Category Archives: Review Film dan Drama

Memaknai CINTA lewat Film Tausyiah Cinta

Official_Poster_Film_Tausiyah_Cinta.jpeg

Official Poster [cr:wiki.id]

Adalah Lefan (Rendy Herpy). Baginya cinta dalah membuktikan pada ayahnya bahwa ia, ibu, dan kakaknya dapat hidup bahagia dan sejahtera tanpa kehadiran sanga ayah.

Lefan membuktikannya dengan kerja keras, hingga ia berhasil jadi salah satu ekskutif muda yang cukup diperhitungkan.

Lefan boleh bangga dengan segala pencapaian dan kedudukannya. Tapi rupanya semua itu tidak memberikannya  rasa tenang. Pergolakan batin yang tiada henti terus saja menghantuinya. Baginya CINTA itu samar. Entah apa. Batinnya kosong.

Pergolakan demi pergolakan terus menghantui hidupnya. Ia kehilangan Ibu dan kakaknya. Read the rest of this entry

[Review] The Moon That Embraces the Sun

Judul: 해를 품은 달 / The Moon That Embraces the Sun
Judul Cina: 月亮怀抱太阳
Judul Lain: The Sun and The Moon / The Moon Embracing the Sun
Genre: Romantis, Fantasi, Periode
Episodes: 20
Stasiun TV: MBC
Lama mengudara: 4-Jan-2012 sampai 8-Mar-2012
Waktu mengudara: Wednesday & Thursday 21:55

Sinopsis

“The Moon Embracing The Sun” menceritakan tentang cerita cinta antara Raja Lee Hwon dan wanita shaman bernama Wol. Wol terlahir dari keluarga bangsawan dan menjadi putri mahkota, tetapi ia terperangkap dan harus menghadapi eksekusi. Akhirnya, ia hidup sebagai shaman. (*shaman: seperti dukun/peramal. Ia punya kemampuan untuk melihat masa depan)

Pemain

Pemain Utama Read the rest of this entry

Antara Cinta Dan Tahta

The Great of Quenn SoenDoek



Ini adalah kisah tentang Queen Seondeok yang terlahir sebagai seorang putri dari dinasti Silla yang kemudian akan memerintah sebagai Ratu atau penguasa dinasti Silla (tahun 632 s.d 647 M). Dia adalah penguasa ke-27 dan Kaisar wanita pertama dinasti Silla.

Dia terlahir sebagai saudari kembar Putri Cheonmyong dan hampir mati ketika masih bayi. Dia hampir dibunuh oleh Lady Mi-Shil yang juga berambisi menguasai kerajaan. Seorang pelayan setia bernama So-hwa menyelamatkannya dan membawanya lari dari istana. Dia dibesarkan diluar kompleks istana. Ketika Deokman berusia 15 tahun, dia mengetahui jati dirinya bahwa ia adalah seorang Putri kerajaan Silla.

Setelah Putri Deokman Menjadi Ratu (eps 57)

DeokMan: Pernah suatu ketika, segala sesuatunya sangat mudah. Tapi lalu mereka mengetahui bahwa aku adalah seorang putri, mereka mencoba membunuhku. Orang lain yang mencoba melindungiku, mati di depan mataku. Dan sisanya, berlutut padaku dan mengatakan aku harus melakukan segala sesuatu yang terbaik. Lalu suatu hari, aku datang. Seperti tidak terjadi apapun, kau bicara padaku dengan nada biasa. Aku mengatakan padamu untuk tetap seperti itu. Kau, memperlakukan aku seperti aku yang dulu. Paling tidak denganmu, aku bisa merasakan kehidupanku yang dulu.



Bahkan ketika aku sudah masuk ke istana, kau membawakan aku bunga, dan dengan pandangan mata cemas, kau menggenggam tanganku dan menyentuhku. Jikapun kau punya alasan lain, aku tidak peduli. Ketika aku melihatmu, aku merasa menjadi diriku yang dulu. Aku sangat menyukainya.
BiDam: Lalu kenapa? Kenapa kau berubah?
DeokMan: Karena aku tidak lagi memiliki nama. Putri mahkota, Putri. Bahkan bandit di pasar pun punya nama. Tapi seorang raja, tidak memiliki nama. Aku hanyalah, “Yang Mulia”. Sekarang tidak ada lagi yang memanggil namaku.
BiDam: Aku. Aku akan memanggil namamu.
DeokMan: Memanggil namaku adalah pengkhianatan. Bahkan jika kau memanggil namaku karena kau mencintaiku, dunia akan berkata itu pengkhianatan. Kenapa aku berubah? Karena pada saat kehilangan namaku, kau menjadi tidak lebih dari orang yang dapat menghancurkan aku. Aku sebagai penguasa harus selalu mengawasi dan mencurigaimu. Karena aku harus selalu mencurigaimu dan berpikir bahwa kau akan menjadi Mishil yang lain. Tapi Bidam… (Deokman menangis) Apa kau menyadari betapa beratnya itu bagiku? Apa kau tahu bagaimana aku ingin mempercayaimu, bagaimana aku ingin bergantung padamu?



BiDam pergi meninggalkan DeokMan,BiDam menuju kuil Mishil,.. (Lady MiShil=emaknya Bidam)
DeokMan mengikutinya.
BiDam: Yang Mulia
DeokMan: Kau harus berada di sisiku. Bukan sebagai seseorang yang menekan dan mendesakku, yang membuatku merasa asing. Tapi seseorang yang berkedip padaku, yang memberiku bunga. yang selalu menghiburku, yang mengenggam tanganku yang gemetar. Aku membutuhkanmu. Aku berusaha menutupinya, bahkan menghapusnya. Sengaja. Aku melakukannya dengan sengaja. Aku berpikir bahwa perasaan sepele itu tidak pantas untuk seorang penguasa.
BiDam: Yang Mulia.
DeokMan: Hanya kau yang menganggapku seseorang, menganggapku sebagai seorang wanita. Aku menyukainya. Kau, yang mencintaiku sebagai seorang wanita. Aku mencintaimu. Tapi, bisakah aku memiliki perasaan itu?



Eps 58 : 
Di episode ini, Bidam membuat perjanjian dengan Doekman yang isinya, “Kalau nantinya Deokman meninggal lebih dulu dibanding Bidam, Bidam akan mundur dari jabatannya dan menyerahkan semua pasukan dan bawahannya pada istana.” Dia bilang, untuk apa aku memiliki jabatan, kekuasaan dan pasukan bila tidak ada Doekman. So sweet, right.

Pada saat pertemuan para noble, Doekman mengumumkan bahwa dia akan menikah dengan Bidam. Bukan hanya para anggota kerajaan yang tercengang dan kaget mendengarnya, Bidam sendiri pun sangat terkejut.

Eps 60 : 
Pengikut Bidam sangat marah mengetahui isi perjanjian antara Bidam dan Deokman,. Mulailah mereka mengatur strategi Pemberontakan dengan mangatas namakan Bidam. Tujuan mereka adalah untuk memecah rasa saling percaya antara Bidam dan Deokman.

Dilain tempat Ratu Soendeok menulis Surat untuk Bidam, yang isinya :
ini akan menjadi tugas terakhirku di Serabol. Setelah semua ini berakhir, aku akan turun tahta dan pergi ke Chu-A-Gun. Jadi, bangun sebuah rumah kecil dan tunggu aku di sana. Walaupun hanya untuk waktu yang singkat, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
Apapun yang terjadi, percayalah padaku. Dan tunggu aku. DeokMan.

Eps 62/Ending : 
Bidam tahu bahwa dia telah diperalat dan diprovokasi.
Kemudian Bidam mendatangi YeomJong.
BiDam: Kau.. Ini semua ulahmu. Semuanya ulahmu, Brengsek!
YeomJong: Itu masalahnya. Aku membunuh Munno. AKu yang memulai pemberontakan. Dan sekarang, kau melawan Yang Mulia karena aku? Ha ha ha. Bahkan tanpa aku, aku tetap akan membunuh Munno dan mengambil buku itu.
BiDam: Diam!
YeomJong: Bahkan tanpa aku, kau akan melakukan semuanya untuk mendapatkan Yang Mulia. Apa kau mau mengelak?
BiDam: Diam, Brengsek!
YeomJong: Apa yang kau lakukan 10 tahun terakhir ini? Kau melakukan segalanya untuk mendapatkan kekuasaan. Kenapa?! Karena Munno menyia-nyiakanmu? Untuk memenuhi keinginan Munno yang terakhir? Karena aku memprovokasimu? Tentu saja tidak. Itu karena di dalam dirimu, kau ingin menjadi raja. Kau berkeinginan untuk memiliki segalanya.
BiDam: Ada hal yang tidak kau mengerti. Aku tidak seperti itu. Aku hanya…
YeomJong: Aaahhh… Cinta. Kau seperti ini karena cinta. Benar. Aku hanya membantu sedikit. Jika romantika sudah berhasil, semua hal akan berputar ke arah yang lain? Tidak. Kau tetap membutuhkan aku. Kenapa? Karena kau merasa tidak aman. “Kapan Yang Mulia akan membuangku?”, “Kapan Yang Mulia akan menyia-nyiakan aku?”. Kau sangat takut, karena kau tidak bisa mempercayai seseorang. Itulah dirimu. Kau tidak bisa berkata, “Aku harus percaya padanya” melainkan “Kapan orang itu berhenti mempercayaiku? Kapan aku akan disia-siakan.”. Hanya itu yang ada di pikiranmu.
BiDam: Hentikan.
YeomJong: Haa haa… Apa kau sadar? Yang Mulia… Mempercayaimu hingga akhir.
Bidam lemas, berpegangan pada kursi dan terjatuh di atasnya. Bidam membunuh YeomJong.
YeomJong: Kau lah yang tidak percaya padanya. Hubungan cinta kalian berdua… Bukan Yang Mulia atau aku yang merusaknya. Orang yang merusaknya.. adalah kau sendiri, Bidam. Haa haaa haaa…
Bidam Membunuh YeomJong
BiDam: Aku bukan orang seperti itu…

Misaeng masuk ke ruangan dimana Bidam telah membunuh YeomJong
(MiSaeng==adiknya Lady Mishil)
MiSaeng: Perdana Menteri… Cepat.. Gerbang Utara…
BiDam: Aku bukan orang seperti itu…. Minggir (Katanya pada Misaeng)
MiSaeng: Bunuh aku juga. Ha, ha, ha. Untukku, yang beranggapan orang sepertimu setara dengan kakakku, benar-benar bodoh. Sangat bodoh bagiku untuk mempercayaimu dan mencoba mendapatkan sesuatu yang besar. Kakakku telah salah menilaimu.
BiDam: Sesuatu yang besar. Aku lahir untuk memenuhi keinginan Mishil dan aku dibesarkan untuk memenuhi keinginan Munno. Sesuatu yang hebat, apakah untuk memenuhi keinginanmu?
MiSaeng: Kakakku membuangmu, dan Munno tidak bisa memberimu cinta, dan kami mengganggu hubungan cintamu. Lihat kemari, BiDam. HyeongJong-ku tersayang. Apa kau mencoba menyangkal bahwa kaulah yang menghancurkan hubungan cintamu? Satu-satunya orang yang bisa menghancurkan dirinya, adalah dirinya sendiri. Bukan orang lain. Kau menghancurkan dirimu sendiri, hal yang sangat menyedihkan.
BiDam: Kenapa kau baru mengatakan itu padaku sekarang?
MiSaeng: Kata-kata itu sudah pernah dikatakan. Kakakku mengatakannya, Tuan SeolWon mengatakannya, dan aku mengatakannya. Seluruh dunia mengatakannya. Hanya saja, kau tidak mendengar.

Bidam,seorang diri menuju ke camp pasukan Deokman.. (Bidam ingin menemui Deokman untuk menjelaskan bahwa dia telah salah faham, dan pastinya untuk minta maaf kaleee yahh..).
Prajurit: Pengkhianat BiDam! Melanggar perintah kerajaan!
BiDam: Orang yang bisa membunuhku akan diingat oleh sejarah!!! Majulah!!!

dan akhirnya seperti ini ==è


“DeokMan….. DeokMan Ku…” Ratu Soendeok pingsan beberapa saat setelah BiDam meninggal di depan mata kepalanya sendiri.

Ratu Soendoek meninggal setelah 3 hari kepergian belahan Jiwanya.
Tragisss…
“”Seorang Penguasa terlihat seperti memiliki segalanya, tapi kadang mereka tidak bisa memiliki apa yg mereka inginkan, Termasuk CINTA”



Cincin yang sama yang dipakai oleh BiDam… “Selama ini kita belum pernah berbagi sesuatu pun, pakaiLah ini sebagai pengikat hati kita” Arrrgghhh… So Sad L *Srootttt,,lap ingus di baju Jukbang..xDD

 

“Mineè catatan dari Fb q”

Drama Korea The Great Queen Seon Deok dan Sejarahnya

Title: 선덕여왕 (善德女王) / Seonduk Yeo Wang

Also known as: Queen Seon Duk

Genre: Historical, period

Episodes: 62

Broadcast network: MBC

Broadcast period: 2009-May-25 to 2009-Dec-22

Sinopsis : 

Diawali pada masa pemerintahan kerajaan JinHeung, Silla berhasil menjadi kerajaan yang paling ditakuti masyarakat Korea. Raja JinHeung mempunyai orang-orang kepercayaan seperti salah satunya Mishil adalah yang sangat dekat dengan raja JinHeung satu-satunya wanita dipinpinan kerajaan. Tidak hanya itu Mishil juga memegang kekuasaan pintu gerbang istana. Raja JinHeung pernah menceritakan tentang kisah belatih emas pada Mishil, yang dulu pernah digunakannya menaklukan harimau (diartikan sebagai rintangan) telah menjadi isyarat takdir peminpin kerajaan Silla.

Pada saat-saat kritis raja JinHeung menghembuskan nafas terakhir, ia menyuruh Mishil menuliskan sebuah surat wasiat yang seharusnya berisi Baekjong sebagai penerusnya dan perintah agar Mishil dan pangeran Geumnyun menjadi seorang biksu ditempat terpencil dari keramaian. Sebenarnya raja JinHeung menyadari Mishil tidak akan menjalankan perintahnya, oleh sebab itu ia memerintahkan SeolWon sang jenderal gagah berani untuk membunuh Mishil, seorang wanita yang akan menjadi duri di kerajaan Silla nantinya, tapi setelah raja JinHeung meninggal rencana itu gagal, disebabkan karna SeolWol ternyata menjalin hubungan gelap dengan Mishil, lalu Mishil membuat rencananya sendiri agar ia menjadi seorang ratu. 

 

Dengan kekuasaannya, Mishil mampu mengubah isi surat wasiat peninggalan mendiang Raja Jinheung. Sebagai ganti Baekjeong, yang menjadi pemimpin Shilla justru malah Pangeran Geumnyun yang diberi gelar Raja Jinji. Sebagai imbalan, sang raja baru menjadikan Mishil sebagai pendamping.

Raja JinHeung pernah meramalkan bahwa sampai 7 rasi bintang biduk belum menjadi 8, tidak ada yang bisa mengalahkan Mishil, Munno yang mempunyai pengetahuan tentang astronomi terus mengamati langit.

Tahun demi tahun berlalu, hubungan Raja Jinji dan Mishil memburuk karena sang istri tidak juga dijadikan permaisuri. Bahkan saat Mishil membawa bayi hasil hubungan mereka, Raja Jinji bergeming. Dengan kejam, Mishil meninggalkan bayinya begitu saja saat strateginya tidak berhasil.

Sementara itu, Baekjeong (Baek Jong-min) yang telah tumbuh dewasa tengah gembira karena istrinya Putri Maya (Park Soo-jin) tengah mengandung. Saat hendak berdoa di kuil, secara tidak sengaja Putri Maya melihat pasukan Hwarang tengah bersiap-siap seolah hendak menghadapi pertempuran hidup-mati.

Rupanya, semua adalah bagian dari strategi Mishil. Kehadiran Putri Maya bersama dayangnya Sohwa (Seo Young-hee) terlihat oleh Seolwon, yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk menculik sang putri. Munno yang melihat dari kejauhan mulai curiga, dan memutuskan untuk mengikuti Putri Maya.

Dugaan Munno ternyata benar, Putri Maya langsung ditarik paksa oleh beberapa orang untuk masuk kedalam tandu. Tiba-tiba Munno teringat dengan mimpinya, ia sadar bahwa yang diramalkan oleh mendiang Raja Jinheung ada hubungannya dengan Putri Maya.

Keadaan di lingkungan istana tidak kalah genting, Raja Jinji mendapat penolakan dari pasukan Hwarang. Bahkan, Mishil mampu membalikkan keadaan dengan menyebut seolah-lah Raja Jinji-lah yang memerintahkan dirinya untuk memalsukan surat wasiat mendiang Raja Jinheung.

 

Penerus Raja JinHeung akhirnya jatuh ketangan BaekJong, tidak lama kemudian putri Maya istri BaekJong tengah mengandung, tabib istana yang memeriksa kandungan sang putri menemukan keganjalan yaitu sang putri mengandung bayi kembar perempuan. Mishil yang diam-diam mengetahui hal tersebut dengan hati yang bangga mudah bagi ia menjatuhkan raja BaekJong. Karna ramalan leluhur Silla yang bertulis : pada saat seorang raja memiliki anak kembar, maka garis keturunan laki-lakinya akan terputus. Hal ini merupakan bencana bagi kerajaan.

Putri Maya belum mengetahui keadaan yang sebenarnya, saat bayi pertama keluar, putri Maya dan BaekJong sangat senang walaupun yang lahir bukan bayi laki-laki melainkan bayi perempuan yang cantik, lalu setelah bidan tabib keluar dari kamar putri Maya tiba-tiba perut putri Maya sakit, merasakan ada yang ingin keluar lagi. Raja dan salah satu dayang yaitu Sohwa yang masih ada dikamar putri menjadi panik, dengan segera raja menyuruh Sohwa mengunci pintu kamar dari dalam, raja tahu akibatnya jika ia mempunyai anak kembar maka garis keturunan raja akan berhenti. Lalu raja menyuruh dayang Sohwa untuk membantu mengeluarkan bayi yang masih ada didalam perut sang putri, dayang Sohwa awalnya tidak berani tapi keadaan mendesaknya. 

 

Munno melihat perubahan 7 rasi bintang biduk yang salah satu bintang terbelah menjadi dua, genap sudah rasi bintang biduk menjadi 8, tapi bintang tersebut tiba-tiba menghilang.

Raja segera menyuruh dayang Sohwa untuk membawa keluar bayi itu tanpa diketahui oleh orang lain, tapi Putri Maya tidak mengizinkannya. Dengan rasa ketakutan dayang Sohwa membawa kabur bayi itu keluar istana. Tak disangka utusan Mishil prajurit ChilSeok melihat Dayang yang membawa bayi keluar istana langsung saja ia mengejarnya. Saat sempat tertangkap oleh ChilSeok tiba-tiba Munno datang dengan mengendarai kuda menyelamatkannya dan membawa pergi dayang Sohwa yang sambil mengendong bayi, ChilSeok akhirnya kehilangan jejak mereka. Tidak kembali keistana ChilSeok terus mencari dayang dan bayi itu sampai ketemu.

15 tahun kemudian, ChilSeok menceritakan kisahnya pada seorang gadis yang ditemuinya digurun pasir. Tanpa sepengetahuan mereka berdua, gadis itu ternyata adalah bayi yang sedang dicari-cari Chilseok selama ini. Lalu diajaknya Chilseok ke kedai penginapan gadis itu yang telah dibangun bersama ibunya. Gadis itu bernama Deok Man.

 


DeokMan sering bertemu dengan pedangan asing dari berbagai negara yang singgah dikedainya maka dari itu DeokMan pintar berbahasa apa saja dan sangat menyukai buku-buku pengetahuan. Setelah ChilSeok lama mengenal Deok Man, ChilSeuk tak sengaja melihat kain yang dulu pernah dilihatnya di lemari meja ibu DeokMan. Akhirnya ChilSeok mengetahui DeokMan ternyata adalah bayi yang dulu dicari-carinya.

 

Dikejarlah DeokMan dan ibunya (dayang Sohwa) sampai kegurun pasir, DeokMan sama sekali tidak mengerti kenapa laki-laki itu sekarang mengejarnya dan ibunya. Lalu tiba-tiba ibunya DeokMan terhisap pusaran pasir, DeokMan berusaha menolongnya dengan menggunakan seutas tali, ibunya tau kalau DeokMan tidak melepas tali itu ia juga akan ikut masuk kepusaran pasir, akhirnya ibunya memutuskan tali yang melilit ditangannya, DeokMan menjerit ketika ibunya terkubur hidup-hidup digurun pasir. Tidak terima dengan semua ini, DeokMan ingin mencari tahu kenapa ia dikejar-kejar oleh Chilseok dan siapa ia sebenarnya, dengan surat dari ibunya yang pernah ia baca tertulis nama Munno, DeokMan mengira Munno adalah ayah yang telah menelantarkannya. Untuk sementara DeokMan menyembunyikan jati dirinya, DeokMan menyamar menjadi laki-laki. 

 

Saat dalam perjalanan mencari Munno, DeokMan tak sengaja bertemu putri CheonMyeong (saudara kembarnya) yang sama-sama juga sedang mencari Munno.

Putri CheonMyeon terkejut saat melihat tanda lahir yang ada dibelakang kuping DeokMan sama dengan punyanya, tapi mereka berdua tidak menyadari sesuatu.

Sudah yang ketiga kalinya ratu Maya bersedih karna anak laki-laki telah meninggal, ramalan itu ternyata benar bahwa raja tidak akan mempunyai keturunan kalau melahirkan anak kembar.

 





 

 

Credit to /Web yang berkaitan dengan QSD:

Ulasan Tentang Drama Queen Seon Deok


Berbeda dengan BBF atau Worlds Within yang bergaya kontemporer, Queen Seon Deok mengajak penonton kembali ke masa kekuasaan Dinasti Shilla, salah satu dinasti terbesar dalam sejarah Korea. Hmmm, kalau topiknya sudah mengusung sejarah, biasanya langsung terbayang konflik yang rumit dan panjang. Tapi jangan salah, konflik rumit ala kerajaan bisa jadi tontonan mengasyikkan asalkan disajikan menarik. Penonton Indonesia sudah terbiasa dengan tontonan berlatar sejarah. Buktinya, dua serial berlatar sejarah yang pernah tayang di sini, Putri Huan Zhu dan Jewel In The Palace alias Dae Jang Geum, mendapat respons baik. Bahkan, Putri Huan Zhu tayang dalam beberapa musim, mengikuti kisah novelnya yang sampai 3 jilid, tak kehilangan penggemar setia. Pun dengan Jewel in the Palace. 

RATING MENEMBUS ANGKA 42, JUMLAH EPISODE DIPERPANJANG

Kehadiran Queen Seon Deok (QSD) pastinya sudah dinanti-nantikan penggemar drama berlatar sejarah. Di Korea penayangan QSD milik stasiun televisi MBC di tengah maraknya drama kontemporer mampu menjadi ancaman dalam peta persaingan tayangan televisi KorealhoQSDprime time, setiap Senin-Selasa jam 10 malam waktu Korea. Episode perdana yang tayang di Korea pada 25 Mei lalu beroleh rating 16. Setelah mencapai angka 23,3 pada episode ketiga, popularitas QSD terus melambung dengan bukti rating yang menembus angka 42, dan disebut-sebut sebagai “Drama Nasional”. Dahsyat, kan? Peluang sukses ini tentu makin bertambah seiring bergulirnya cerita per episode. Ini berarti Queen Seon Deok yang di Korea diputar premiere pada 25 Mei baru akan berakhir pada 22 Desember mendatang.mendominasi perolehan rating di jam tayang


SUKSES MESKI TAK MEMAKAI FORMULA DRAMA KONTEMPORER

QSD berbeda dari serial Korea kontemporer dengan formula yang bisa ditebak; cinta segi empat, konflik si kaya dan si miskin, atau hadirnya penyakit mematikan. QSD juga bukan tipe drama yang menjual aktor brondong ganteng, soundtrack lagu yang earcatching, atau cerita mewek-mewekQSD yang diangkat dari kisah nyata kehidupan Ratu Seon Deok memiliki alur cerita yang matang, konflik kuat, akting memikat, serta penggarapan serius. Skenario ditangani dua penulis handal, Kim Young Hyun dan Park Sang Yeon. Selain pernah berkolaborasi dengan Park Sang Yeon menggarap H.I.T, Kim Young Hyun berpengalaman menggarap dua serial sukses, Dae Jang Geum dan Jumong.

BBF banyak dipuji karena berhasil menampilkan setting megah zaman modern. Tentu lebih mudah menyajikan gambaran lokasi dan bangunan modern di zaman modern. Sedangkan QSD berhasil memvisualisasikan kemegahan masa kerajaan yang telah berakhir ratusan tahun lalu. Ada kerajaan Shilla dengan interior dan eksteriornya yang berdiri megah, properti serta kostum zaman kerajaan yang indah, makeup yang konon menghabiskan waktu tiga jam untuk mendandani tokoh-tokoh sentral, juga berbagai lokasi spektakuler. Salah satu lokasi syuting paling dahsyat, padang pasir di wilayah Xinjiang, China. Sutradara Park Hong Gyung menyebutkan kesuksesan QSD didukung akting para pemain seperti Go Hyeon Jeong, Lee Yo Won, Eom Tae Woong, juga deretan artis lain.

“Peningkatan rating Queen Seon Deok tak lain karena penampilan para pemain yang berakting cemerlang dan alur cerita yang berjalan cepat. Akting Go Hyeon Jeong menjadi perbincangan panas di berbagai situs internet. Penonton berkomentar Go memerankan karakter Mi Shil, yang berhasil memengaruhi pengontrol kekuasaan dinasti Shilla dengan kecantikan dan keanggunannya, dengan sangat sempurna. Penonton terutama sangat memuji penampilan Go dengan mata ekspresifnya yang sangat berpengaruh pada keseluruhan drama Queen Seon Deok,” kata sutradara Park. Dia menyebut, alur cerita QSD yang berjalan cepat membuat penonton tak mudah bosan. Setuju, kekuatan alur cerita dan konflik tajam memang salah satu daya tarik QSD. Tak seperti serial sejarah lain yang episode-episode awalnya habis digunakan untuk penjelasan panjang,QSD cenderung berjalan cepat.



Queen Seon Deok serial drama yang mewakili kaum feminis. Segala konflik di kerajaan berawal dan berpusat pada sosok wanita. Dalam masa pemerintahan dinasti Shilla, status dan kedudukan perempuan dalam masyarakat masih relatif tinggi. Perempuan pada periode ini memiliki pengaruh dalam pemerintahan, bahkan bisa menduduki jabatan sebagai penasihat, ratu, atau bupati. Di luar kerajaan, perempuan bisa menjadi kepala keluarga karena di Korea pada masa itu terdapat garis keturunan matrilineal di samping patrilineal.

Model Konfusian, yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat dalam keluarga, tidak memiliki pengaruh besar di Korea sampai dengan abad ke-15. Gambaran nyata betapa seorang perempuan dapat memiliki pengaruh dan kekuasaan cukup kuat, terwujud pada tokoh Mi Shil, yang diperankan oleh aktris Go Hyeon Jeong.

Mi Shil satu-satunya pejabat wanita di kerajaan yang memiliki pengaruh dan kedudukan amat kuat. Ia tak hanya piawai mengambil hati Raja Jinheung, tapi juga mempengaruhi para jenderal, pangeran, dan tentara Hwarang yang merupakan pasukan elite kepercayaan istana. Belum cukup puas dengan posisinya sebagai seseorang paling berpengaruh dan dekat dengan raja, ia berambisi menjadi penguasa tertinggi kerajaan.

Bak dewa Ares yang gemar mengibarkn bendera perang, Mi Shil tak pernah ragu menyatakan perang terhadap siapapun yang menghalangi ambisinya. Berbagai cara dilakukan, termasuk mengubah isi surat wasiat Raja Jinheung, menikahi putera mahkota, berhubungan gelap dengan jenderal istana, hingga merencanakan serangkaian kudeta.

Di sisi lain ada sosok Putri Deok Man, yang berhasil membawa kerajaan Shilla ke masa-masa keemasan. Di saat semua pria bertekuk lutut, semua raja diperdaya Mi Shil, Putri Deok Man yang kemudian mampu melawan kejahatan Mi Shil.

Credit to /Web yang berkaitan dengan QSD:

Cast of The Great Queen SeonDeok

 


Title: 선덕여왕 (善德女王) / Seonduk Yeo Wang

Also known as: Queen Seon Duk

Genre: Historical, period

Episodes: 62

Broadcast network: MBC

Broadcast period: 2009-May-25 to 2009-Dec-22

 

Lee Yo Won sebagai Putri Deok Man yang kemudian bergelar Ratu SeonDeok

Nam Ji Hyun sebagai  Deok Man muda

Ko Hyun Jung sebagai Nyonya Mi Shil

UEE sebagai Mi Shil muda

Uhm Tae Woong sebagai Kim Yu Shin

Lee Hyun Woo sebagai  Kim Yu Shin muda

Park Ye Jin sebagai  Putri CheonMyeong

Shin Se Kyung sebagai  Putri CheonMyeong muda (15th)

Yoo Seung Ho sebagai Kim Chun Chu (putra Putri CheonMyeong dengan Kim Yong Soo, ep34~)

Kim Nam Gil sebagai  Bi Dam (putra Mi Shil dengan Raja Jinji, ep21~)

Park Ji Bin sebagai  Bi Dam muda

Lee Seung Hyo sebagai Alcheon

Ho Hyo Hoon (호효훈) sebagai Alcheon muda

Jung Ho Bin sebagai Moon No (pimpinan ke-8 Hwarang Warriors)

Jo Min Ki sebagai Raja Jinpyeong (ayah Putri DeokMan dan Putri CheonMyeong)

Baek Jong Min sebagai Jinpyeong muda (pangeran)

Kang San sebagai Jinpyeong kanak-kanak

Yoon Yoo Sun sebagai Ratu Ma Ya (istri Raja Jinyeong)

Park Soo Jin sebagai Ma Ya muda

Seo Young Hee sebagai So Hwa

Im Ye Jin sebagai Nyonya Man Myeong (adik Jipyeong, ibu Kim Yu Shin)

Jung Sung Mo sebagai Kim Seo Hyun (suami Man Myeong; ayah Kim Yu Shin)

Park Jung Chul sebagai Kim Yong Soo (putra sulung Raja Jinji, suami Putri Cheonmyeong)

Do Yi Sung sebagai Kim Yong Choon (putra ke-2 Raja Jinji)

Shin Goo sebagai Eul Je

Lee Soon Jae sebagai Raja Jin Heung (ep1)

Im Ho sebagai Raja Jinji (ep1)

Jung Woong In sebagai Mi Saeng (adik laki-laki Mi Shil, pimpinan ke-10 Hwarang Warriors)

Dok Go Young Jae sebagai Se Jong (suami Mi Shil, pimpinan ke- 6 Hwarang Warriors)

Jun Noh Min sebagai Seol Won (Mi Shil’s lover; pimpinan ke-7 Hwarang Warriors)

Kim Jung Hyun sebagai Ha Jong (putra Mi Shil dengan Se Jong, pimpinan ke-11 Hwarang Warriors)

Baek Do Bin sebagai Bo Jong (putra Mi Shil dengan Seol Won)

Kwak Jung Wook sebagai Bo Jong muda

Song Ok Sook sebagai Seo Ri

Ahn Kil Kang sebagai Chil Sook

Lee Moon Shik sebagai Jook Bang

Ryu Dam sebagai Go Do

Kang Sung Pil sebagai San Tak

Joo Sang Wook sebagai Wol Ya

Jung Ho Geun sebagai Seol Ji

Jun Young Bin sebagai Gok Sa Heun

Jung Hyung Min (정형민) sebagai Gok Sa Heun muda

Park Young Seo sebagai Dae Pung

Lee Suk Min (이석민) sebagai Dae Pung muda

Go Yoon Hoo sebagai Ho Jae (pimpinan ke-14 Hwarang Warriors)

Hong Kyung In sebagai Seok Pum

No Young Haksebagai Seok Pum muda

Kang Ji Hoo sebagai Im Jong

Kim Suk sebagai Im Jong muda

Suh Dong Won sebagai Deok Chung

Lee Do Hyun sebagai Deok Chung muda

Jang Hee Woong sebagai Bakui

Seo Sang Won sebagai Bakui muda

Lee Sang Hyun sebagai Pil Tan

Kim Tae Jin (김태진) sebagai Pil Tan muda

Kim Dong Hee sebagai Wang Yoon

Choi Woo Sung (최우성) sebagai Wang Yoon muda

Ryu Sang Wook sebagai Dae Nam Bo

Kim Sang Bin (김상빈) sebagai Dae Nam Bo muda

Kim Dong Soo sebagai Hyeop Seong

Moon Ji Yoon sebagai Si Yeol

Shin Tae Hoon (신태훈) sebagai Si Yeol muda

Choi Sung Jo sebagai Seon Yeol

Oh Eun Suk (오은석) sebagai Seon Yeol muda

Jung Hye Sun sebagai Nyonya Man Ho (ibu Jinpyeong dan Man Myeong)

Park Eun Bin sebagai Bo Rang (putri Bo Jong; istri Kim Chun Chu)

Qri (큐리) sebagai Young Mo (putri Ha Jong; istri Kim Yoo Shin)

Park Jae Jung sebagai Sa Da Ham (cinta pertama Mi Shil; cameo, ep13)

Mametkulovs Mansur sebagai Tuan Cartan


Deok Man

PUTRI DEOK MAN/RATU SEON DEOK (LEE YO WON)

 

“Sang ratu adalah takdirku”

Setelah bertahan banyak krisis dalam hidupnya, ia akhirnya menjadi penguasa negeri. Pengikut setia termasuk Jenderal Kim Yusin dan Kim Chunchu. Ia menjadi pemimpin wanita pertama dalam sejarah Korea dan meletakkan dasar bagi penyatuan tiga kerajaan di bawah Silla.

Dia suka berada di sekitar orang-orang, tetapi ia tidak lagi memiliki kebebasan untuk mempercayai mereka sebagai tulus dan polos seperti dia dulu.Sekarang dia perlu menyembunyikan maksud dan menggunakan ketulusan dari orang lain untuk mencapai tujuannya. Sebagai ratu yang berkuasa, dia sangat kesepian dan penuh dengan keputusasaan. Namun ia harus menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dan berdiri pada dirinya sendiri untuk dilahirkan kembali sebagai raja sejati.

Ia dilahirkan sebagai saudara kembar Putri Chonmyong dan kuas dekat dengan kematian sebagai seorang bayi karena percobaan pembunuhan oleh Mi-Shil, yang ambisi untuk naik takhta. Seorang pelayan setia bernama So-hwa menyelamatkannya oleh kerajaan melarikan diri dengannya. Ia dibesarkan di luar kerajaan dan ketika ia berbalik 15, ia tahu bahwa ia adalah seorang putri Silla. Maka ia kembali ke Silla untuk bertemu orang tuanya.

 

 


Mi Shil

MI SHIL (GO HYEON JEONG)

Sebelum Ratu Seon Deok berkuasa, Mi Shil satu-satunya perempuan yang berhasil memberi pengaruh kuat pada jalannya pemerintahan. Dia menjadi penasihat Raja dan pasukan elit istana, Hwarang. Menggunakan kecantikan dan kecerdikannya mendekati Raja Jinheung, juga memperdayai Raja Jinpyeong. Mi Shil tak segan menggunakan taktik menjalin hubungan asmara demi melancarkan aksinya merebut kekuasaan. Dia memiliki tiga putra dari tiga pria berbeda, dari Raja Jinji, Seol Won, dan Se Jong. Semua putra dan pasangannya juga berada di bawah pengaruh kekuasaan Mi Shil.

 


Jenderai Kepercayaan Ratu SeonDeok

KIM YU SHIN (EOM TAE WOONG)

Dengan wajah tampan dan keterampilan pertempuran yang luar biasa, ia menjadi pemimpin elit korps Hwarang. Dengan visi besar menyatukan tiga kerajaan di bawah kekuasaan Silla, ia menyejajarkan dirinya dengan Putri Deokman yang meletakkan kepercayaan penuh kepadanya. Putri Deokman kemudian jatuh cinta dengan Kim Yusin tetapi mereka tidak dapat bersama karena nasib.

Tetapi Kim Yusin menjadi prajurit yang tak terkalahkan dan dikagumi oleh semua orang di ibukota. Dia memperoleh tempat yang memang layak dalam sejarah, hal yang sangat Bidam inginkan.

Hwarang: Silla elit Hwarang adalah pejuang yang juga mendapatkan pelatihan dalam seni dan musik.

 


Putri Cheonmyeong

 

PUTRI CHEONMYEONG (PARK YE JIN)

Ia dilahirkan sebagai saudara kembar Putri Deokman tetapi
ia lebih beruntung karena Raja memilihnya untuk diasuh di lingkungan kerajaan sebagai seorang putri. Ia dibesarkan dengan segala yang dia inginkan. Meski tampak kalem , cheonmyeong memiliki charisma dan kecerdasan. Namun Karena phasutan Mi-Shil yang mengatakan dialah pembawa nasib sial bagi kerajaan membuatnya memilih menjadi
biksu agar terlepas dari segala konflik. Mi shil berhasil membuatnya percaya, bahwa dialah sumber pembawa sial yang membuat Raja Jinpyeong terus kehilangan anak lelaki.

Setelah mengetahui
bahwa dia punya saudara kembar, ia dan Putri Deokman dipersatukan kembali. Ketika mencoba untuk mengembalikan adiknya sebagai seorang putri, ia dibunuh oleh Mi-Shil.

 


Bi Dam

BI DAM (KIM NAM GIL)

Bi Dam, putra hasil hubungan Mi Shil dengan Raja Jinji. Sejak bayi, Mi Shil tak memedulikan Bi Dam karena bayi itu tak mampu membuat Raja Jinji mengangkatnya menjadi ratu. Saat tumbuh dewasa, Bi Dam pun berpihak pada Putri Deok Man. Tapi karena merasa Deok Man lebih memercayai Kim Yu Shin ketimbang dirinya, Bi Dam justru memimpin pemberontakan melawan Kim Yu Shin.

Bidam mewarisi kehidupan Misil begitu pula dengan kisah akhirnya.Tragedi kehidupan ibunya datang melingkupinya dan ia menjadi pahlawan bernasib malang. Akhirnya dia tidak mendapatkan apa-apa yang dinginkan – tidak mendapatkan tempat dalam sejarah, Silla atau Deokman – dan akhirnya dilupakan oleh sejarah, tercatat hanya sebagai pemberontakan.Dia mencintai lalu dibenci, ia menambah kekuatannya hanya untuk kehilangan itu, dia mendapatkan kepercayaan dari orang dan kemudian kehilangan kepercayaan itu.Dia akan jatuh dan akhirnya akan sungguh-sungguh tragis.

 


Yu Seung-ho Pemeran Pangeran Kim Chunchu

 

Anak muda jenius ini akan menemukan pijakan
sendiri bersama Deokman, Yusin dan Bidam, dan meraih kekuasaan dengan caranya sendiri.Akhirnya ia akan menjadi orang yang mewujudkan mimpi
yang sudah dicita-citakan sejak Raja Jijeung yaitu menyatukan Tiga Kerajaan.

 

Credit to / TERIMA KASIH KEPADA:

The Great Queen Seon-Deok


 

Title: 선덕여왕 (善德女王) / Seonduk Yeo Wang

Also known as: Queen Seon Duk

Genre: Historical, period

Episodes: 62

Broadcast network: MBC

Broadcast period: 2009-May-25 to 2009-Dec-22

Review ;

[Akhirnya drama ini diputar ulang 😀 ]

Drama ini berKisah tentang seorang ratu yang cantik, yang harus mengorbankan cintanya untuk menyelamatkan rakyat. Dengan adegan-adegan pertempuran historis dan bertabur bintang-cast, Ratu Seondeok Silla adalah tindak lanjut drama sejarah ke MBC’s “Lee San: Angin dari Istana” dan “Prince of Legend” untuk 2009!

Penulis Kim Young-hyun yang terkenal “Jewel In The Palace” akan menjadi penulis utama TV baru ini mini-seri.

Sebuah film biografi Ratu Seondeok, yang lahir seorang putri dan kemudian menjadi penguasa Silla, meninggalkan banyak prestasi cemerlang.

Selama periode Tiga Kerajaan Korea.

Ini adalah kisah tentang Queen Seondeok yang terlahir sebagai seorang putri dari dinasti Silla yang kemudian akan memerintah sebagai Ratu atau penguasa dinasti Silla (tahun 632 s.d 647 M). Dia adalah penguasa ke-27 dan Kaisar wanita pertama dinasti Silla.

Dia terlahir sebagai saudari kembar Putri Cheonmyong dan hampir mati ketika masih bayi. Dia hampir dibunuh oleh Lady Mi-Shil yang juga berambisi menguasai kerajaan. Seorang pelayan setia bernama So-hwa menyelamatkannya dan membawanya lari dari istana. Dia dibesarkan diluar kompleks istana. Ketika Deokman berusia 15 tahun, dia mengetahui jati dirinya bahwa ia adalah seorang Putri kerajaan Silla.

Dia kemudian dibawa kembali ke istana Silla, di mana ia bergabung dengan saudara kembarnya Putri Chonmyong untuk menentang Mi-Shil, yang ingin merebut kekuasaan. Mi-Shil menyusun rencana jahat untuk agar dua putri Silla diasingkan dari kerajaan, dan dalam pertempuran rahasia, Putri Chonmyong dibunuh oleh Mi-Shil. Tapi Putri cerdik Deokman meminta bantuan Jenderal Kim Yusin dan mengyingkirkan
Mi-Shil, si musuh utama.

Dia menjadi wanita pertama penguasa kerajaan Silla.

 

Dari : wavega @ wordpress

%d blogger menyukai ini: