Hal Yang Harus Kamu Ketahui Jika Ingin Mendaki Gunung Guntur

Sedikit gambaran waktu dan biaya dari perjalanan ke Gunung Guntur:

  1. 1. Dari Jakarta Naik bus (apa saja, yang penting tujuan garut). Turun di depan pom bensin Jatiluhur. Kami berangkat dari Kampung Rambutan sekitar jam 11 malam, sampainya jam 3 pagi. Lama perjalanan sekitar 4 Jam. Ongkos Rp 42.000/orang (kala itu).
  2. Di pom bensin ini ada masjid yang cukup nyaman. Kita bisa numpang bebersih. Yang masih ngantuk silahkan rebahan dulu sembari menunggu pagi. Yang lain silahkan berbenah atau packing ulang.
  3. Jangan khawatir mengenai truk. Banyak. Jadi jangan lakukan negosiasi sebelum pagi. Kalau nggak nanti kalian dikadalin..wkwk. Mereka (truk) yang udah nongkrong manis di pom bensin sebelum jam 6 itu, bisa jadi menakut-nakuti. Seperti ini “akang mau saya antar ga? truknya jarang. nanti akangnya kesiangan lho. nggak mahal kok, cuma 30 ribu per orang.”

Nah lhoo… Bayangin aja, satu truk ngisi 15 orang dikali 30rb/orang. Jumlahnya? Silahkan hitung sendiri.

Nggak masalah sih kalau kalian punya uang lebih dan buanyaak. nggak masalah. Justru bagus. haha. Nah buat rombongan kere seperti rombongan saya kemarin cuma mampu ngasih 50 ribu/truk (isi 13 orang). Itupun akangnya udah seneeeeng banget. hahah.

Pagi di Gunung Guntur

Pagi di Gunung Guntur

Lain cerita dengan biaya pas balik. Soalnya kami minta dijemput, dan diantar langsung ke terminal garut. Kami diminta bayar 200 ribu/truk (isi 13 orang, dan beberapa teman pendaki yang kebetulan kemalaman juga. maka kami ajak bareng).

Minta antar ke terminal Garut (kalau mereka bersedia, kalau nggak ya jangan maksa). Hal ini untuk efisiensi waktu, dan biaya juga sebenarnya. 

Jadi, JANGAN LUPA MINTA NOMOR TELEPON TUKANG TRUK/KENEKNYA. Minta jemput pas balik. Takutnya nyampe bawah udah lewat dari jam 4 sore. lewat dari jam segitu udah ga ada truk lagi disana. Mau jalan, jauh. Ngeri juga. Soalnya banyak lobang-lobang gitu, semacam jurang.

  1. Sebelum jalan/tracking, isilah perut lebih dulu. Sarapan. Beli disekitar Pom bensin. Di penambangan ga ada yang jual makanan. Ada juga pasir.. Lol.
  2. Nanjaknya jangan sampai salah jalur. Ambil jalur yang melewati curug citiis/sumber air. Untuk menambah persediaan air. Lewat dari curug citiis ga ada sumber air lagi. Ya kalau persediaan air kalian mencukupi sih its okeeeyy.
  3. Waktu itu mulai nanjak sekitar jam 9 pagi, sampai di puncak 1 (tempat nenda) sekitar jam 3 sore. Lama. Yang bikin lama itu karena kita lelah di PHP. haha. Ga nyampe-nyampe. Makanya keseringan istirahat. Ada yang tertidur sampe beberapa kali.
  4. Nyantai aja, dan jangan memaksakan diri. Realistis.😛
  5. Lokasi nenda itu di lembah, letaknya antara puncak 1 dan 2. Tapi kalau nenda di puncak 2 memungkinkan, ya, monggo. Puncak 2 anget soalnya. Dari lokasi nenda ke puncak 2 itu palingan cuma 1/2 jam. Paling lama 1 jam.
  6. Kalau mau ke puncak berikutnya silahkan saja. Tapi pertimbangkan situasi dan kondisi. Jangan menantang alam. Alam itu bisa jahat banget kalau kita sok sombong, sok hebat. Jangan mikirin diri sendiri, pikirin juga teman-teman serombongan.
  7. Di lembah, tempat nenda itu ada semak-semak. Nah disitu ada ngokk ngookk alias babi hutan segede kerbau -kata temen yang liat.
  8. Waspada. Tetaplah bersama. Buat rombongan sesolid mungkin. Jangan ada miss communikasi. Berabe braaayyy.😛
  9. Denger-denger, di Guntur itu rawan pencurian. Jadi jagalah barang-barang berharga anda. Jangan main asal geletakin barang.
  10. Guntur itu, Semeru-nya Jawa Barat. Katanya. Tingkat kemiringan bisa mencapai 45°. Medan berbatu dan cenderung berpasir. Minim pijakan dan pegangan.
  11. Kalau pengen nyobain perosotan terpanjang sedunia, cobalah ke gunung Guntur. wkwk
  12. Kalau cuaca lagi gak bagus, jarak pandang sangat terbatas. Tertutup kabut. Jadi berhati-hatilah.
  13. Dan kalau cuaca lagi bagus, kita bisa menikmati keindahan kota garut dari ketinggian. Dan yang tak kalah bagus, hamparan taburan bintang menggantung di langit. Milkyway.
  14. eeuuumm… apa lagi yaaa..
Butuh kehati-hatian. kalau nggak mau jungkir balik, pilihannya adalah perosotan.

Butuh kehati-hatian. kalau nggak mau jungkir balik, pilihannya adalah perosotan.

Oh ya, jangan lupa buat itinerary. Buat yang udah expert mungkin ga masalah tanpa itinerary. Tapi buat yang masih belajar – seperti saya, itinerary itu mutlak. Senggaknya dengan itu kita punya bayangan. Mesti gimana, kemana, harus bagaimana, jam berapa. Semacam ruler gitu deh. Biar ga ngaco. haha.

Perkiraan biaya :

Bis Jakarta – Garut (PP) = Rp 42.000 x 2 = Rp 84.000/orang

Urunan logistik, cemilan, gas (dan apapun yang telah disepakati) = Rp 30.000/orang

Bayar Truk (berangkat 50.000, balik 200.000) = Rp 250.000/13 orang = Rp 20.000/orang(dibulatkan).

Jadi, total perkiraan biaya perorang = Rp 84.000 + Rp 30.000 + Rp 20.000 = Rp 134.000/Orang (Start Kp. Rambutan – Jakarta). 

Jangan lupa bawa uang lebih, secukupnya. Buat jaga-jaga. So, selamat menjelajah. Semoga pelajaran berharga dapat kita peroleh dan bawa pulang dari setiap penjelajahan yang dilakukan. Bukan hanya foto narsis yang kemudian jadi bahan pameran. Postingan lainnya mengeani gunung Guntur bisa dicek disini. 

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 17 Januari 2015, in Journey. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Mba untuk kontak truk masih punya ga?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: