Tangisan Negeri Tempe

Ibu-ibu rumah tangga, mau tanya dong harga sepotong tempe sekarang berapa? Ini serius, sebab tidak disediakannya sarana memasak di kost yang baru membuat saya tidak lagi update dengan harga-harga bahan sembako..qkqkqk:mrgreen:

Saya menanyakan harga tempe berkaitan dengan berita yang menyatakan pengrajin tempe terlilit harga bahan dasar pembuatan tempe yaitu kedelai.

kedelai

Setelah naik cukup signifikan pada tahun, sekarang bahan pangan andalan penduduk Indonesia kembali meroket. Ini merupakan salah satu dampak tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika.

Heran? Kenapa Negara yang katanya Negara agraris tak kunjung mencapai swasembada pangan. Semuanya mengandalkan barang import.

Harga kedelai, yang awalnya Rp 3.800 lalu merangak pada kisaran Rp 6.800 bahkan hingga Rp 8.000 per kg dan sempat stabil dikisaran harga Rp 7.200 Rp 7.300, namun berkat melambungnya nilai US$ pasca lebaran harga kedelai kembali merangkak hingga kisaran Rp 9.950/kg.

Kenaikan tersebut disebabkan karena untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasiona, negara yang katanya agraris ini masih saja betah mengimpor kedelai-kedelai dari negara luar, sehingga sangat rentan dengan fluktuasi harga di pasar internasional, apalagi jika sudah bersentuhan dengan dollar.

Ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat kedelai merupakan bahan baku tahu dan tempe yang mana kebanyakan dari produsennya berasal dari kelompok usaha kecil menengah (UKM).

Naiknya harga kedelai juga pasti berdampak pada kenaikan harga pangan yang berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe, konsumsi andalan bagi masyarakat kelas menengah. Yang membuat tahu dan tempe menjadi andalan adalah karena memiliki kadar gizi yang tinggi selain karena harganya yang cukup terjangkau. Namun jika harga terus melambung jangan-jangan bakal terjadi gizi buruk berjamaah di negeri ini. -_-

Apa kata dunia, negeri tempe tapi kok krisis kedelai??!! Hahha

Seharusnya krisis kedelai yang melanda negeri ini tidak perlu terjadi, tapiiii…yaahhh… andai sajaaa. Semuanya hanya perandaian semata.

Andai saja, pemerintah tidak terlalu konsent dengan program-program impornya itu melainkan lebih fokus terhadap swasembada ketahanan pangan di negeri ini…

Andai pemerintah lebih peka dan peduli dengan petani kedelai nasional. Memberikan penyuluhan dan mensupport dengan memberikan lebih banyak solusi yang dapat memperbaiki kwalitas kedelai yang dihasilkan petani. Memberikan bibit-bibit unggul, penanggulang hama yang lebih mumpuni. Dan yang pasti memberikan harga yang sepantasnya demi kesejahteraan para petani.

Tak bisa dipungkiri, jika harga yang diperoleh petani kedelai tidak sepadan dengan apa yang mereka usahakan, lambat laun mereka juga akanmeninggalkan budidaya kedelai – hasilnya makin melambunglah harga kedelai.

Dan andai saja pemerintah tak dikotori orang-orang berdasi yang berburu kursi dengan korupsi. Yang kejar setoran untuk biaya pemilu yang mereka sebut demokrasi. Memperkaya diri dan membiarkan nurani mati suri. Terbukti dengan adanya keputusan import kedelai baru-baru ini, tidak tanggung-tanggung nominalnya mencapai angka milyaran rupiah.

Nahhh… andai, selama ini mereka lebih peduli, tentu import dengan berbagai modus itu tak perlu terjadi. Menggelondong uang milyaran rupiah ditengah hiruk pikuk ekonomi yang digoncang dollar yang sedang bertransisi, saat harga benar-benar sedang melambung tinggi. Owwwhh what the...!!huhhh

Lagi dan lagi, negeri tempe harus menangis, meratapi nasib diri. Andai suatu hari kedelai tak lagi mampu terbeli, mungkin suatu saat negeri tempe harus rela bermigrasi, mencari tempat yang lebih banyak kedelai, mencari tempat yang kedelainya tumbuh subur dan dibudidayakan dengan hati, sehingga negeri tempe tak perlu khawatir dengan kepunahan jati diri.

Dan jika itu terjadi, tempe diklaim negeri tetangga, apapula yang bakal dilakukan masyarakat Indonesia? Jangan tanyakan pemerintahnya, karena pemerintahnya pasti Cuma bisa bilang “turut prihatin” doang tanpa aksi nyata yang lebih berani, itu juga disampaikan lewat twitter #uuppsss😛 Benar-benar sikap negarawan yang kadar memprihatinkannya tak lagi bisa ditolerir. Berkali-kali membuat negeri tempe mengaduh, meringis dan menangis.

Tapi ya sudahlah, mari bersama-sama kita bergandengan tangan melestarikan tempe, pertahankan negeri tempe.

Mari makan tahu tempe.. nyaaammm…:mrgreen:

tahu-tempe

===
Re-post
@Salemba – Agustus 2013

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 29 Desember 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog, Sekitar Kita. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sedih bener bacanya. Tapie mang gitu kenyataannya sih ya. Negeri tempe tapi gabisa produksi kedelai sendiri. T.T

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: