Be My Bee #2

“Jum’uh mubarak pak guru”

Pesan itu meluncur mulus ke selulermu tak lama setelah kutekan tombol send. Tentu saja aku tahu pesan itu berhasil menyelesaikan misi yang kuembankan padanya karena tidak lama setelah itu kamu membalas smsku.

“Hai Sena, bagaimana kabarmu.? Oya, apa arti pesanmu tadi?”

Lucu sekali jika kamu tidak tahu arti sepenggal kalimat dangkal tadi, bee.
Hmmm.. bagaimana kalau kujawab begini “arti pesan tadi adalah – aku mencintaimu”. Tssskkk, merepotkan saja. Dan rasanya akalku semakin tak ditempat kalau saja aku sampai berani mengirim pengakuan aneh macam begitu.
*
Tapi setidaknya, akhirnya aku mengerti bagaimana perasaan kakakku dalam menjalani kehidupan cintanya. Aku yakin sebelum semuanya larut dalam kubangan yang tak bisa dihindari – dia telah mencoba sekeras yang dia mampu untuk menghindari rasa itu.
Seperti aku padamu.
Rasanya begitu berat dan menyiksa dalam waktu bersamaan.

*
Sena meletakkan pulpennya dan membiarkan buku ajaib itu tetap terbuka. Sesekali dia terlihat menguap dan mengucek matanya. Tanpa ia sadari sebait kalimat terucap lirih “bee, putuskan saja pacarmu. Tssskkk..
Aku sangat egois bukan?”

#tbc

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 28 Juli 2013, in Fiksi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: