Ayahku Taqdirku

Tiba-tiba aku rindu,, dan aku selalu rindu

Aku rindu…

Pada lelaki yang memberikan cintanya dalam bahasa yang kadang tak kumengerti. Bukan dengan ungkapan sayang bersayap retorika. Bukan dengan belaian mesra dan air mata cinta seperti yang ibu berikan. Sulit sekali kuungkapkan. Tapi sangat bisa kurasakan. Sederhana, namun dalam.
Mungkin karena aku perempuan. Bahasa cinta kami boleh berbeda. Tapi cinta tetaplah cinta, karena ia mengalir….

Aku pun kembali rindu…

Pada senyum tulus yang membelah kerutan di wajahnya. Pada kesederhanaan di balik wajah tua miliknya, di mana aku merasa nyaman bersembunyi di dalam mata teduhnya. Pada parau suaranya yang bijaksana,.
Aku tak pernah tahu bagaimana perasaannya ketika melihatku lahir ke dunia, kapan pertama kali ia menggendongku, hingga waktu terus berlalu, dan aku mulai bersekolah, bermain bersama teman-temanku, hingga kemudian aku sudah mulai bisa membantah, dan perlahan hanya sedikit waktuku untuknya .

Masih terselip rinduku di sana..

Pada dinding-dinding rumah yang merekam semua cerita kita.
Pada sinar mentari pagi yang mengajarkan kesetiaan.
Pada kicau burung yang menitip pesan untuk terus bergerak melawan hari.
Hingga embunpun rela mengalah demi jenak-jenak keringat yang menitikkan arti sebuah tanggung jawab.
Bagaimana mungkin aku menggadaikan semua kenangan itu demi suatu kesemuan dan ketidakpastian? Atas nama keegoan…

Hanya sebuah keinginan untuk meluahkan kenangan ini ke dalam kata-kata, menyimpannya dengan baik dalam sel memori, mendekapnya erat dalam ingatan, agar ia jauh sejauh-jauhnya dari lupa,Cukup hanya jasad mu yang terenggut dalam ketiadaan. Dan biarlah rindu ini menjadi salah satu tujuan ku. Sebuah rindu yang dijejali dengan perasaan penuh salah..

Bagi ku dia ayah terbaik di muka Bumi ini. Karena Dialah ayah yang Engkau taqdirkan bagiku, bagi kakakku dan adik ku. Bahkan ketika dia telah tiada dia tetap hidup dalam khayal ku. Aku ingin dia tetap ada, tapi engkau telah meniadakannya dalam kerapuhan ku.

Tempatkanlah dia disebaik-baik tempat di sisi Mu ya Rabb…Amieeen

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 30 Oktober 2010, in Kelana kata. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: