Memaknai CINTA lewat Film Tausyiah Cinta

Official_Poster_Film_Tausiyah_Cinta.jpeg

Official Poster [cr:wiki.id]

Adalah Lefan (Rendy Herpy). Baginya cinta dalah membuktikan pada ayahnya bahwa ia, ibu, dan kakaknya dapat hidup bahagia dan sejahtera tanpa kehadiran sanga ayah.

Lefan membuktikannya dengan kerja keras, hingga ia berhasil jadi salah satu ekskutif muda yang cukup diperhitungkan.

Lefan boleh bangga dengan segala pencapaian dan kedudukannya. Tapi rupanya semua itu tidak memberikannya  rasa tenang. Pergolakan batin yang tiada henti terus saja menghantuinya. Baginya CINTA itu samar. Entah apa. Batinnya kosong.

Pergolakan demi pergolakan terus menghantui hidupnya. Ia kehilangan Ibu dan kakaknya.

Sang ibu hingga akhir hayatnya masih berharap dapat berkumpul kembali dengan sang ayah. Selapang itukah hati ibunya yang masih mau memaafkan dan menerima sang suami? Padahal jelas ayahnya telah menelantarkan mereka.

Berikutnya Lefan harus kehilangan kakak perempuannya. Seorang rajin berdakwah. Sayangnya Lefan merasa bahwa sang kakak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk kegiatan berdakwahnya. Hingga lupa dengan orang-orang di rumahnya sendiri, termasuk lefan yang sebenarnya juga sangat membutuhkan bimbingan rohani. Hingga kemudian sang kakak jatu sakit dan akhirnya Lefan harus merelakan kepergian sang kakak untuk selamanya.

Ulasan Film Tausyiah Cinta

Ketika pergulatan bathin Lefan sedang memuncak, ia dipertemukan dengan Azka  (Hamas Syahid Izzuddin) . seorang Arsitek muda yang sangat berbakat. Yang memiliki kharisma yang ketika memandang dan bersama dengannya dapat menimbulkan perasaan tenang dan tentram. Tidak heran, karena Azka adalah seorang yang terlahir dari keluarga yang taat beragama. Azka seorang yang rajin sholat, hafidz, dan memiliki wawasan keislaman yang luas.

Dengan Azka-lah kemudian Lefan menuangkan segala kegundahannya. Yang kemudian mereka menjadi sahabat yang saling mendukung dan mengingatkan.

Lefan dan Azka dipertemukan oleh sebuah proyek. Dan dalam proyek tersebut juga ada Rein (Ressa Rere), yang memperkenalkan tentang pemanfaatan limbah air wudhu.

Jujur tentang limbah wudhu ini juga bagi saya merupakan hal baru.😀

Namun pergulatan itu tidak hanya berhenti disana.

Rein yang berprinsip “Cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari”, membuat Lefan yang merasa tertarik dengan kepribadian Rein dibuat kaget olehnya.

Dan sebuah tragedy membut Azka harus kehilangan penglihatannya. Membuat Azka linglung, protes, dan merasa Tuhan tidak adil padanya. Ia merasa telah menjadi orang baik, namun mengapa Tuhan mengujinya sedemikian rupa.

Penasaran dong keputusan apa yang membuat lefan terheran-heran pada Rein. Lalu kejadian apa yang membuat Azka kehilangan penglihatannya? Yukk ahh..cusss nonton filmnya. Mumpung lagi tayang di bioskop.

Pesan yang ingin disampaikan lewat film ini luar biasa bagus dan patut mendapatkan apresiasi sebesar-besarnya. Saya dapat bocoran, bahwa film ini butuh waktu 2 tahun sampai akhirnya mulai tayang perdana (7 Januari 2016). Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan tentunya.

Apalagi keterbatasan dana awalnya cukup menyulitkan proses produksi film ini.

Oya, proses syuting ini dilakukan tiapa akhir pecan, sabtu-minggu. Dan di balik layar, pemain dan kru benar-benar memperhatiakan kaidah-kaidah Islam. Seperti, proses syuting langsung distop ketika masuk waktu sholat, dilanjut sholat berjamaah, dan tadaruz. Jempol, kan?

Detail Cas And Crew Film Tausiyah Cinta (2015)

Genre : Drama, Religi
Produser : Suwandi Basyir
Sutradara : Humar Hadi
Penulis Skenario : Nadia Silvarani, Maryah El Qibthiyah, Yuli Retno Winarsih, Umank Ady
Produksi : Bedasinema Pictures & Tausiyahku 2015
Pemain / Pemeran Film :
Hamas Syahid Izzuddin
Rendy Herpy
Ressa Marheni
Hidayatur Rahmi
Irwansyah
Meyda Sefira
Fauzan Nasrul
Igo Ilham
Zulfikar Nasution
Rahayu Mukhlisin
Salsabila Nadya
Firman Alaydrus
Zaky Ahmad Rivai
Rafi Cinoun.

Tanggal Release : 7 Januari 2016
Durasi : 100 menit
Negara : Indonesia

Review Film Tausyiah Cinta

Bareng rekan FLP Jakarta- dan sang Produser^^

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 14 Januari 2016, in Hiburan, Review Film dan Drama and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. lumayan seru juga yah ceritanya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: