Mengenal I Doser Bersama Tabloid Nakita

Mengenal I Doser

dr. Gina memperkenalkan apa itu I Doser

Parenting Class. Dalam bayangan saya, acara ini pasti khusus untuk mereka yang sudah berkeluarga. Makanya sebelum mendaftar saya menanyakan, apakah yang belum nikah boleh ikut. Haha. Sebagai calon orang tua [ttssaahh], dan tante dari dua orang keponakan, saya merasa perlu ikut. Terimakasih Bloggercrony yang berbaik hati memberi kesempatan ini.

Parenting Class ini diselenggarakan oleh Tabloid Nakita di Universitas MH Thamrin, Jl Salemba Tengah No 5 – Jakarta Pusat. Tidak terlalu jauh dari RS MH Thamrin. Acara ini sendiri merupakan hasil kerjasama antara Tabloid Nakita, Yayasan Tulip Cipta Kreasi, RS Thamrin, Bank Mega, Kangen Water, dll.

Di seminar yang diikuti mayoritas ibu-ibu dari  Wajah Bunda Indonesia dan Mom and Baby Community  diadakan lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD. Baik ibu maupun anaknya terlihat sangat antusias mengikuti acara. Tak hanya ibu saja ternyata, di sini juga hadir beberapa Ayah yang menemani.

Dalam kesempatan tersebut, ada 4 materi yang semuanya sangat bagus. Dan semuanya pantas untuk diikuti, sampai selesai. Bayangin, dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Dijabanin, dengan senang hati. Haha

  1. Materi pertama disampaikan oleh dr. Gina Anindyajati, mengenai I Doser
  2. Materi kedua disampaikan oleh Ibu HIndah Muaris, mengenai MENGATUR MENU MAKANAN GIZI SEIMBANG
  3. Materi ketiga disampaikan oleh Yohana Elizabeth H. MBA.M.Pd, mengenai Peran Orang Tua Terhadap Gender Anak
  4. Materi keempat disampaikan oleh Dr Jaka Fatria Y Sp.OT, mengenai Cara Mengenali Kelainan Orthopaedi Pada Anak.

Berhubung semua materinya menarik, maka saya akan menuliskannya dalam artikel yang berbeda tiap materinya. Kali ini saya akan mengulas tentang I Doser. Ayolah, Saya, Kamu, atau siapa pun, harus tau tentang ini.:mrgreen:

Mengenal I Doser

Mengenal I Doser

Apa itu I Doser?

Ketika kita searching di mesin pencari dengan kata kunci I Doser, maka akan muncul bahkan di media-media besar dengan berita “awas! kini ada aplikasi Narkoba digital!”

Sebelumnya saya pernah mendengar sekilas tentang I Doser. Secara garis besar yang saya ketahui, I Doser merupakan musik atau sejenisnya yang dapat memberikan pengaruh candu sebagaimana Narkoba. Seperti terbius, perasaaan bebas tanpa beban. Nah lho! Kok bisa?

Ternyata,I Doser adalah sebuah aplikasi yang bisa memainkan suara. Yang dimainkan merupakan berkas/file suara yang berisi binaural beats. Dimana musik ini bisa mempengaruhi mental seseorang. Berbeda dengan berkas musik yang biasa kita dengarkan kisaran 3-4 menit saja. Namun I Doser dapat mencapai hingga 30 – 40 menit per berkas/filenya.

Mengenal I Doser

Macam-Macam Gelombang Otak

Cara kerja

Jadi ketika pengguna mendengarkan sebuah lagu [dengan menggunakan headset] akan merasakan respons tertentu. Ada yang berhalusinasi, ada yang seolah merasa bebas dan tanpa beban. Pertanyaannya, kok bisa sih musik memberikan efek ngefly? Selama ini kita taunya orang yang ngefly atau apalah itu, dilakukan dengan bius atau suntik. Lalu musik?

Ternyata tidak sesimple itu mengatakan ini merupakan narkoba. Apa yang membuat kita terlarut tidak selalu harus narkoba. Kita dapat saja terlarut ketika menikmati lagu klasik atau dangdut, namun jenis musik tersebut tidak memberikan dampak kecanduan karena tidak mengandung binaural beats.

Binaural beats adalah suatu keadaan dimana gelombang suara yang didengarkan oleh telinga kiri dan kanan itu berbeda. Akibatnya di tengah-tengah otak kita, ketika diproses terjadi selisih gelombang. Misal gelombang di telinga sebelah kanan 100 Hz dan sebelah kanan 120Hz. Sehingga terjadi selisih gelombang sebanyak 20Hz. Maka gelombang 20Hz inilah yang benar-benar tertancap di otak kita.

Mengenal I Doser

Binaural beats

Dampak positif dan negatifnya

Selisih gelombang 20 Hz inilah yang dapat memberikan pengaruh terhadap mental atau mood seseorang yang menimbulkan perasaan senang, tenang dan tanpa beban. Bahkan ada juga yang mengatakan I Doser dapat digunakan sebagai suplement analgesik yang dapat menghilangkan rasa nyeri. I Doser ini bekerja berdasarkan sugesti penggunanya. Kekita penggunanya berpikir akan mendapatkan perasaan tenang dengan mendengarkan musik tersebut, maka dia akan merasakan ketenangan.

Dampak negatifnya, jika digunakan secara berlebihan dan tanpa kontrol, aplikasi ini dapat menimbulkan kecanduan. Bahkan dapat menimbulkan halusinasi bagi penggunanya.

Sebenarnya aplikasi I Doser ini pertama kali diciptakan memang untuk mengubah suasan hati seseorang yang bekerja lewat gelombang otak. Secara umum dikenal ada 5 gelombang otak.

I Doser dapat berupa gelombang Delta, Theta, Alfa, Beta ataupun Gamma. Tergantung si pembuat aplikasi mau mengategorikan dalam gelombang yang mana. Jadi, benar bahwa I Doser dapat mempengaruhi pikiran dan mental seseorang.

Yang membuat orang yang medengarkan menjadi deg-degan karena file musiknya dinamakan sesuai nama obat-obatan narkotika. Seperti Ganja / Kanabis / mariyuana, dll. Padahal itu semua hanya  nama. Penamaan yang demikian ditujukan semata untuk keperluan marketing. Dibuat agar membuat orang penasaran. Yang mana sasaran utamanya adalah anak-anak muda yang kesehariannya tak jauh dari gadjet. Anak remaja yang tingkat gengsinya sedang tinggi-tingginya akan merasa kurang gaul atau tertinggal jika belum memiliki aplikasi terbaru yang kekinian.

Cara mendapatkan

Di Indonesia, situs web I Doser ini sudah tidak bisa diakses karena diblokir oleh Kementerain Komunikasi dan Informatika. Namun masih bisa diakses lewat play store. Sedangkan di luar negeri, misalnya Amerika Serikat, pemerintahnya melarang anak-anak membawa aplikasi ini ke sekolah. Karena dapat mempengaruhi konsentrasi belajar.

Kecanduan I Doser ini ternyata tidak serupa dengan kecanduan terhadap narkoba yang dapat membuat penggunanya ngefly, melainkan serupa dengan orang-orang yang kecanduan game atau kecanduan kopi.

I Doser awalnya  digunakan dalam riset klinis untuk kondisi medis tertentu, kemudian berkembang untuk therapy gangguan tidur dan kecemasan. Itupun tidak banyak dokter yang menggunakannya. Karena tidak banyak yang menggunakan, akhirnya dijual secara luas lewat aplikasi smartphone. Per lagu kisaran harganya sekitar  2-4 USD.

Kesimpulan

Bolehkah I doser digunakan? Dari pemaparan dr. Gina, dikatakan pemakaian I Doser boleh saja asal tidak berlebihan. I Doser bukan narkoba. Jadi tidak perlu terlalu khawatir, websitenya juga telah diblokir oleh Kemeninfo.  Jika anak terlanjur menggunakannya, maka dampingi agar tidak mendengarkan secara terus menerus. Seperti halnya dalam bermain game, beri jeda, atau jadwal khusus.

Dari dunia medis sendiri belum ada penelitian yang dapat dijadikan acuan, sebab masih dalam zona abu-abu. Jika kita ingin menggunakan, usahakan agar tidak berlebihan dan dalam batas yang sewajarnya. Sejauh ini pemakaian aplikasi tersebut hanya berdasarkan testimoni.

Dalam kesempatan ini dr. Gina berpesan, sebelum kita memutuskan segala sesuatu ada baiknya kita mencari informasi dari sumber yang tepat mengenai hal tersebut. Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari segala macam pengaruh buruk obat-obatan terlarang dan hal-hal terlarang lainnya yang berpotensi merusak kecerahan masa depan. Aamiin.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 29 Maret 2016, in Kesehatan, Reportase, Sekitar Kita, Sosial Budaya and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Mantap ulasannya, mbak Azuralhi…terima kasih. senang membacanya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: