Pejalan Kaki Diperkosa

Kota semacam Jakarta merupakan gudang segala hal. Makanya sekarang jadi penuh sesak ngga ketulungan. Biar bagaimanapun usaha kita untuk mengingkarinya, diantara kita mungkin adalah bagian dari orang-orang yang tergiur oleh gemerlap kota metropolitan satu ini. Termasuk saya..:mrgreen: [silahkan salahkan pemerintah [#piiiss^^] yang tidak membangun secara merata, salahkan pemerintah yang apa-apa harus dibangun di Jakarta sehingga sekarang Jakarta penuh sessak dan tertekan hingga perlahan-lahan permukaan tanahnyapun semakin rendah dan jadi sasaran banjir, genangan air yang tak terbendung dikala musim hujan tak bisa dihindari, dan banjir yang diakibatkan oleh air rob.

Salah satu hal krusial yang saya rasakan selama di Jakarta adalah pemandangan yang tidak lazim atau tidak manusiawi atau apalah itu, yang jelas sangat menyebalkan. Saking sebalnya ubun-ubun kadang rasanya mendidih.

Ya, di Jakarta kita akan melihat pemandangan yang tak lazim ini setiap hari dan dimana-mana, pejalan kaki DIPERKOSA – diperkosa haknya sebagai pejalan kaki.

Diperkosa oleh pengendara motor. Sebagaimana kita tahu, populasi sepeda motor di Jakarta bagaikan jamur dimusim hujan.

Mending kalau jamurnya bisa dimakan. Yang ada kita selalu makan hati dibuatnya. Pengendara motor suka seenak jidatnya menggunakan jalan. Selap-selip sana-sini, pokoknya selama masih ada celah hayuuukk hajarrr. Salap-selip di jalur busway yang cuma muat busway doang aja dihajar.

padatnya-motor

Memang mengendarai motor merupakan salah satu solusi jitu menghadapi macetnya Jakarta. Tapi setelah mereka [pengendara motor  -red], menemukan solusi untuk dirinya, perlahan mereka berubah menjadi monster yang tak tahu aturan.

Selain selap-selip diantara pengendara mobil, mereka punya trik jitu lainnya, yaitu memperkosa hak pejalan kaki dengan mengambil alih trotoar. Sepertinya mereka tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar, atau kalau mereka pernah sekolah dasar nilainya pasti nol (0). Di sekolah dasar jelas-jelas kita diajari bahwa TROTOAR UNTUK PEJALAN KAKI, bukan buat motor.

Sedangkan ketika pejalan kaki sedikit saja menyentuh jalan diluar trotoar, tidak diragukan lagi kita bakal jadi bulan-bulanan mereka, jarang ada yang bermurah hati memberhentikan motornya dan membiarkan kita lewat. Tak ada tempat bagi pejalan kaki.

trotoar-milik-pejalan-kaki

Selain motor, pemerkosa pejalan kaki lainnya adalah mobil-mobil yang terparkir dibahu jalan. Apa yang harus dilakukan pejalan kaki, ketika jalan gang yang sempit habis digunakan untuk parkir, sementara kalau pejalan kaki nengah dikit untuk ngambil jalan, mobil dan motor di belakangnya siap menyerempet, ini kenyataan yang pernah saya alami. Sialnya, pengendara yang menyerempet itu tidak meminta maaf dan turun, tapi hanya melihat sekilas lalu berlalu tanpa merasa bersalah. Mereka kira jalanan punya nenek moyangnya kali.

Pemerkosa yang lainnya adalah dinas pekerjaan umum, dan instansi-instansi yang berkepentingan dengan bahu jalan, mulai dari PAM lah, kabel ini itu lah. Asal kalian tahu, bahu jalanan Jakarta ini suka digali-gali, digaliiii dan digali lagi. Baru satu bulan selesai digali, eh bulan depannya digali lagi. What theee… huuhh

Dinas pekerjaan umum, sering sekali ngadain proyek pembenaran bahu jalan. Ngeganti bahan trotoarlah, ngeganti batanyalah, ngeganti mar-marnyalah. Pintar sekali. Entah itu memang dibutuhkan atau hanya sekedar penghamburan APBD, itu urusan mereka. Lagipula, kalau mereka tidak punya proyek begini-begitu, dikhawatirkan mereka tak punya pendapatan sampingan, kan kasian😛

Bicara tentang bobroknya birokrasi di Negeri tercinta ini takkan ada habisnya, buang-buang waktu dan bikin pusing sendiri. Untuk itu semoga suatu saat, lahir pemimpin yang benar-benar peduli dengan rakyatnya, yang tidak hanya bisa bilang “SAYA PRIHATIN” melainkan aksi yang lebih nyata. Sehingga suatu saat hak para pejalan kaki tidak melulu diperkosa, melenggang ditrotoar tanpa harus khwatir terserempet dari belakang. Semoga…..

===
Re-post
@Salemba – Agustus 2013

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 29 Desember 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog, Sekitar Kita. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. bisa dibilang pelanggaran HAM berat jugakah yg seperti ini

    good artikel ka🙂

    btw, animasi yg diatas kanan lucu ka🙂

    Suka

    • Iyaaaa. iyaaa..
      ini pelanggaran Hak Asasi Manusia sebagai pejalan kaki.. hahhaa

      Ooowhh..mimpi apa saya nanti malam, dikunjungi oleh panitia.. hahha
      Thanks kakakkkk:mrgreen:

      Suka

  2. Aaaah. Setuju banget sama hal ini. Sebel bin bete kalo pas jalan kaki di Jakarta mah..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: