Giveaway #1 “Me and Jogja” : Salah Waktu

Siapa yang tidak tahu kota Jogja. Dari masyarakatnya yang ramah, cerita kesultanan yang masih bertahan hingga saat ini, bangunan-bangunan bersejarah dan tidak ketinggalan panorama alamnya yang mempesona.

Dan karena alasan itulah pada akhir tahun 2009 lalu saya berkunjung kesana hanya dengan modal nekat, benar-benar NEKAT. Bagaimana tidak, saya yang notabanenya belum pernah kesana, bela-belain berangkat sendiri, pulangnya pun tetap sendiri. Akhir tahun.. Benar-benar pemilihan waktu yang tidak tepat.

Akhir tahun itu waktunya full-full-an. Kereta yang Full, alhasil ngga kebagian tempat duduk, dan akhirnya terpaksa lesehan #pulang pergi😦
Tempat liburan juga full.
Dan you know what, about ber-ber. Bulan yang akhirannya ber-ber itu bulan yang penuh kebecekan, fakta, realita dan berdasarkan pengamatan yang mendalam penulis telah membuktikan hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Hahhha:mrgreen:

Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa saya sebodoh itu, menerjang gerbong dan mengabaikan becek. Untuk sebagian orang, melakukan hal bodoh kadang tidak disadarinya ketika itu dilakukan demi orang tercinta, Pacar. Tapi itu tidak berlaku bagi saya, kulakukan itu semua demi Jogja tercinta (berhubung susah sekali ngepasin waktu libur dan kondisi kantong – tentunya). Daya tarik Jogja menarik-narik seperti medan megnet, saya benar-benar ingin kesana. Istilah kerennya sih ngebet.😀 . Selain itu karena banyak teman sekolah yang melanjutkan study disana, sekalian bisa silaturahmi.

Tidak, saya tidak protes tentang hujan. Saya hanya menyayangkan keterbatasan waktu yang saya miliki. Hanya 3 hari.
Hari pertama, kecapean plus hujan. Jadi ngga bisa kemana-mana. Hari kedua, agak mendung tapi dipaksain jalan. Lha kalau cuma mau makan tidur ngapain saya jauh-jauh ke Jogja.

tapp...tapp..taapp.. Melangkah dengan pasti. Prambanan, aku datang...

tapp…tapp..taapp.. Melangkah dengan pasti. Prambanan, aku datang…Membawa selaksa asa dan segepok berlian #abaikan😀

Numpang ngeksiiisss

Numpang ngeksiiisss

hh

Berasa lagi duduk disinggasana kehormatan. ayo semuanya, HORMAAAAAT GRAAAKKK #abaikan😀

   kk

Inilah, Mahakarya leluhur bangsa Indonesia. Sudah jadi kewajiban tak tertulis bagi kita, generasi penerus untuk melestarikan dan menjaga eksistensi keberadaan bangunan-bangunan bersejarah seperti ini. Kalau bukan kita siapa lagi? Masa kalah sama orang bule? Terus kalau tiba-tiba dipatenkan oleh negara lain baru deh kelimpungan ngoceh sana-ngoceh sini.

klkl

Pulangnya tetep becek-becekan. Ngga puas… =___=

 Hari ke-tiga, saya diajak nge-mall sama temen-temen. Hahha, jauh-jauh ke Jogja ujungnya tetap mall. Sempat ke malioboro sebentar, ngga bisa lama-lama karena saya harus ngejar kereta ke Jakarta.

Singkat kata, demikianlah cerita saya dan Jogja. Dari sekian banyak objek yang bisa dinikmati, saya cuma kebagian dua objek, Itupun nikmatnya cuma setengah-setengah. Semoga ada waktu dan rejeki untuk bisa kesana lagi, tentunya ngga pake salah ngambil waktu. Oya kalau berkunjung ke Jogja pas lagi ada event gitu seru kali ya, jadi objeknya nambah #maruk:mrgreen:

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 20 Februari 2013, in Sekitar Kita. Bookmark the permalink. 29 Komentar.

  1. Boleh juga cerita pengalamannya, terima kasih telah berpartisipasi.🙂

    Suka

  2. ayo mbk ke jogja bareng saya,,,,
    saya pengen ke jogja ini…😀

    Suka

  3. Wah, Parambanan….
    belum pernah mengijakkan kaki keasa😦

    Salam kenal Mbak…

    Suka

  4. Salam kenal…. semoga sukses acara GA nya….

    Suka

  5. … dan tentunya jangan lupa ke Merapi #eh numpang promosi😀

    salam kenal dari kaki Merapi,
    Phie

    Suka

  6. kalo loong wikeen pasti jogja menjadi sasaran empuk untuk berlibuur..
    kotanya selalu ngangenin pwool..
    kemaren ke Jogya ga sempet ke prambanan soale waktunya ga cukuuuup😀

    sukses ya ngontesnya

    Suka

  7. Prambanan… jadi ingat waktu berkunjung ke sana sama saudara2.
    Anak2 antusias sekali bertanya2 tentang relief2 di candi

    Suka

  8. Mungkin salah waktu, tapi yakinlah djogja itu bukan pilihan yang salah ..so boleh salah waktu tapi tidak salah tempat🙂 Djogja….kereen🙂

    Suka

  9. Hahahahaha😀
    pengalaman yang hampir mirip,,ke Yogya di temani hujan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: