Eksplisit dan Implisitnya Puasa

puasa-ramadhan

Tidak terasa ramadhan kali ini sudah masuk hari ke-6. semoga kita semua berhasil jadi sang juara.

Makna ekspilisit dari puasa tentu saja tentang rasa haus dan lapar. Dan tentu itulah yang tak bisa kita hindari dari yang namanya puasa. Sehingga ketika menjelang buka pusa semua makanan dan minuman kita borong dan kumpulkan dimeja makan.
Akan tetapi makna implisit dari puasa sungguh sangat luas. Bukan hanya bagaimana kita bisa mengendalikan keinginan makan dan minum sejak terbitnya fajar hingga senja menjelang. Melainkan kendalikan juga keinginan melahap sebanyak mungkin makanan dan minuman ketika berbuka dan sahur. Secukupnya saja.

Makna yang sebenarnya adalah agar kita bisa berbagi empati bagi sesama yang tidak berkecukupan. Yang bahkan bukan bulan Ramadhan saja mereka harus terpaksa berpuasa karena keterbatasan yang mereka miliki. Jangankan mengumpulkan berbagai makanan dan minuman yang mereka inginkan, bisa berbuka dan sahur saja sudah suatu berkah yang tiada terkira buat mereka.

Untuk itu seharusnya kita bersyukur atas kecukupan nikmat yang kita rasakan dengan jalan berbagi. Memperbanyak amalan-amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dan semoga puasa kita kemarin, hari ini dan selanjutnya bukanlah kesia-siaan menahan haus dan lapar semata. Aamiin🙂

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 15 Juli 2013, in Sekitar Kita, Today. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: