Belajar dari Banjir

photo-banjir-Jakarta. artikel.majlisasmanabawi.net

Source as taged

Banjirr… banjirrr…

Satu kata itu tiba-tiba jado koor yang begitu merdu, tidak hanya bagi masyarakat Jakarta yang notabanenya sebagai korban, tapi teriakan dari teman-teman dari kota lain yang menyuarakan kekhawatiran pada saudara-saudaranya yang di jakarta.

Hampir semua ruas jalan Jakarta sudah tergenang banjir, tidak lagi bisa dilewati oleh kendaraan. Kalau satu dan dua hari yang lalu banjir sudah menggenangi daerah yang memang rawan banjir, pagi ini hampir seluruh Jakarta tergenang banjir. Owhh Tuhaaann..

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Jakarta jadi daerah langganan banjir,

Pertama, warganya yang masih juga tidak mengerti bagaimana menjaga lingkungannya dari sampah. Membuang sampah sembarangan, disaluran air. Buang sampah sembarangan ini tidak hanya menyebabkan tersumbatnya aliran air, tapi juga mengotori pemandangan, ngga keren banget dah – Ibu kota negara – tapi sampahnya dimana-mana.

Kedua, karena semakin tahun tanah Jakarta semakin menurun, semakin merendah hingga aliran pembuangan air sama tingginya dengan pemukiman warga. Semakin berkurang lahan resapan, digantikan dengan gedung-gedung pencakar langit yang tidak ramah lingkungan membuat proses ini semakin komplit.

Ketiga, curah hujan yang memang intens. Pagi ini, mulai dari tadi malam sebenarnya, hujannya secara intens mengucur dengan sangat deras, merata. Daerah resapan tidak mampu menampung luapan air hujan sebanyak itu, akhirnya meluber ke jalanan dan pemukiman warga.

Informasi mengejutkan datang dari kakak saya pagi ini. Kebetulan dia berangkat kerja duluan. “Dek, ngga usah kerja. Banjir”.

Saya tahu untuk saat sekarang banjir itu pasti, tapi saya tidak yakin kalau Salemba yang selama ini saya tahu sebagai daerah aman dari banjir ternyata dapat jatah. “Banjir dimana?”, tanyaku.

“Banjir di Salemba, jalanan tergenang, udah ga bisa lewat. Ngga usah kerja”, sekali lagi dia meyakinkanku.

Huuhh… Banjir

Semua orang pasti setuju bahwa hujan adalah anugerah. Dan tentu tidak ada satu orangpun yang sanggup menghalangi turunnya hujan. Setidaknya hujan mengajarkan kita tentang sesuatu. Agar kita lebih menjaga lingkungan sekitar, agar kita belajar untuk saling peduli dan respek terhadap musibah yang dialami orang lain.

Semoga kita belajar. Semoga banjirnya cepat surut supaya kita bisa beraktifitas normal sebagaimana biasanya. Aamiin J

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 17 Januari 2013, in Sekitar Kita, Today. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: