Tak Selalu Ada Pelangi Setelah Hujan

image

Hujan membawa pergi mendung

Belakangan, memperhatikan arakan awan putih menjadi kesenangan tersendiri bagiku, baik siang atau malam hari.
Bahwa panas yang membakar itu tetap ada, tak mengapa.
Atau ketika hujan turun tiba-tiba, justru kabar lain yang tak kalah menyenangkan.

Menyenangkan bukan karena setelah hujan akan selalu ada pelangi. Saya tak habis pikir kenapa kata-kata tersebut diyakini banyak orang. Sadarilah, setelah hujan tak selalu ada pelangi. Memangnya setiap kali hujan reda SELALU ada pelangi? Nggak kan?
Haha.. entah kenapa saya harus ngotot mengenai hal ini. Catet! Ngotot.

Ada perasaan yang tak bisa kujelaskan mengapa hujan begitu mempesona. Rasanya ada kekuatan di dua arah yang saling tarik menarik. Perasaan bahagia namun diselingi rasa sendu. Semacam itu.

Maka menikmati rinai, rintik yang menjarum, atau sesekali gemuruh, merupakan sebuah luapan perasaan yang tak butuh bahasa.

Yang pasti setelah hujan akan ada geliat tunas-tunas baru. Pada pohon, pada rumput, perdu, bahkan perasaan.
Langit jadi lebih bersih, biru, dan awan putih akan punya lebih banyak ruang untuk berekspresi, dengan berbagai bentuk yang mampu ditangkap retina.

Mungkin seperti itu hakikat yang ingin diajarkan oleh kata “maaf”. Seperti hujan dan petir yang bertujuan mengganti mendung menjadi cerah.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 2 Mei 2015, in Catatan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. jika kau begitu menyukai hujan, kenapa kau masih menggunakan payung untuk menghindari titik titik air yang jatuh karena hujan? *bob marley song

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: