Lara Sang Pertiwi diakhir tahun

Puluhan rumah hanyut dan beberapa keluarga kehilangan sanak-saudaranya akibat banjir bandang yang terjadi di Wasior, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Senin (4/10/2010) pagi. Warga hingga kini mengungsi ke tempat-tempat tinggi di perbukitan karena air dilaporkan.



Belum lagi bencana wasior pulih Gunung Merapi pun menunjukkan kegarangannya. Dan Gempa yang disusul Tsunami di Mentawai memporak-porandakan daerah tersebut. Belum lagi banjir yang menggenangi berbagai daerah di Nusantara.

Bencana yang datang seakan tak pernah berhenti. Tak bisa diramal, terlebih dicegah. Manusia hanya bisa pasrah. Memang kita bisa menyiapkan berbagai peralatan pemantau bencana, namun jika Sang Pencipta berkehendak, maka yang harus terjadi, terjadilah.

“Kita harus membenahi diri. Zaman sudah tua, orangnya sudah tak karu-karuan. Sudah banyak maksiat di mana-mana, mungkin ini teguran,” ujar Anwar, warga, menanggapi bencana yang terjadi belakangan ini.

Warga lain berpendapat, bencana sebaiknya bisa menjadi bahan instropeksi diri. Sebab, boleh jadi bencana yang ada bukan sekadar musibah tapi merupakan peringatan untuk manusia.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 27 Oktober 2010, in Sekitar Kita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: