Yakuza dan Outsourcing

outshourcing

Barusan ngga sengaja baca berita di beranda Fb. Kira-kira isi beritanya begini :

Seorang lelaki, anggota Yakuza Jepang menjadi pemasok tenaga kerja untuk PLTN (Pembangkit Lisrik Tenaga Nuklir). Dalam satu hari pekerja itu bisa menghasilkan uang sebesar Rp 950.000,- per hari, bayangin aja perhari bisa mengasilkan sebanyak itu. Itupun setelah dipotong sebagian oleh si pemasok.

Ternyata peminatnya lumayan banyak, dan dari pihak PLTN juga membuthkan tenaga kerja seperti ini, tersebar diluruh cabang Jepang, jadilah si Lelaki banjir orderan. Dalam satu bulan si lelaki bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 106 juta perbulan, sebab dalam satu hari ia bisa memasok pekerja 10-15 orang. Uang yang terkumpul akan ia setorkan pada pimpinan dan sebagian akan ia simpan sebagai penghasilannya.

Oya, orang-orang yang ia pasok ini biasanya hanya diperkerjakan selama 1 bulan. Sebabnya? Karena pekerja-pekerja ini telah “rusak”. Ya tentu saja. Kita pasti tahu bahwa paparan nuklir itu sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi mereka harus masuk pipa-pipa nuklir yang sangat berbahaya itu. Otomatis mereka akan rusak, rusak kesehatannya. Mereka akan dibuang, begitu seterusnya.  Berita bisa dibaca disini.

==

Hmmm… Intinya ini tentang pemasok tenaga kerja yang mengambil keuntungan dari pekerja-pekerja yang mereka pasok yang mana para pekerja tidak mendapatkan ak sebagaimana seharusnya. Kalau begitu, ini tentang  Outsourcing. Menjamur tuh Outsourcing di negara kita. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu sudah ada keputusan MK untuk menghapuskan sistem Outsourcing di Indonesia (baca). Meskipun, yahh.. you knowlah, pastinya masih banyak pengusaha-pengusaha licik yang tetap memberlakukan sistem Outsourcing ini. Berhubung pengangguran semakin banyak, cari kerja samakin susah, ya mereka dapat aja pekerja yang bersedia menanggung sistem tersebut.

Berbeda dengan Jepang, di negara tersebut sebenarnya ada juga sistem Outsourcing di dunia kerjanya, di luar urusan Yakuza. Namun bedanya para pekerja Outsourcing di Jepang hidup makmur dan subur, karena peraturan perundang-undangan mereka jelas. Diatur dan diawasi oleh pemerintahnya.

Pemerintah Indonesia? Mmmm…. sebaiknya kita tidak membicarakan pemerintah Indonesia, tidak baik bagi kesehatan hati dan jantung.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 9 Februari 2014, in Catatan. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. yaampun… sedihnya baca tentang outsourcenya itu Mba. Kasihan pekerjayang udah rusak itu

    Suka

  2. uh sakit hati kalo baca outsorcing ….😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: