Category Archives: Journey

Indofest 2016: Registrasi Online Agar Tak Terjebak Antrian Panjang

Seiring menggeliatnya dunia pariwisata Indonesia, otomatis kebutuhan akan peralatan kegiatan outdoor dan pendukung lainnya semakin meningkat. Melihat animo masyarakat, khususnya anak muda ini maka digagaslah festival alat outdoor terbesar di Indonesia, yaitu Indonesia Outdoor Festival.

Berhubung festival ini ngga gratis, maka siap-siap aja meliuk dalam barisan antrian yang super panjang saat pembelian tiketnya. :mrgreen: Read the rest of this entry

Pintu Masuk Rezeki Bagi Blogger: Kontent dan Networking

 Funblogging 8

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat”

Hadits ini cukup untuk menjadikan kita agar terus menambah wawasan tanpa pandang bilangan usia. Selama itu bermanfaat. Dan, kurang bermanfaat apa lagi coba kalau itu berhubungan dengan optimasi blog. Bagi blogger lho yaaa 😉

Salah satu wadah yang tepat untuk mengembangkan kemampuan blogger adalah Fun Blogging. Saya sendiri sudah tertarik sejak pertama kali Fun Blogging diadakan.

Fun blogging ini digagas oleh tiga blogger perempuan yang pastinya sudah gak asing bagi dunia perbloggeran. Siapa sih yang ga kenal Mba Shintaries? Siapa juga yang ga tau Mba Ani Berta? Dan Mba Haya yang prestasinya tak perlu diragukan lagi.

fun blogging 8_

peserta

Karena bobot materinya yang luar biasa, banyak teman blogger yang mengantri dan menanti untuk ikutan Fun Blogger. Beruntung Fun Blogging 8 ini ada quota tambahan, jadi saya dan beberapa teman lainnya bisa ikut. Kerennya, ada yang jauh-jauh dari Jogja lho.. Luar biasa!

Read the rest of this entry

Merasakan Tuhan Di Ketinggian

Menikmati pagi di Gunung Cikuray-Garut

Menikmati pagi di Gunung Cikuray-Garut

Ada banyak hal yang bisa kita rasakan ketika berada di ketinggian. Salah satu yang paling menohok saya beberapa waktu belakangan ini adalah, bahwa Tuhan begitu dekat dan nyata ketika kita berada di ketinggian. Bukan berarti selama ini saya meragukan keberadaan Tuhan.

 Berada di ketinggian, Tuhan benar-benar terasa sangat dekat.

Sudah beberapa tahun saya tak begitu leluasa menikmati pemandangan langit lepas. Semenjak saya SMA. Atau entahlah, yang jelas kebiasaan memandang langit lepas itu saya lakukan di kampung halaman, dulu, waktu saya masih SMP, ketika masih di kampung.  Memandang langit lepas bukanlah hal yang sulit. Salah satu alasannya, karena di kampung tidak ada bangunan yang membatasi jarak pandang. Bisa dari teras rumah sebelum tidur atau menjelang fajar setelah sholat subuh. Atau di pantai, dengan hamparan laut lepas yang menyatu dengan langit.

Dan sekarang, kebetulan rumah kost kami di lantai dua, lalu ada loteng dengan pemandangan lepas ke seantero Salemba dan sekitarnya.

Disana saya biasa menyendiri. Sepertinya hanya saya yang dengan senang hati dan begitu menikmati aktifitas tersebut, karena anak-anak yang lain ternyata cukup penakut untuk menyendiri di atas sana.

Biasanya saya keatas sana untuk menghirup udara bebas, melepas penat dan hawa panas yang terkungkung di dalam kamar. Membebaskan indra dengan pandangan luas meski bukan sesuatu yang indah.

Nikmat sekali rasanya, dibelai lembut oleh sang bayu. Mega berarakan diselingi cahaya bulan yang kadang malu-malu. Dan kerlap-kerlip bintang – akhirnya mereka muncul juga. Padahal beberapa waktu yang lalu sepertinya mereka menghilang dari peredaran meski bulan sedang purnama. Entah hanya saya yang memperhatikannya, atau ada orang lain yang sama tak percayanya dengan hal ini. Yeahh.. mungkin saya hanya sedang tidak beruntung selama saya kehilangan bintang-bintang itu.

Diketinggian ini –yang sebenarnya tidak terlalu tinggi, tidak setinggi Mahameru , saya bisa memperhatikan riuh masyarakat sekitar tanpa mereka ketahui keberadaanku di atas. Memandang dari satu atap ke atap lain.

Menghitung seberapa banyak pesawat yang berlalu lalang di angkasa. Memperhatikan bagaimana pola lintasannya. Ternyata untuk pesawat –datang- jalur lebih jauh, dan terlihat lebih rendah, dan untuk pesawat – pergi- terlihat lebih dekat lengkap dengan dengungan suaranya. Read the rest of this entry

Sunday Sharing #12 [3 Cerita dari 3 Profesi]

sunday-sharing-12

Ini cerita mengenai kegiatan sunday Sharing ke 12, dari blogdetik. Diadakan di Aruba Caribbean, Pasaraya Blok M – Jakarta. Tanggal 21 Desember 2014. [Telat banget kan yak bikin reviewnya] :3

Kali ini Sunday sharing 12, Mengusung tema “3 Cerita dari 3 Profesi”. Yaitu wartawan, seniman dan wirausahawan.

Saya ikut acara ini, selain karena temanya yang memang menarik, saya juga didorong oleh keinginan berkumpul dengan kawan-kawan blogger. Sudah lama nggak ikut ngumpul seperti itu. Meski..yaaahhh… tidak ada seorang pun yang saya kenal selain mba Ani Berta dan bang Karel. Itu pun mereka nggak kenal saya. Lol :mrgreen:

Etapi akhirnya dapet kenalan kok :mrgreen:

Berikut rangkuman yang bisa saya sampaikan. Seadanya. Telat pula..fufufufu. Maaf. 😦

sundaysharing12

Sunday Sharing 12 via 4w4n.blogdetik.com

Bang @bababdito , sharing dari sisi Wirausahawan.

Beliau adalah dedengkot tongsis. Beliau inilah yang pertama kali menggagas alias yang pertama kali menciptakan TONGSIS.

Berawal dari hobi narsis, lalu iseng bikin tongkat ajaib, setelah disempurnakan jadilah TONGSIS.

Awalnya dinamakan TONGKAT AJAIB, tapi karena nama tersebut kurang menjual akhirnya diganti menjadi Tongkat Eksis (TONGSIS). Jadi, Tongsis itu hasil karya anak bangsa. Gimana cara menghargai sebuah karya?? JANGAN BELI BAJAKAN!
Karena maraknya barang bajakan bin palsu, kini sang penggagas tidak lagi memproduksi Tongsis. Akibatnya? Pendapatan menurun.
Sedangkan sang pembajak malah kaya raya.

Baliau ini orang hukum yang khilaf. Bagaimana mungkin orang yang mengerti hukum tapi tidak mendaftarkan hak ciptanya..hahah.

Karyanya pernah diklaim temannya sendiri →Tongsis booming → idenya dibajak orang → barang palsu membanjiri pasar (yang tentunya dengan kwalitas ecek-ecek)→ lalu vakum. Dimana-mana yang namanya pembajakan itu memang kejam. Bajak laut, bajak kereta, bajak kapal, barang bajakan, dan bakak-bajak yang lain, kecuali bajak sawah :mrgreen:

Pelajaran paling penting dari TONGSIS ini, segeralah daftarkan Hak Cipta dari setiap penemuan/karyamu kalau nggak mau diembat orang lain.

Tetap semangat,Bang! Ditunggu inovasi terbarunya (yang katanya siap diluncurkan) :D.

Sarannya sebagai wiraswasta kita harus menggunakan kekuatan media sosial dan jangan sungkan bergabung di berbagai komunitas, tentunya harus dipilah komunitas yang tepat/ .

Dari narsis jadi bisnis. Gak narsis gak eksis.

Mas Wawan @Teamlo. Sharing dari sisi seorang seniman.
Ada yang nggak tau Teamlo? Gih, gali tanah sana..:P
Teamlo memiliki sejarah yangg panjang, sepanjang jalur kereta api Solo-Jakarta. :mrgreen:
Mas Wawan ini multi talent lhoo.. Bisa main alat musik, nyanyi, lukis, aktor dan penulis skenario.

Read the rest of this entry

Per(jalan)an

image

Hidup adalah perjalanan. Sedang perjalanan adalah waktu.

5e734-original

Padamu,
Senja yang tak sejingga kala itu.

Terimakasih telah sudi singgah dalam hariku dan dalam rumit jalinan harapku, menjadikannya terlihat lebih megah.

Namun
Aku kini melangkah terlalu jauh, demikian juga denganmu.
Musim memaksa jinggamu tersapu mendung bercampur jelaga. Lalu aku hilang dalam gelap yang kian pekat.

View on Path

Itinerary dan Perkiraan Biaya Perjalanan Ke Prau-Dieng

Postingan ini untuk memenuhi janji di postingan sebelumnya. Buat yang udah expert mungkin ga masalah tanpa itinerary. Tapi buat yang masih belajar – seperti saya, itinerary itu mutlak. Senggaknya dengan itu kita punya bayangan. Mesti gimana, kemana, harus bagaimana, jam berapa. Semacam ruler gitu deh. Biar ngga ngaco. Haha.

Mahakarya Sang Pencipta. Foto dijepret oleh mpok Atik :-*

Mahakarya Sang Pencipta.
Foto dijepret oleh mpok Atik :-*

Exploring Dieng/Prau 19-21 September 2014

Meeting Point : Kp. Rambutan, jam 15:00

Jumat
15.00 – 16.00 : Kumpul di meeting point Terminal Kp. Rambutan
16.00 – xx.xx : Perjalanan menuju Wonosobo

Sabtu
05:00 – 07:00 : Tiba di pertigaan dieng
07.00 – 09.00 : Perjalanan menuju Dataran Tinggi Dieng, mampir ke gardu pandang (optional)
09.00 – 11.00 : Melihat Telaga Warna & Telaga Pengilon dskt & dieng theater
11.00 – 12.30 : kawah sikidang
12:30-14:30 : ishoma & Visit Candi arjuna
14:30– 15:30 : Packing Persiapan Menuju Gunung Prau
15:30 – 18:00 : Treking via PATAK BANTENG (pos ii, pos iii, camp area)
18.00 – 21.00 : Pasang Tenda, Masak, Ngopi
21.00 – 04.30 : istirahat Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: