini-sih ada bingkisan tapi atas nama Sulastri, isinya makanan. Emang isi bingkisannya apa?

A : Waaahh.. saya sih ngga tau pak isinya apaan. yang jelas bingkisan dalam rangka 100 Blogger nonton bareng kemaren. Masa iya-sih isi bingkisanku makanan. Apa panitianya ngga takut basi kalau ngasih makanan? -saya mikir. Tempat penitipan cuma disini kan pak?

S : Iya, tempat penitipan cuma disini satu-satunya. Bingkisannya ngga ada yang lain selain ini lho mba, sambil nunjuk bingkisan isi makanan dan bukan atas nama saya.

A : Ooowwhh.. ngangguk-ngangguk sambil ngeluarin hp. “Mas Angga, saya udah di gedung Trans Tv nih, tapi kok kata bapaknya ngga ada titipan ya? Bingkisannya dikasih nama ngga mas?” – send. Tidak lama kemudian langsung ada balasan dari mas Angga #ini salah satu hal yang membuat saya salut, mereka cepat tanggap, tidak peduli itu siang ataupun malam. Mereka melayani dengan cepat dan ramah.

M : Mba digedung appaaa..?? Trans TV..?? Iyalah ngga ada disana. Kan pengambilan hadiahnya di Tran 7. Salah gedung niyeeee.. 😛

A : Baca sms sambil melotot. “Haduh saya ngga merhatiin tempat pengambilan hadiahnya. Ingatnya Trans TV”.

Setelah sms langsung senyam-senyum geje ke Bapak yang jaga. “Uhmm.. iya pak. ternyata kata mas-nya bukan disini tapi digedung Trans 7. kalau gitu saya permisi ya pak, makasih”. Langsung meluncur ke TKP yang sebenarnya deh.. Padahal malam itu di  halaman depan Trans TV lagi ada syuting untuk acara apa gitu -ngga terlalu merhatiin. sepertinya dalam rangka imlek-an.

Sampai di gedung Trans 7 disambut seorang bapak-bapak.

A : malam pak, saya azzuralhi, mau ngambil bingkisan. tadi sudah konfirmasi dengan mas angga. #ngos-ngosan. si bapak ngeliatin kaya ngeliat orang nyasar#

S : KTP

A : Huhh..?KTP..?? #Lha kok jadi ribet gini, kenapa harus pake KTP segala, aduuuhh bapaaakk tinggal kasih aja kenapa. Hiks. Itu lho pak, bingkisan dari acara blogger nonton IMB. #dengan berat hati saya keluarin juga tuh KTP ajaib.

S : Siapa tadi namanya? Azzuralhi..? Kok KTP-nya namanya Lili..??

A : Uhhmm.. iya pak. Lili itu nama saya. Nah kalau Azzuralhi itu.. uhhmm..nama blog saya. Kan itu hadiah buat acara blogger kemaren, dan Azzuralhi itu nama blog saya pak. #Nahh kann.. Untung cuma nama saja yang bapak tanyain, karena saat ini KTP saya sudah habis masa berlakunya 😦 . Habisnya tanggal 30 Dsember kemarin. *Oya, masa habis KTP itu biasanya berdasarkan tanggal lahir. Dan kenapa saya bilang KTP ajaib? karena tanggal lahirnya tidak sesuai atau apalah..ngga mau bahas..

Alhamdulillah, akhirnya si bapak percaya juga setelah saya tunjukkan sms-sms dari orang yang namanya Angga.. wkwk

Dan, taaaraaaa

IMG00470-20130207-2043

Bingkisan sebelum dibuka. Lengkap dengan bungkus kado gambar Trans TV. Tuh bingkisan lumayan jadi tontonan orang-orang yang kebetulan papasan dijalan dan dalam busway..hehhe^_^

IMG00472-20130207-2052

Isinya.?? Benar-benar menghibur. Ada jaket, tas dan kalender. Logo Trans TV -nya itu lhoo.. Bikin mesem-mesem sendiri 😀

Tetiba saya, Qona dan Feby jadi terobsesi dengan seragam berlogo Trans TV. Berharap suatu saat bisa jadi bagian televisi tersebut. Kamarin sih sempat ada lowongan. Tapi apalah daya, saya salah masukin lamaran… 😛

Over all, sekali lagi terimakasih buat Trans TV, Blogdetik dan semua yang terlibat didalamnya.

Hoammzz… Besok mau kondangan 4 tahunan blogdetik. Saya ingin bertemu dengan orang-orang baru, komunitas-komunitas baru. Melebarkan sayap pergaulan cooyyy..nah siapa tahu saya bisa ketemu si pemilik tulang rusuk dalam acara-acara seperti ini..wkwkkw #Aaassstagaaa…self toyor :mrgreen:

Ahir kata, serangkaian acara ini membuat saya semakin termotivasi untuk tetap bergelut dalam dunia yang satu ini. Sebagai seorang blogger banyak peluang yang bisa kita peroleh, baik peluang finansial maupun non finansial. Wish you all luck, wish me luck. Selamat beristirahat… ZzzzzZzz

Aku Pada Lily dan Fantasy

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dear,
Namaku Lili, bukan Lily. Sedikit tidak senang pada penggantian huruf akhir itu. Bukan hal penting sebenarnya. Karena toh, tidak senangku cuma sedikit 😉

Namaku Lili. Entah apa yang dipikirkan kedua orang tuaku atau tepatnya alm.ayahku [karena dalam hal ini, ayah pasti lebih dominan], yang pasti pada akhirnya mereka sepakat menganugerahiku nama Lili. Terlepas dari Lili yang tidak pake “Y”.

Pada akhirnya, aku berkenalan dengan Lily diawal tahun masa SMA-ku. Tapi diawal pertemuan itu, aku tidak langsung tahu bahwa dia Lily, yang aku tahu dia bunga – dan yang pasti cantik. Aku tidak cantik, karena aku lebih memilih diksi manis untuk menggambarkan aku. Bukannya sok pede, tapi “manis” memiliki makna yang lebih indah dari pada diksi cantik – menurutku.

Sampai kemudian ketika Ayah sudah tidak ada, aku benar-benar mengenali Lily. Bukan karena bunga-bungaan termasuk dalam tradisi kami, tapi lebih pada pencarianku. Tidak ada karangan bunga dalam tradisi kami, baik dari adat maupun sekedar kebiasaan keluarga.

Dalam pencarian yang menyuburkan pengingkaran pada sebuah kehilangan, aku menemukan bahwa Lily sering digunakan sebagai simbol kematian diluar sana.

Lily bukanlah bunga gampangan. Dia bisa tumbuh pada medan yang bagaimanapun – begitu yang sempat ku baca. Bukannya sok melankolis, tapi aku ingin setegar dan seindah bunga Lily.

Lily sering digunakan sebagai karangan bunga ucapan belasungkawa – Lily mengingatkan pada mati. Bahwa mati bisa kapan dan dimana saja.

Dan inilah aku, sang penggila bunga Lily. Aku membeli handbody, hanya karena botolnya ada gambar bunga lily. membeli album poto dengan frame bunga lily, padahal waktu itu aku tidak berencana membeli apa-apa. Brose, piring, sampai springbed. Hahhha

Suatu saat, jika aku bertemu seseorang, aku ingin dia tahu bahwa aku menggilai lily. Tidak sembarang lily, hanya White Calla Lily.

TEBINGBUNGALily

Selanjutnya, aku pada fantasy – next time :mrgreen:

giant_lily_by_water_current-d4xl4na

Rasa Tanpa Nama – Itu Cinta

love

 

Penghiburan
Bagaimana jika aku ingin penghiburan darimu
Tidak
Jangan meminta yang lain untuk melakukannya untukku
Aku hanya ingin kamu
Rapuh ini semakin rapuh ketika mengingatmu

Mengertikah kamu tentang rapuh
Tidak.?
Ya, tidak semua orang mengerti sebelum ia mengalaminya sendiri

Perasaan ini
Entah apa namanya
Melihat namamu saja aku ingin menangis

Melihat namamu
Menyebut namamu
Memikirkanmu
Sepertinya aku sangat mencintaimu
Tapi sungguh, ini bukan cinta yang sebenarnya
Atau apalah
Hanya saja, rasanya ada sesuatu yang menusuk hati ketika melihat mu dengannya
Aku tidak ingin mengakuinya, tidak sampai kapan pun
Tapi semakin aku mengingkarinya, semua tentangmu semakin membayangi hidup ku, hari-hari ku

Dalam satu detik aku ingin mengatakan
Aku membencimu dan aku mencintaimu
Hanya dalam satu detik
Agar luap resah yang tak mampu ku beri nama
Agar aku bisa melepasmu bahagia, bahagiaku juga
Agar tak terlalu banyak waktu yang terbuang – bertangis-tangisan pada hal bodoh yang orang bilang ini cinta

 

@Salemba Bluntas, 24 Desember 2012

Sisi Lain Dunia K-Popers

Dunia K-Popers itu sebenarnya melelahkan. Kamu harus selalu update jika kamu tidak ingin ketinggalan berita tentang idola mu. Saya tidak tahu apakah hal ini juga berlaku bagi pecinta J-Pop, I-Pop atau artis-artis barat.

Dan jika hal melelahkan itu hanya hal tersebut diatas, maka hal itu masih bukan apa-apa. As you know aja, idola idola K-Pop itu penuh inovasi. Dengan inovasi-inovasi tersebut mereka harus bersaing dan bertahan.

Semakin baik inovasi yang mereka hasilkan, besar kemungkinan mereka dapat bertahan, fans-fans baru akan bermunculan. Karena apalah arti seorang artis jika tanpa pendukung.

Dan inovasi yang dihasilkan seorang idola, merupakan senjata bagi fans-nya untuk membela sang idola. Bahkan kadang dijadikan senjata untuk menjatuhkan idola lainnya.

Menjadi seorang K-Popers itu harus tahan banting. Harus bisa mengontrol emosi ketika antis mulai punya senjata untuk merendahkan sang idola. Bagaimana menjawab hinaan yang kadang benar-benar menyakitkan hati.

Menjadi seorang K-Popers itu harus mampu menjaga pikiran dari praduga-praduga yang mencurigakan.
Seperti hal terakhir yang terjadi. Sebagai contoh, saya adalah ELF, seseorang yang mengagumi Super Junior tanpa menuntut banyak dari mereka. Saya sadar sebagai penyanyi mereka jauh dari kata sempurna. Tapi ada satu hal yang harusnya dihargai para antis, SUJU memang didesign bukan hanya fokus untuk menyanyi,SUJU memang didebutkan untuk bidang yang kompleks. Dan SUJU memang didebutkan hanya atas dasar asas coba-coba, tanpa perlakuan istimewa seperti artis-artis lainnya. Tapi lihat sekarang, mereka mampu melewati hujan serta badai yang menghalangi langkah mereka. Tapi alasan ini tidak cukup untuk menyumpal mulut-mulut tak terdidik milik para antis itu. Read the rest of this entry

Antara Kenangan dan Ekspektasi

Tidak lain yang tersisa dari masa lalu adalah kenangan. Kenangan indah maupun pahit tidak bisa kita atur mana yang akan lebih mendominasi. Karena apa yang terjadi dimasa lalu tak lain merupakan harapan indah akan masa depan.

Jika itu kenangan manis maka kenanglah, tapi jika itu kenangan pahit lupakan sajalah. Cukup jadikan ia sebagai pembelajaran sebagai koreksi indah dimasa yang akan datang.

Kenangan pahit selamanya akan menjadi pahit dan menyakitkan mu. Oleh karenanya, jika kau tidak ingin larut dalam rasa sakit masa lalu jangan terlalu ditangisi, janganlah diungkit agar tidak membebani masa depan mu.
Dulu masa lalu, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah harapan.
Jangan rusak harapan hari esok dengan bayangan masa lalu yang menyakitkan mu.

Note : cara mudah untuk melupakan sakitnya masa lalu adalah dengan tidak mengungkitnya. Entah seberapa berat kau mencoba, tapi tetaplah mencoba. Sebab dengan selalu mengungkitnya kamu tidak akan pernah merdeka dari rasa sakit yang mendera. Read the rest of this entry

Manfaatkan Jejaring Sosial Dengan Maksimal.

Apasih  yang teman-teman sering lakukan dengan jejaring sosial seperti facebook dan twitter.?

Saya, dulu facebook itu asik tapi lama lama ngebosenin. Tapi walaupun ngebosenin bisa dipastikan bahwa setiap hari saya tetap buka facebook. Sekadar melihat lihat status terbaru yang berseliweran, tapi lebih sering sih nongkrongin group. Karena kadang kalau mantengin beranda justru dibikin sakit kepala sama alayers. Mulai dari nama sampai statusnya yang sulit dibaca dan sulit dimengerti.
Kadang bikin enneekk, kalau bahasanya udah menjurus kesana. Eeerrrggghhh

Mengenai twitter, saya nggak terlalu sering buka, dan sebenarnya nggak terlalu expert.

Nah, berhubung penggunaannya hanya sebatas begituan, jadi saya mulai berpikir untuk memaksimalkan penggunaan kedua jejaring sosial ini.

Mau tau apa yang akan saya lakukan? Haha :mrgreen:
Saya akan lebih menggunakan keduanya untuk ikut quiz-quiz gratis berhadiah. Haha 😛

Apa salahnya mencoba peruntungan, siapa tahu lagi hoki. Dan hadiahnya juga beragam, mulai dari uang, gadjet dan buku. Lumayan bangetkan kalau menang. Dari pada ngelakuin hal yang gak manfaat. 😉

Dan dalam kesempatan kali ini, izinkan saya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata (Bahasanya kayak orang lagi pidota..qkqkkq) Sebelumnya saya minta maaf jika nantinya ini malah membuat kalian merasa terganggu. Jadi buat teman-teman yang nantinya gak sengaja saya tag atau saya kirimin link link promosi yang saya buat,atau beranda kalian dipenuhi hal yang berbau berbagai promosi mohon dimaklumi ya. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: