Aku, Pantai dan Senja [Re-post]

pantai

Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang bertanya, “kenapa kamu suka sekali dengan sunset dan pantai?”

Pertanyaan yang menurut saya waktu itu tidak perlu saya jawab, sebaliknya saya hanya bisa tersenyum simpul penuh makna.

Kenapa saya suka pantai? Karena pantai adalah kehidupan saya. Apakah itu sebuah jawaban? Ya, wakt itu bagiku itu bukan jawaban.

Tapi kalau penasaran biar saya jelaskan.

==

Apa yang kamu sukai mewakili siapa dirimu.

Kata-kata tersebut mungkin cocok untuk menggambarkan siapa saya atas apa yang saya sukai. Saya menyukai pantai karena ada begitu banyak kenangan yang bisa kuingat tentang pantai, terlebih karena saya lahir dan besar dipemukiman pesisir yang sejauh mata memandang kamu hanya bisa melihat pantai. Hamparan pasir putih dan ombak yang berkejar-kejaran. Dilain tempat kamu akan menemukan pantai berkarang tempat hewan laut berlindung dan melanjutkan hidupnya.

Karena keindahan pantainya, kota ini dijuluki Syurga yang tersembunyi oleh para turis mancanegara yang banyak menghabiskan waktu santainya, bahkan ada yang mencoba menetap, mengajak sanak saudara dan kenalannya untuk merasakan sensasi menerjang ombang yang gemulai sekaligus perkasa yang dimiliki kota ini. Sebuah potensi wisata yang terlalu sayang apabila disia-siakan [Lihat]

Hanya saja, satu hal yang saya takutkan apabila sudah terlalu banyak orang yang mengetahui tempat ini, justru kerusakan yang akan terjadi seperti halnya daerah yang telah dikembangkan diluaran sana. Atau keindahan yang asri tak bisa kami nikmati secara gratis lagi. Menggelikan, ketika keindahan yang selama ini bebas kau reguk tiba-tiba semuanya harus serba pake uang.

Jadi, dimanapun saya berada, ketika saya jauh dari kampung halaman, pantai akan mengingatkanku dan membuat perasaan ini lega, selega ketika ada dikampung halaman.

Disana, bersama pantai saya menunggu mentari yang masih malu-malu menunnjukkan dirinya. Sekedar berbagi ketenangan dan udara yang menentramkan. Melupakan sejenak segala beban yang rasanya sedemikian berat.

Jika kebetulan ada teman yang melakukan aktifitas yang sama, kami akan bermain bersama. Kejar-kejaran dengan ombak, berlagak hebat menantang ombak, membuat benteng raksasa dari pasir atau membuat replika candi-candi super peninggalan nenek moyang negeri ini.

Dan disana pula, bersama pantai, kami mengantar mentari ke peraduannya.Menikmati jingga yang merona, sesekali menghempaskan kaki memecah ombak yang berkejaran.

sea-2

Lalu mengapa saya begitu menyukai perpaduan senja dan pantai?

Karena senja dan pantai menyuguhkan keteduhan, kelembutan, kedamaian dan harapan.

Harapan tentang hari esok yang semoga lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Tak ada obat yang lebih ampuh untuk mengobati rasa kalah selain harapan.

Melalui senja kutitip rindu pada mereka yang entah, sebuah rindu yang tak bisa kuurai dalam kata sebab aku tak pandai beretorika. Cukup senja yang tahu.🙂

[Salemba, 20 Agt 2013]

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 25 Desember 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog, Personal. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: