Please Come Back Home

cinta-ibu

Sampai tadi malam, seblelum saya memejamkan mata walau hanya sejenak, lalu bangun dan berkegiatan seperti biasanya – sampai tadi malam saya masih teguh berpendirian bahwa ikut test CPNS itu percuma. Buang buang waktu, buang uang, buang tenaga. Sebab percuma saja, karena bahkan sebelum ujian saringan saja orang-orang yang diterima sudah ditentukan lalu untuk apa capek -capek ikut test??!!!

Menjelang perhelatan yang katakan saja ini merupakan perhelatan akbar, penerimaan pegawai secara nasional dan digaji oleh pemerintah, anak bangsa berduyunan mencari celah menciptakan peluang.

Namun sayangnya, ada saja oknum yang merusak harmoninya. Main belakang, suap menyuaplah.

Entah mau jadi apa negeri ini, jika pegawai yang digajinya adalah orang-orang culas yang menghalalkan segala cara. Bagaimana mungkin negeri ini bisa maju, jika niat awal para pegawainya adalah tentang uang dan kedudukan. Mencari cara agar uang pangkal yang mereka keluarkan segera kembali, agar sawah dan ladang yang digadai bisa segera ditebus.

Ada yang heran..?? Kemana saja bung..!! Praktek semacam ini sudah mengakar mendarah daging dinegeri tercinta ini.😛

Makanya percuma ikut ikut test CPNS atau instansi-instansi kepemerintahan dan semacamnya, percuma karena kamu hanya bisa jadi korban keculasan mereka.

==

Ituuuu, sampai tadi malam saya masih berpikiran seperti itu.

Tapi menjelang pagi, saat kegiatan sudah dimulai, angin segar itu sayup-sayup menghangatkan hati. Tadi pagi iseng-iseng ngeliatin formasi penerimaan CPNS daerah saya. Di Kabupaten daerah asal saya membutuhkan formasi CPNS yang lumayan banyak, dan diantara formasi yang disediakan, ada salah satu posisi yang membuat saya benar-benar ingin mencoba test CPNS kali ini, percobaan yang pertama kalau jadi.:mrgreen:

Sekembali dari libur lebaran kemarin saya selalu dibayang bayangi wajah sedih nan kecewanya Ibu. Entahlah, hanya saja saya merasa seperti anak yang paling jahat sedunia. Wajah sedih berbalut kecewa itu benar benar tak mau menyingkir dari pikiran.

“Nak, pulanglah ke rumah. Temani Ibu yang sudah mulai tua ini. Kakak kakakmu tidak bisa diharapkan. Ibu tahu mereka juga menyayangi Ibu, tapi rasa sayang dan bentuk perhatian seorang anak perempuan tentu berbeda dengan anak lelaki, dan Ibu ingin kamu yang menemani Ibu,”

begitulah pintanya setiap kali ada kesempatan. Setiap kali pulang sangat jelas keberatan Ibu waktu melepas kembali.

Dan menjelang lebaran kemarin saya benar-benar yakin akan, saya akan mencoba untuk mencari jalan agar saya bisa memenuhi permintaan Ibu. Tapi dari beberapa rencana yang sudah ada justru menemui jalan buntu, kekecewaan dan pesimis menguasai hati dan pikiran karena rupanya praktek-praktek semacam itu telah menjadi juragan disana. Padahal saya sudah membuat Ibu begitu senang dengan rencana tersebut, dia benar benar senang dan bersemangat.

Namun setelah mendengar keputusanku untuk kembali saja ke Jakarta, Ibu benar benar kecewa, matanya nanar dan senyumnya redup.

What the, bisakah saya melupakan wajah lelah yang diselimuti harapan dan kekecewaan itu. Saya tidak bisa.😦

Karena dorongan itulah saya ingin mencoba. Selain itu, setelah dipikir-pikir, perjalanan ini tidak akan pernah ada akhirnya jika kita tidak memiliki tempat berhinggap yang mumpuni, tidak akan pernah ada akhirnya, tidak akan pernah ada kata cukup. Saya ingin mengakhiri petualangan ini.

Maka jika rasa puas terhadap materi tidak bisa terpuaskan, ada jalan yang lebih indah untuk memuaskannya, yaitu berbagi, mengabdi dan berbakti.

Dan saya yakin Allah tidak pernah tidur, Dia akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang berusaha, yang memiliki niat baik, yang bersungguh-sungguh. Selama kita masih percaya dengan usaha dan kerja keras serta Tuhan, maka tidak ada yang mustahil, dan jikapun gagal, kegagalan itu bukanlah hal yang percuma.

Please comeback home, suara lembut penuh harap itu selalu terngiang.

Untuk mengikuti seleksi CPNS tentu ada berkas-berkas yang harus disiapkan, artinya dalam beberapa hari saya harus pulang – lagi. Entah bagaimana kelanjutan tantangan Saya pribadi berharap bisa bertahan sampai akhir walau harus posting via Hp. Bolehkan min..?? mungkin nanti saya tidak tahu berapa karekter yang saya posting, heheh. dan mungkin tanpa gambar pula. Tapi yang penting saya ingin bertahan sampai kahir😉

==
Pengumuman hasil seleksi diundur, tadinya saya kira pengumumannya awal Desember, eh ternyata di pertengahan bula, eeehhh diundur lagi jadi akhir bulan. Mudah-mudahan sih ngga diundur lagi.
===

Re-post
@Salemba – September 2013

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 23 Desember 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog, Catatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: