Dekatnya Kematian

mengingat-kematian-570x300

Dalam film 5cm ada sebuah kutipan “Biarkan mimpimu menggantung dan mengambang 5cm di depan keningmu. Sehingga dia tidak akan lepas dari mata kamu…”, tentu tidak ada yang salah mengenai mimpi.

Hanya saja, ada satu hal yang ternyata begitu deakt dengan hidup ini, begitu dekat dengan kita, yaitu kematian.

Sore ini saya dikejutkan oleh kabar sedih itu, seorang adik tingkat, seorang adik yang dulu mungkin kami pernah bermain bersama. Seorang adik yang saat lebaran kemarin kami masih kumpul-kumpul bersama, dia yang kemarin menolak untuk dijadikan panitia lebaran tahun depan.

Apakah itu pertanda? Bahwa dia tidak akan bertemu lagi dengan lebaran tahun depan? So sad.😦

Tapi begitulah kematian, dia bahkan tidak berjarak dari tubuh kita, bahkan tidak sampai 5cm. Kematian itu menempel dengan tubuh kita. Yang suatu saat, kapan saja dan dimana saja bisa pergi, tanpa minta persetujuan, ditunda apalagi berpamitan. Dia hanya akan pergi, dia nyawa kita.

Buat yang merasa kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, saya acungi jempol keren. Karena artinya kamu sudah siap.

Dan orang yang sudah siap setidaknya memiliki kepercayaan diri atas kwalitas ibadahnya.

Sedangkan saya, saya takut mati. Artinya saya belum siap, tapi bukankan kematian tidak perduli dengan kesiapan. Kalau sudah waktunya, mati ya mati saja..

Beberapa tahun yang lalu, entah sebuah pertanda atau memang saya yang terlalu takut dengan kematian, sampai sering bermimpi tentang orang meninggal, digotong, dimasukan ke dalam tanah, lalu ditutupi dan kemudian ditinggalkan. Dan orang-orang yang ada dalam mimpi itu rata-rata masih kerabat.

Pernah satu kali, saya bahkan bermimpi saya yang meninggal. Rasanya..?? menakutkan.. terkubur dan sendiri.

Terkubur dan sendiri, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya. Kadang dalam kehidupan ini, ketika kita dihadang masalah, kita cukup bersabar dan berusaha memperbaikinya, seiring berjalannya waktu, masalah itu dengan sendirinya akan menyingkir.

Tapi, kalau kita sedang bermasalah di kehidupan setelah kematian, tidak ada kata dispensasi. Semuanya harus kita hadapi. Tidak ada kata ntar atau besok, lalu selesai begitu saja. Ada begitu banyak pertanggungjawaban yang harus dilalui, dan itu harus kita lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini seringkali membanyang-bayangi pikiran, pertanyaan ini dan itu. Namun pada akhirnya hanya bisa pasrah, karena semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh yang di atas.

Satu-satunya yang bisa kita lakukan disisa usia yang mungkin tak lagi lama ini adalah belajar menjadi pribadi dan hamba yang lebih dan lebih baik dari waktu ke waktu. Sebab satu-satunya yang bisa menolong kita dialam sana adalah amal dan perbuatan kita semasa hidup di dunia.

Berlomba-lomba dalam kebaikan, sebab kematian begitu dekat dengan kita. Kita bisa mati kapan saja.

Jika kematian adalah hal yang menakutkan, setidaknya alasan takutmati bisa mendorong kita untuk menjadi lebih baik. Wallahualam..

===
Re-post
@Salemba – September 2013

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 5 Januari 2014, in 30 Hari Nonstop Ngeblog. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. turut berduka cita untuk meninggalnya sang adik tingkat, semoga almarhum(ah) diberikan tempat terbaik di sisi AllahSWT. Terimakasih buat postingannya Mba..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: