Tentang Memperjuangkan Perasaan

Setan bergentayangan mencoba menyulap hatinya dengan busur-busur berwarna pink. Warna yang kurang dia sukai.
Sejauh apapun dia mencoba mengembalikan kewarasan perihal perasaan, sejauh itu pula mereka mengikuti.
Tak pernah lelah, sepertinya dalam kamus mereka tak terdaftar kata menyerah.

image

Dandelion Whisper ^__^

Prihal perasaan, adalah sesuatu yang patut diperjuangkan. Tapi hanya jika perasaan itu murni.
Bukan karena kamu mengaguminya dengan alasan yang tak jelas.
Kau tahu? Seseorang yang kau lihat mengagumkan bisa jadi topeng belaka. Bahkan mungkin dia tak lebih baik dari sampah.
Jika perasaanmu bersumber pada kata kagum maka berhentilah.
Jangan sampai kau menyiakan waktu yang tak seorangpun kapan akan berakhir. Jangan habiskan waktu dalam angan-angan semu.

Suatu Perasaan patut kau perjuangkan hanya jika kau tahu dimana perasaan itu akan bermuara-secepatnya.
Bukan sekedar mengikuti hawa nafsu untuk membersamainya, berlayar tak tentu arah.
Dan ketika muara tersebut kau putuskan untuk jadi pelabuhan terakhir, kau harus tahu bahwa disana takkan ada jalan untuk kembali.
Ibarat tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan. Kamu tidak boleh memuntahkannya melainkan harus kau telan. Ketika itu yang kau lakukan, sudah pasti kau akan terluka.

Maka pikirlah matang-matang!

Lalu ketika kau merasa yakin dan mantap, maka tanyailah kesediaannya.
Jangan terlalu percaya diri sebab dia berhak memberi penilaian atas dirimu dan atas keseriusanmu.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 8 Februari 2015, in Catatan. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: