Menuju Asean Community 2015 : Negara Anggota Harus Pandai Menahan Diri

Singapore_montage

Akhirnya sampai juga kita di hari ke-7 dengan negara tujuan Singapura. Mari rapatkan sabuk pengaman karena sebentar lagi kita akan mendarat di bandara kebanggaan negara Singapura sekaligus kebanggaan Asean yaitu Bandar Udara Internasional Changi Singapura [Singapore Changi Airport].:mrgreen:

Adakah yang berpikiran sama dengan saya? “ How can, negara sekecil ini mampu membangun dan mengelola bandara semegah itu, hingga menjadi salah satu pilar utama pendapatan negaranya. Penyambut tamu yang ampuh bagi para wisatawan semenjak dipintu masuk negara dengan kenyamanan bandaranya. Bagaimana bisa? Tapi begitulah kenyataannya. Dan kita patut berbangga hati karena negara Singapura merupakan saudara dekat kita, negara yang tergabung dalam satu kesatuan Asean.

Nama resmi : Republik Singapura

Ibukota : Singapura

Luas wilayah : ± 583 km²

Jumlah penduduk : 4.425.720 (2005)

Kepadatan : ± 7.591 jiwa/km²

Agama : Buddha (31,9%), Tao (21,9%), Islam (14,9%), Kristen (12,9%), Hindu (3,3%), dan lainnya 0,6%, sedangkan sisanya (14,5%) tidak beragama

Suku bangsa : Etnis Cina (77,3%), etnis Melayu yang merupakan penduduk asli (14,1%), etnis India (7,3%), dan etnis lainnya (1,3%)

Mata uang : Dollar Singapura.

Bahasa : Inggris, Mandarin, Melayu, Tamil (bahasa resmi) dan Melayu (bahasa nasional)

Lagu kebangsaan : Majulah Singapura

Kemerdekaan : Tahun 1959 (dari kekuasaan Inggris)

Singapore_port_panorama pelabuhan

Dibalik minimnya luas negara membuat Singapura lebih peka terhadap peluang dan potensi perekonomiannya.  Sebagai negara yang strategis dalam jalur perdagangan, Singapura menyediakan tempat transit yang mumpuni bagi para pebisnis. Terbukti bahwa mereka tidak setengah-setengah  membangun dan mengelola bandara Internasional dan pelabuhan.

Hal ini secara tidak langsung mengundang minat para investor untuk berinvestasi,  sehingga pembangunan infrastuktur di negera ini termasuk dalam bilangan fantastis, setara dengan negara-negara eropa. Selain bandara dan pelabuhan sebagai pilar ekonominya, Singapura juga memiliki potensi alam, sosial budaya, industri, perdagangan jasa dan pariwisata.

Namun demikian, dibalik gemerlapnya perekonomian Singapura ternyata mereka juga punya masalah.

Singapura terdiri dari 63 pulau, termasuk daratan Singapura sebagai pulau utama sering disebut Pulau Singapura

Seperti halnya masalah-masalah yang biasa timbul dalam kehidupan bernegara, Singapura bermsalah dengan perbatasan wilayahnya. Beberapa pulaunya menjadi sengketa dengan Malaysia.

Singapura mempunyai sengketa perbatasan dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan, yaitu Pedra Branca atau oleh masyarakat Malaysia dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan. Persengketaan yang dimulai tahun 1979, sebenarnya sudah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional tahun 2008, dengan menyerahkan Pulau Pedra Branca kepada pemerintahan Singapura. Namun dua pulau lagi masih terkatung-katung penyelesaiannya dan penyerahan Pedra Branca itu, kurang diterima oleh Masyrakat Malaysia sehingga kerap terjadi perselisihan antar masyarakat. Perselisihan semacam ini wajar saja terjadi, melihat sejarah asal mula terbentuknya negara Singapura.

Tentu hal ini akan menjadi ganjalan untuk mencapai satu kesatuan Asean. Mengingat akan segera di berlakuakannya Asean Community tahun 2015 mendatang, diharapkan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal, yang merangkul seluruh negara di ASEAN

Penyelesaian sederhana bisa dilakukan dengan cara perundingan secara intim antara kedua negara, tanpa harus melibatkan pihak luar. Hal ini penting sekali, jangan sampai masalah perbatasan merusak hubungan diplomasi yang telah terjalin antara kedua negara yang bersengketa.

Dalam perundingan tersebut, kedua negara bisa membeberkan fakta-fakta yang dimilikinya mengenai kepemilikan perbatasan yang disengketakan, berupa dokumen-dokumen penting seperti yang dilakukan Singapura dalam mempertahankan Pedra Branca.

Disini, fungsi kesatuan Asean akan diuji, dengan menjadi pihak penengah dengan catatan tidak memihak pada salah satu negara.

Dan apabila kesepakatan masih belum tercapai, maka jalan terakhirnya dalah dengan menyerahkan urusan tersebut ke Mahkamah Internasional. Apapun hasil keputusan yang nantinya dikeluarkan sudah seharusnya kedua negara menerima dengan lapang dada. Dan pemerintah harus mensosialisasikan pada masyarakat agar tidak terjadi kesalahfahaman lagi kedepannya.

==

Bicara tentang perbatasan negara memang sangat riskan, karena ini berkaitan dengan kedaulatan negara. Penyelesaiannya pun agak njelimet. Jika tidak pintar-pintar mengatasinya bisa-bisa penyelesaian akhirnya berujung pada tindak kekerasan.

Menjalankan sebuah negara ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Mudah saja kita  mengatakan ganyaaaaang, namun setelah itu akan timbul masalah-masalah baru, kesimpulannya masalah tidak akan ada habisnya. Untuk itu, sudah seharusnya setiap negara yang bertikai mampu  menahan diri.

Dengan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, maka mudah-mudahan cita-cita Asean menjadi satu komunitas tunggal dapat terlaksana secara lancar. Karena masyarakat Asean telah merasa menjadi satu, tak ada lagi yang perlu diperdebatkan, lalu mulai bahu membahu membangun Asean yang lebih maju.

Refernsi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura

http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Changi_Singapura

http://mengerjakantugas.blogspot.com/search?q=singapura

http://id.wikisource.org/wiki/Konvensi_Perserikatan_Bangsa-Bangsa_tentang_Hukum_Laut

http://haqrahdewisafytra.blogspot.com/2011/01/sengketa-pedra-brancabatu-puteh.html

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 2 September 2013, in ASEAN. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: