Benang Merah Borobudur Dan Angkor Wat

Beberapa tahun lalu, bahkan saya lupa bagaimana detailnya sampai akhirnya sore itu saya nekad menempuh perjalanan Jakarta – Jogja dengan menumpang kereta malam. Tanpa teman tanpa kawan, dan tanpa pengalaman, benar-benar modal nekad.

Hal yang tak terlupa dari perjalanan nekad itu selain salah memutuskan waktu, saya juga harus rela tidak kebagian tempat duduk. Kalau saya ngotot ingin tempat duduk, artinya tunggu saja sampai besok atau lusa, padahal saya hanya punya waktu 2 hari.  Kalau nunggu sampai besok atau lusa artinya waktu saya sudah habis. Namun saking ngebetnya ngeliat asrinya kota Jogja, saya putuskan untuk tetap berangkat.

Alhasil selama perjalanan yang cukup melelahkan itu saya harus berdiri dan sesekali ngampar dilantai yang tentu saja tidak bersih. Memutuskan berlibur ke luar kota diakhir tahun seperti itu benar-benar sebuah kekeliruan yang tidak akan saya ulangi lagi, apalagi tanpa persiapan yang matang. Karena sebagaimana yang kita tahu, Jogjakarta merupakan salah satu tujuan wisata yang akan dibanjiri pengunjung saat-saat liburan seperti ini.

Salah satu primadona wisatanya adalah Candi Borobudur, candi kebanggan Indonesia, yang menurut beberapa sumber memerlukan waktu selama 100 tahun untuk terus membangun candi borobudur.

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentukstupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. [1]

Borobudur_Northwest_View indovasi.or.id

Tidak heran jika dibutuhkan waktu sekian lama untuk membangun candi ini, sebab dilihat berdasarkan konstruksi bangunan, semuanya harus dilakukan secara detail. Tidak diragukan lagi jika tempat ini jadi primadona bagi wisatawan. Selain untuk menyaksikan kemegahan bangunan, masih banyak hal lain yang bisa dikagumi dan dipelajari dari bangunan bersejarah kita yang satu ini. Beruntungnya negara kita memeliki warisan semegah candi borobodur.

Nah berdasarkan penelusuran para ahli menyebutkan salah satu candi terkenal di kamboja memiliki kemiripan bentuk dibeberapa relief dengan candi borobudur, yaitu candi Angkor Wat.

Angkor Wat (Khmer: អង្គរវត្ត), adalah sebuah kuil atau candi yang terletak di kota Angkor, Kamboja, dan dianggap sebagai salah satu dari keajaiban dunia. Ia dibangun oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12. Pembangunan kuil Angkor Wat memakan waktu selama 30 tahun. Angkor Wat terletak di dataran Angkor yang juga dipenuhi bangunan kuil yang indah, tetapi Angkor Wat merupakan kuil yang paling terkenal di dataran Angkor. Raja Suryavarman II memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan itu menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat.

Pada akhir abad ke-13, Angkor Wat perlahan-lahan dialihfungsikan dari candi Hindu menjadi candi Buddha Theravada, hal ini berlangsung hingga kini. Angkor Wat agak tidak biasa dibandingkan candi-candi lainnya di Angkor, meskipun ditelantarkan setelah abad ke-16, Angkor Wat tidak pernah benar-benar ditinggalkan. Angkor tetap bertahan antara lain salah satunya karena parit yang mengelilinginya melindungi bangunan candi dari rongrongan pohon besar hutan rimba. [2]

angkor wat

Tidak terlalu mengherankan jika kedua candi memiliki kemiripan pada relief-reliefnya. Sehingga saat seminar mengenai penelitan Candi Borobudur dan Angkor Wat di kota Siem Reap, 5-6 Desember 2009, Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Ngurah Swajaya, mengusulkan beberapa rekomendasi konkrit kerjasama kedua negara, seperti pelaksanaan riset mengenai hubungan sejarah kedua negara, pendirian pusat informasi mengenai Borobudur di Siem Riep dan Angkor Wat di Jawa Tengah sebagai salah satu program sister temple antara Siem Riep dan Jawa Tengah.

Seminar ini juga menghasilkan rekomendasi untuk menjajaki promosi bersama dalam menarik wisatawan asing mengunjungi Borobudur dan Angkor Wat. Sebagai catatan, pada tahun 2008 Angkor Wat berhasil menarik wisatawan manca negara sebesar 1,2 juta sementara wisatawan mancanegara ke Borobudur dan Prambanan berjumlah 400 ribu orang. [3]

==

Dari penjelasan-penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa negara-negara ASEAN sebenarnya memiliki akar budaya yang sama yang dipengaruhi oleh budaya India. Penyebarannya bermula dari kegiatan perdagangan, sebagaimana yang kita ketahui ASEAN digunakan sebagai jalur perdagangan Mediterania ke China sehingga memungkinkan membaurnya kepercayaan, pandangan politik, budaya dan segala bentuk pengetahuan. Orang-orang yang melakukan perdagangan ini, membawa pulang berbagai pengetahuan lalu diterapkan di tanah kelahirannya. Umumnya para pedagang ini berasal dari kalangan saudagar dan para raja, sehingga tidak sulit bagi mereka untuk mengarahkan para pengikutnya.

Hal itulah yang mempengaruhi kemiripan relief candi Borobudur dan Angkor Wat. Seperti halnya Raja  Suryavarman II yang terpesona dengan keberhasilan dinasti syailendra dalam memakmurkan kerajaannya. Sehingga menginspirasi Suryavarman II untuk membangun kembali kerajaan/dinasti peninggalan ayahnya, Suryavarman I.

Tidak hanya antara candi borobudur dan candi angkor wat saja yang kemungkinan adanya kemiripan relief, tapi termasuk candi-candi yang terdapat di negara sesama anggota asean. Karena pada umumnya, candi-candi ini dibangun atas pengaruh India yang cukup besar pada masa kejayaan kepercayaan Hindu/Budha yang tersebar melalui laut mediterania yang memungkinkan terjadinya perdagangan dan pertukaran budaya.

==

prambanan

Mendung siap menumpahkan hujannya

Menutup cerita saya diawal artikel ini, saya harus merasa puas dengan jalan-jalan  singkat yang diwarnai hujan dengan mengunjungi Kompleks candi prambanan. Karena waktu itu tidak memungkinkan bagi kami untuk berkunjung ke Borobudur berhubung cuaca yang kurang bersahabat, ditambah waktu yang memang terlalu mepet.

Dan tema ke-dua ini sukses membuat keinginan saya berkunjung ke Borobudur mencapai ubun-ubun. Sukses mengarahkan saya untuk menggali dan mengulangi pelajaran sejarah Indonesia yang terlalu singkat jika diceritakan dalam satu tulisan.:mrgreen:

Betapa mahadayanya mahakarya leluhur kita. Mahakarya yang sudah sepatutnya kita jaga dan lestarikan, sebagai bekal menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diresmikan tahun 2015 mendatang.

===

Referensi  : 1. [http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur]

                       2. [http://id.wikipedia.org/wiki/Angkor_Wat]

                       3. [http://arkeologi.web.id]

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 28 Agustus 2013, in ASEAN, Sekitar Kita and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. wih, ulasan lengkap Li…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: