Ingin Kembali

Aku ingin kembali

Sungguh

Bukan karena agar bisa mengais remah kenangan yang mungkin tercecer, tapi lebih dari itu – aku ingin mengabdi.

Aku ingin kembali

Meremang kudukku ketika melafadz kalimat tersebut. Pertanda aku memang ingin.

Tak hanya sebatas karena aku ingin, tapi lebih karena aku tidak tahu bagaimana caranya. Lalu aku tak bisa pungkiri, bahwa kemudian semuanya kembali bermuara padamu.

Aku ingin tapi aku ragu. Dan untuk mengatasi semua keraguan itu aku butuh seseorang.
Mendampingiku,
Meyakinkanku,
Mendorongku,
Mengajariku,
Menguatkanku..

Bahwa aku pasti bisa..

Dan satu-satunya orang yang kulihat, itu adalah kamu, bee.

Tolong yakinkan, bahwa aku pasti bisa.
Hanya itu.
Tak lebih.

Bahwa kemudian hati dan ragamu milik dia yang kau cinta, tak mengapa.
Setidaknya beri aku kesempatan sebagai sahabatmu – saudaramu.

Sadarkan aku, bahwa aku salah.
Berpikir kau melupa
Mengira kau tak peduli
Menganggap kau jauh

Yakinkan aku – semua itu keliru.
Bahwa semua bisa saja berubah seiring jarak dan waktu. Bukan salahmu, pun bukan salahku.

Pada akhirnya aku menyesal, tak banyak kebersamaan berkwalitas yang bisa kita jadikan alasan untuk saling mengenang dan merindu.

Bee
Aku ingin kembali
Hidup berdampingan untuk membangun desa kita tercinta.
Sungguh aku ingin.
Namun aku begitu gamang untuk memutuskan.

image

#Salemba, 17-7-2014#

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 18 Juli 2014, in Catatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: