Pertanyaan Biasa Efek Luar Biasa

menikah-siapkah-anda-menikah

Ada yang mulai merasa risih dengan pertanyaan klasik para orang tua? Sebuah pertanyaan yang bisa jadi, dulu mereka juga tidak menyukainya, bisa jadi dulu mereka juga merasa tertekan dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Tapi seiring bergantinya generasi, pertanyaan pertanyaan itu tetap saja menjadi pertanyaan terfavorit para orang tua. Pertanyaan biasa namun memiliki efek yang luar biasa.

Kapan nikah?

Pertanyaan klasik yang sukes bikin hati sebagian orang teriris-iris. Seolah olah menikah adalah perkara gampang, tinggal comot lalu oke.

Tapi jangan bersedih, sebab kita semua tahu, bahwa itu merupakan wujud kepedulian mereka. Mereka ingin kita segera berlayar pada kapal kita sendiri, agar kita juga bisa menemukan keindahan dan kebahagian kita. Terutama bagi perempuan, teguran orang tua merupakan lonceng pengingat yang ampuh, sebab perempuan punya batas, dan kita tidak tahu sampai umur berapa kita bisa menembus batas tersebut.

Menikah bukan hanya tentang ijab qabul, tapi mengenai kehidupan setelah ikrar suci tersebut dikumandangkan. Sebab ketika ada masalah didalamnya, kamu merasa seolah ada duri di kerongonganmu namun kamu tidak bisa mengeluarkannya.

Ya, seperti itulah pernikahan. Bagaimanapun berat ujian yang kemudian menghadang, kita tidak serta merta bisa membuangnya seperti membuang kotoran. Ketika ada tulang dikerongkongan, kita tidak bisa semudah itu mengeluarkannya, apabila kita paksa justru rasa sakit yang ditimbulkannya akan semkain parah. Ada langkah langkah pengobatan yang harus kita ikuti.

Demikian juga dengan pernikahan, saya kira. Kita tidak bisa serta merta mengakhiri pernikahan hanya karena ada sedikit saja onak berduri yang menghadang, sebab jika begitu betapa tidak sakralnya sebuah pernikahan, betapa tidak berartinya sebuah ijab qabul.

Untuk yang sudah ditagih setor cucu, sok atuh dicari pasangannya #tutup muka biar ga keliatan:mrgreen:

Oya, kata orang jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan bahkan sebelum kita lahir. Siapapun dia, jauh atau dekat suatu saat pasti akan ketemu.

Pertanyaannya sekarang, apakah jodoh itu harus dicari seperti rejeki atau hanya bisa pasrah menunggu waktu seperti kematian?

Orang orang bijak pasti akan menjawab seperti ini : Jodoh itu harus dicari. Tapi bukan seperti cara yang populer di kalangan pemuda pemudi masa kini [pacaran – red]. Sebab lamanya pacaran tidak jadi jaminan bahwa keduanya akan berakhir di kursi pelaminan, tidak jadi jaminan bahwa keduanya akan hidup bahagia. Santai saja, kita tidak harus melalui tahapan pacar pacaran untuk menemukan pasangan kita, melainkan dicari dengan cara memeperbaiki diri sendiri. Maka dibelahan bumi entah dimana, pasangan yang telah ditakdirkan untuk kita juga pasti sedang mempersiapkan dirinya untuk menjadi pasangan yang baik bagi kita. Entah kapan dan siapa, suatu saat pasti ketemu, dan pertemuan yang indah tidak selalu pertemuan di dunia.

Buat yang sudah panas kupingnya, dicekokin pertanyaan sakral ini itu tentang kapan nikah yang sabar yaaaaa…😀

==

Sejujurnya saya agak salut sama orang-orang yang masih relatif muda, yang masih belum punya apa-apa tapi berani melangkah masuk dalam kehidupan berkeluarga. Mereka tidak khawatir tentang hari esok apa dan bagaimana yang akan terjadi, mereka cukup punya satu senjata yaitu keberanian. Dan saya benar-benar salut dengan orang-orang semacam ini, tak takut pada resiko. Sebab keberanian semacam itu belum saya miliki, saya merasa belum siap dan saya tidak perlu berpura-pura sudah siap.😛

Sisi positif dari mereka yang berani nikah diusia muda ini, mereka belum terlihat tua ketika anak-anaknya beranjak dewasa😉

Bagaimana dengan teman-teman? Apakah ada yang sudah bosen ditanyain kapan nikah?

===
Re-post
@Salemba – September 2013

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 3 Januari 2014, in 30 Hari Nonstop Ngeblog, Catatan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. aqu suka sama tulisan mu ini,, taq jauh berbeda lha kita😀

    Suka

  2. Banyak yang bilang siapkan saja diri kita untuk bisa pantas bersanding dengan calon kita nanti. Buka hati dan buka wawasan. InsyaAllah semuanya indah pada waktu Nya..🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: