Aerosol Sang Perenggut Kecerahan Langit

Sesuatu yang besar pasti berawal dari hal-hal sepele dan kecil. Dan perlahan namun pasti partikel eorosol telah merenggut tingkat kecerahan langit yang artinya mengurangi kwalitas udara yang kita hirup.

Aerosol secara teknis merujuk pada pertikel padat yang ada di udara (juga disebut abu atau partikulat) maupun tetesan cair. Dalam bahasa sehari-hari, aerosol merujuk pada tabung semprot aerosol maupun isi tabung itu.

Istilah aerosol berasal dari kenyataanbahwa bahan yang “melayang” di udara adalah suspensi (campuran di mana partikel padat, cair, maupun gabungan keduanya disuspensikan di cairan). Untuk membedakan suspensidari larutan yang sesungguhnya, istilah sol yang semula berkembang berarti meliputi dispersi partikel tipis (sub-mikroscopik) dalam sebuah cairan. Dengan studi dispersi di udara, istilah aerosol berkembang dan kini mencakupi tetesan padat, partikel padat, dan gabungan keduanya.

Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti, bahwa keadaan langit kini terlihat berbeda dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan partikel aerosol di udara yang telah mengurangi tingkat kecerahan langit selama 35 tahun terakhir. Polusi-polusi yang berupa gumpalan debu ataupun titik air yang sangat halus itu dapat menghalangi masuknya energi sinar matahari ke permukaan bumi dan kini membuat langit makin gelap. Kini langit di atas bumi diibaratkan seperti bola lampu yang memiliki 100 watt, namun tingkat kecerahannya kini menjadi 99 watt. Meskipun berkurang 1 watt atau 1 persen, dalam hal ini menyatakan bahwa angka 1 persen tersebut merupakan salah satu dari bagian rata-rata. Kini, langit-langit yang berada di Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Selatan, Australia dan Afrika mengalami tingkat kecerahan yang memungkinkan lebih parah.

Namun hal tersebut terjadi pengecualian di daerah Eropa. Karena di Eropa, tingkat kecerahan langit lebih cerah dibanding lainnya. Pengecualian tersebut dikarenakan Eropa mengalami pengurangan tingkat polusi aerosol. Masyarakat Eropa dinilai telah sukses mengontrol penggunaan sulfur dalam batu bara dan runtuhnya rezim komunis Eropa yang dianggap berperan karena ikut meruntuhkan tingkat produksi industri.

Selama ini partikel-partikel aerosol diketahui mempengaruhi suhu dipermukaan bumi dengan 2 cara. Pertama, merefleksikan sinar matahari kembali ke luar angkasa dan mengurangi radiasi matahari yang dapat mengakibatkan pendinginan global. Kedua, menyerap radiasi itu sehingga ikut memanaskan atmosfer. Variabel efek pendinginan dan pemanasan dari aerosol itu lalu juga memodifikasi sifat tutupan awan dan curah hujan.

Aerosol juga diyakini memiliki efek yang tidak langsung pada iklim dengan mengubah-ubah awan. Malah kalau tidak ada aerosol di atmosfer, tidak akan ada awan. Gas rumah kaca, begitu juga oksigen dan nitrogen yang merupakan dua komponen terbesar di atmosfer bersifat transparan. Gas rumah kaca bisa meneruskan radiasi matahari yang datang, tapi mereka memerangkapkan panas dari bumi (efek rumah kaca).

Inilah yang selama ini membedakan gas efek rumah kaca dengan aerosol. Kelompok pertama, meski jumlahnya lebih sedikit, memiliki peran yang sudah jelas. Sedangkan tentang aerosol, para ilmuwan belum bisa menentukan secara akurat dampak relatif dari aerosol, baik yang alami maupun yang dihasilkan manusia terhadap iklim regional dan global.

Hingga kini, beberapa peneliti belum dapat memastikan efek sebenarnya dari aerosol dikarenakan data visiblitas yang belum ada yang bisa dilakukan untuk menentukan dimana saja konsentrasi aerosol meningkat, menghilang, dan tetap konstan. Itulah sebabnya selama ini belum ada kepastian yang jelas apakah aerosol berperan memanaskan atau mendinginkan bumi.

Jikalau saja aerosol mendinginkan bumi, itu sangat akan bergantung pada ukuran dan komposisi artikel aerosol. Selain itu, sifat pemantulan benda dipermukaan bumi harus diikutsertakan.

Tidak ada salahnya kan, bila kita terus antisipasi masalah aerosol yang kian merusak pemandangan bumi kita ini. So, jangan banyak menggunakan produk berbau aerosol deh, karena selain pengaruh buruk terhadap lingkungan, aerosol juga berpengaruh buruk pada kesehatan kita lho seperti penyakit asma, terjadi kerusakan pada paru-paru dan dapat menyebabkan kematian dini. Gunakanlah produk-produk yang ramah lingkungan. Tentunya produk yang tidak menyebabkan pengaruh-pengaruh besar terhadap pemanasan global. Ayo minimasilirkan dampak pemanasan global dengan mengurangi pemakaian produk-produk aerosol agar langit lebih cerah lagi.

Salah satu bentuk produk yang meningkatkan kadar eorosol di udara adalah produk-produk yang mempunyai kemasan seperti ini ;

Via : Wikipedia, FRONTS Crew, Googling

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 11 Mei 2011, in Sekitar Kita, Sosial Budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: