Pelita Dalam Gelap

“Nah, anak-anak, ayo siapa yang masih ingat pelajaran kita kemarin?”

“Aku, bu guru”. Kirana mengangkat tangannya dengan semangat. Tidak hanya Kirana, tapi hampir seluruh murid dalam kelas.

“Baik, coba Kirana sebutkan apa saja yang kita pelajari kemarin”. Bu guru Amira memberi arahan, tidak kalah semangat dengan anak-anak didiknya.

“Mmmm… Sebelum makan kita harus cuci tangan dan tidak lupa berdoa Bu guru”. Nyaring, Kirana menjawab dengan wajah berbinar.

“Wah, anak bu guru pinter. Coba siapa yang sudah hafal doa sebelum makan?”.

Suasana kelas kembali riuh oleh respon penuh semangat anak-anak SD yang baru menginjak tahun pertama tersebut. Tiba-tiba ada keributan di pojok kelas. Rupanya si kembar Andra dan Andri sedang berebut buku. Tidak lama kemudian Elisa berlari kecil ke depan sambil memegangi roknya, sepertinya kebelet pipis. Lalu si Adam yang hyperaktif mulai menarik-narik rambut Rike yang dikepang.

**

Semua keributan di atas harus diatasi sendiri oleh Ibu Amira. Melelahkan, pasti. Tapi baginya semua itu justru menyenangkan, hal biasa dan perkara gampang.

Iya, Ibu Amira selain bertanggung jawab mencerdaskan secara Kognitif, juga bertanggung jawab terhadap perkembangan Psikomotorik dan Afektif anak-anak didiknya.


**

Dan itulah profesi guru, sekilas terlihat biasa saja, gampang dan sebagian orang  menganggap profesi guru itu tidak keren. Tapi coba kalau kita yang menjalani apa yang dilakukan Ibu Amira tadi. Bisa.?? Gampang.??

Faktanya tidak semua orang bisa jadi guru atau lebih tepatnya tidak semua orang sanggup jadi guru. Jujur, saya salah satu orang yang tidak bisa dan tidak sanggup jadi guru. Karena seorang guru harus punya KELEBIHAN. Catet, seorang guru punya KELEBIHAN.

Ilmu, pasti. Lalu kelebihan dalam menahan kesabaran, seorang guru punya rasa sabar yang lebih. Sabar dalam menghadapi anak didiknya yang terkadang tidak mau diatur. Sabar terhadap godaan keberpihakan, yaitu sikap pilih kasih terhadap murid-murid tertentu, sebab seorang guru harus memperlakukan anak muridnya sama rata.

Poin terpentingnya, seorang guru pasti punya kesabaran atas fakta pendapatan mereka. Ini benar-benar kelebihan yang luar biasa. Disaat orang berlomba-lomba menumpuk rupiah sebanyak-banyaknya, mereka cukup puas dengan pendapatan seadanya, bahkan terkadang kurang. Sehingga membuat sebagian dari mereka harus memutar otak untuk mendapat penghasilan tambahan, seperti berdagang atau bertani.

Ajaib, walau ilmu, waktu, perhatian dan keringat yang diabdikannya dihargai dengan rupiah seadanya, guru tetap  melangkah maju, tetap berinovasi dan tetap tersenyum. Semua itu guru lakukan demi mencerdaskan anak bangsa.

Bayangkan, kita, anak-anak kita, tetangga dan saudara kita tanpa guru. Kita mungkin bahkan tidak bisa membedakan mana benar dan salah. Seorang anak  tidak bisa dipantau selama 24 jam oleh orang tuanya, beruntung ada guru yang mengambil alih tanggung jawab tersebut.

Tidak salah jika pepatah menyebutkan “ Guru adalah pehlawan tanpa tanda jasa”. Guru adalah pahlawan bagi terciptanya generasi madani yang tidak hanya punya kemampuan Kognitif dan Psikomotorik tapi juga kemampuan Afektif. Menumbuhkan hardskil yang diimbangi softskil yang mumpuni untuk menghadapi tantangan persaingan yang semakin mengglobal.

Sudah sewajarnya kita menghargai guru-guru kita, pahlawan kita, pahlawan tanpa tanda jasa. Dan meniru semangat mengabdi yang tak kenal lelah. Dan sudah sewajarnya negara lebih memperhatikan kesejahteraan pahlawan-pahlawan ini. Sebab negara yang maju adalah negara yang menghargai para pahlawannya.

Guru, adalah profesi paling cool yang pernah ada😉 . Jadi jangan bandingkan profesi guru dengan artis papan atas atau orang kantoran. Sebab mereka tidak pernah ada tanpa tangan dingin guru-gurunya.
Sekali lagi, tidak semua orang bisa jadi guru, tidak semua orang sanggup jadi guru. Terpujilah engkau Ibu – Bapak guru.
Guru ku pahlawan ku
Pahlawan mu
Pahlawan negara
Pahlawan semesta

Ayo, dukung Gerakan Indonesia Berkibar dengan bergabung di sini . Untuk Indonesia yang lebih baik, untuk mengangkat mereka yang tidak punya kesempatan. Tunjukkan bahwa Kamu peduli.

[Source : Gambar, Video]

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 4 November 2012, in Sekitar Kita, Today and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: