Tandus

Telaga kata yang dulu terbentang luas

Seolah tak bermasa akan berakhir

Untaiannya mengalun menyapa jiwa

 

Dan waktu terus berpacu

Menerobos malam yang hitam

Mengikis lumbung kata

Membuat ucap tak berarti

Hingga hati ingin akhiri

 

Telaga itu telah kering

Yang tersisa hanya tetesan-tetesan kekecewaan pada ketidak sanggupan

Dengan apa lagi ungkapkan kata

Karena lumbung kata telah tiada

Menyisakan kata-kata dangkal yang tak bermakna

 

(13 mart 2006)

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 9 Desember 2010, in Kelana kata. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: