Titik-Titik Rawan Bagi Kesehatan Anak Kos

Penulis: Dio Agung Purwanto

Jauh dari orangtua untuk menempuh studi, berkonsekuensi besar pada perubahan perilaku menghuni yang tentunya berbeda, dari perilaku di rumah menjadi perilaku di kost. Tinggal sendiri di sebuah kamar kost, tentu memerlukan kecermatan ekstra agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang mengintai. Anyway, apa saja titik rawan tersebut? Saya menghimpunnya ke dalam beberapa poin berikut.

Handuk

Perlengkapan mandi ini tak bisa terlepas dari aktivitas sehari-hari untuk mengeringkan badan setelah membersihkan diri dengan mandi. Seringkali kita mengabaikan kain tebal berbulu ini. Coba ingat, kapan terakhir kali mencuci handuk? Kondisinya yang sering lembab, bahkan basah, membuat handuk sering menjelma menjadi tempat bersarangnya kutu, jamur, dan bakteri. Terlebih jika terbiasa jorok seperti dengan menggunakan handuk mandi untuk mengelap keringat dan mengusap hidung setelah melesitkan ingus.

Handuk perlu perlakuan khusus agar tidak malah membahayakan kesehatan. Setiap selesai digunakan, gantungkanlah di tempat terbuka dan diangin-anginkan. Bila dirasa perlu, jemurlah di bawah sinar matahari. Sebelum menggunakan handuk, kibaskan terlebih dahulu untuk menyingkirkan debu yang mungkin menempel. Jangan membiarkan handuk lembab tergeletak di lantai. Jangan lupa pula untuk mencuci handuk, minimal sekali dalam dua pekan. Jika memungkinkan, milikilah dua handuk untuk dipakai bergantian.

Perlu diingat, jangan biasakan menggunakan handuk bergantian dengan orang lain. Ok, Sob?

Tempat Tidur

Tempat tidur yang saya maksud di sini sudah termasuk kasur, bantal, seprei, selimut, dan hal lain yang melekat padanya. Tempat tidur biasanya akan terpapar keringat, iler, bahkan terkadang air, saos, kecap, dan cairan lainnya. Hal ini mengingat kamar kos yang pada umumnya sempit dan menjadi sentra kegiatan rumahan penghuninya. Seringkali anak kost melakukan aktivitas makan, membaca, dan segenap aktivitas lainnya di atas tempat tidur.

Penting: jangan remehkan tempat tidur ini. Segera keringkan sebisa mungkin jika ada cairan tertumpah. Jemurlah sesering mungkin di bawah terik matahari untuk meminimalkan perkembangan bakteri dan jamur.

Pakaian

Lantaran malas, tak jarang saya jumpai anak kost tetap mengenakan pakaian yang sudah bau keringat dan tercemar noda-noda kotoran. Tidak perlu pakaian baru dan mahal untuk tetap sehat. Kita hanya perlu memastikan pakaian yang kita kenakan bersih, kering, dan rapi. Jangan ragu untuk segera mengganti kaus yang basah oleh keringat lantaran cuaca yang panas, meskipun baru dipakai beberapa jam. Perhatikan pula sarung, peci, kaus kaki, sapu tangan, dan berbagai perlengkapan lain yang biasanya digunakan berulang-ulang.

Dan hal yang perlu perhatian ekstra adalah pakaian dalam. Ingat, jangan remehkan mengganti pakaian dalam. Perhatikan pula bahwa pakaian dalam yang kita kenakan benar-benar kering dan bersih. Betul?

Perlengkapan Makan/Minum

Berdalih efisiensi penggunaan alat makan/minum, seringkali saya jumpai teman-teman menggunakannya dengan sebisa mungkin tidak usah dicuci. Misalnya ketika membeli es buah yang dibungkus plastik, setiba di kost maka bungkusannya dimasukkan ke gelas tanpa dituangkan, lalu dipakai lagi untuk kesempatan selanjutnya. Ada juga contoh nasi bungkus yang diletakkan di atas piring beserta bungkusnya agar piring tidak kotor, selesai makan bungkusnya dibuang sementara piringnya dikembalikan ke tempat semula untuk digunakan lagi.

Sayang, seringkali kita lupa memerhatikan bahwa bungkusan es buah itu menyisakan bulir-bulir air yang memercik ke gelas, juga bungkusan nasi yang merembes karena kuah atau minyak dan membekas di piring. Ketika dibiarkan, sisa-sisa itu akan membusuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Ketika kita menggunakan lagi, secara tidak sadar kita telah memasukkan bibit-bibit penyakit bersama makanan/minuman ke dalam tubuh kita. Wah wah… seram kan, Sob?

Seberapa susahnya kah mencuci peralatan makan/minum yang kita gunakan? Bukankah terasa lebih nikmat dan ‘rumahan’ ketika nasi benar-benar kita keluarkan dari bungkusnya ke atas piring, dan es buah benar-benar dituangkan ke dalam gelas? Jangan lupa pula, cucilah peralatan makan/minum dengan benar. Jangan hanya mengucek-nguceknya dengan sedikit air panas, ya…

Lantai

Jujur… berapa kali sehari menyapu kamar kost? Ah, mungkin pertanyaannya harus dibalik. Berapa hari sekali menyapu kamar kost? Teritorial ‘kekuasaan’ kita yang hanya seluas kamar kost, itu sepertinya tak perlu waktu lama, deh, untuk menyapunya setiap hari. Biasakanlah pula meletakkan keset di depan pintu, agar ketika masuk, minimal tidak membuat lantai terlalu kotor. Padahal biasanya banyak aktivitas yang dilakukan bersentuhan dengan lantai. Misal, ketika tugas kuliah padat dan memerlukan banyak dokumen yang perlu kita gali, lantai sering menjadi pilihan untuk berjibaku dengan semua itu.

Coba bayangkan, di lantai kamar kost berceceran sambal, kecap, keringat bekas sit-up, kopi yang tertumpah, dan lain-lain. Selain tidak nyaman, juga potensial mengundang serangga-serangga pengganggu yang bisa mendatangkan penyakit.

Kamar Mandi

Hei, mari kita perhatikan bagaimana kondisi kamar mandi di kos kita. Lantainya licin dan berlumut tebal? Banyak pakaian yang menggantung di dinding? Rendaman pakaian yang entah sejak kapan? Kemasan sabun, shampoo, pasta gigi, dan sebagainya bertebaran?

Wah, apa tidak khawatir ada ular bersarang di kamar mandi? Minimal cacing, kecoa, atau bahkan lipan dan kalajengking. Mari bersihkan kamar mandi. Kuraslah bak minimal sepekan sekali, bersihkan gayung yang mulai berlumut, sikat lantai yang mulai terasa licin, dan seterusnya.

Nah, itu adalah beberapa titik yang rawan bagi kesehatan anak kost. Mari singkirkan rasa malas sejak dini! Sakit memang kehendak Allah, Sob, tetapi sebagai hamba-Nya kita juga harus berupaya seoptimal mungkin menghindarkan diri dari segala penyakit, lho… Bergeraklah untuk menjaga kesehatan kita!

Dan tentu selain titik-titik rawan di atas, masih ada faktor lain seperti pola makan, olahraga, pola tidur, dan lainnya yang tak boleh kita abaikan. Dengan memerhatikan semua hal ini, Insya Allah membuat kita semakin dewasa. So, selamat menikmati masa-masa sebagai anak kos! ^___^b

Jurangmangu, 21 Desember 2011

Source : http://www.annida-online.com

    Ini sih bener banget….😀

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 25 Desember 2011, in Kesehatan, Sekitar Kita, Sosial Budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: