Kaleidioskop 2014

Hello world. Selamat tanggal 14 Januari 2015. Angka 5 akhirnya berhasil melengserkan si angka 4.

Selamat tinggal 2014, terimakasih atas segala kisah yang telah engkau goreskan, dalam hari-hari kami, dengan tinta terindahmu. Entah itu kisah suka maupun duka. Yang jelas, semuanya adalah pelajaran. Terimakasih.

Dan selamat datang padamu, 2015. Please, be nice to us. :*

Mengawali postingan perdana di tahun yang baru ini, tentu tak lengkap jika kita tak menelisik apa saja yang telah terjadi tahun lalu. Sebuah tahun yang amat luar biasa.

Awal tahun kemarin saya nekad keluar dari zona aman. Catet. ZONA AMAN. (Zona aman tidak sama dengan zona nyaman).

Keluar kerja guys. Dan setelahnya petualangan pertama pun dimulai. Yaitu perjalanan ke Bromo dan sekitarnya, bersama mereka,

DSC_0159

lewat Smartrip. Trip organizer terbaik yang pernah saya temui. Tolong dicatet lagi bagian yang ditebalkan. Jadi, tidak menutup kemungkinan, masih banyak TO yang bagus diluar sana.

Apa??? Oh! Masih penasaran saya kerja apa? haha. Segitunyaa…

Jadi, saya dan seorang teman buka jasa percetakan. kecil-kecilan. Namanya kecil-kecilan, berati ga besar. haha. Tapi, alhamdulillah cukup.

Bicara masalah cukup atau tidak itu tergantung cara pikir kita, mengatur keuangan, dan tentunya merasa cukup dan bersyukur. Gak ada yang namanya cukup kalau kita gak bersyukur dan ga pernah merasa cukup. Pasti maunya pengen dan pengen lagi..kurang dan masih kurang. Ah..sudahlah.

Nah, sekalian deh – mumpung :*

Buat teman-teman yang butuh jasa percetakan atau untuk keperluan promosi, bisalah hubungi saya. Seperti brosur, flyer, sticker, majalah, kalender, buku agenda dll (offset). Digital juga bisa, seperti spanduk, banner, roll upp banner, pin, pulpen, mug, jam dinding, kaos dll. Baik untuk keperluan pribadi atau perusahaan kalian.. hahah:mrgreen:

Lanjut, singkat cerita, setelah petualangan ke Bromo tersebut, saya tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat indah lainnya di Indonesia ini. Maka bertemulah saya dengan mereka, para pendaki rendah hati yang membimbing saya.

Garis takdir mempertemukan kami dipendakian perdana saya di gunung Papandayan (yang kala itu sebagian juga masih pemula seperti saya). Trip Organizernya tak usah dibahas lah ya. takut ada yang sakit hati..haha.

Usai pendakian, kami sesama peserta tetap menjalin komunikasi dan merencanakan perjalanan-perjalanan selanjutnya. Teman yang gabung juga bertambah satu per satu. Dan itu berlanjut sampai sekarang, dan semoga sampai kapanpun. (walau saya pesimis dengan adanya pengadilan waktu. Waktu dapat merubah segalanya).

image

Mereka orang-orang luar biasa, yang datang dari berbagai latar belakang, dengan kepribadiannya masing-masing. Pastinya.:mrgreen:

Point terpenting atas pembelajaran yang saya peroleh dari semua kebersamaan dengan mereka adalah, SEDERHANA. Tak ada yang perlu dibanggakan di dunia ini.

Terimakasih pada kalian, atas semua kebersamaan dan pelajaran berharganya. Kalian adalah salah satu hal terindah yang pernah saya temui.

Tetaplah bersama. Sesekali mungkin kita akan bergesekan, berselisih faham. Tapi semoga hal itu tidak membuat kita memutus pertemanan. Bahkan terkadang berselisih faham itu penting, agar kita tahu seberapa tulus pertemanan yang kita jalin. If you know what i mean..hahah.

image

Saya sendiri tidak berani menafikan kekuatan waktu. Sekali lagi, waktu dapat merubah segalanya. Tapi satu hal, ingatlah bahwa kita pernah bersama. Berbagi tawa dalam hari dan waktu yang sama. Terimakasih. Danke. Syukron. Thanks. Arigatou. Gomapta. Xie xie.

Selanjutnya, berhubungan dengan dunia kepenulisan. he-em, memang saya tertarik dengan dunia yang satu ini. Singkat kata, saya bergabung dengan FLP (Forum Lingkar Pena). Disini saya juga bertemu dengan orang-orang hebat lainnya. Para penulis terkenal dan para calon penulis hebat… ahaha.. Aamiin.

Anehnya, setelah gabung, semangat menulis saya malah lari entah kemana. Tahun kemarin, Alhamdulillah punya dua buku antologi, (antologi = sebuah buku, dimana isinya ditulis oleh beberapa orang) yang lolos seleksi awal tahun kemarin. Artinya sebelum kelas dimulai. Setelah gabung, saya justru lebih rajin nggak nulis, bahkan sekedar nulis di blog. Tanya keunapaaa?? Saya pun tak tahu. Jangan salahkan sesiapapun, salahkan saya yang malas. wkwk

image

Terimakasih pada kalian, yang sudi singgah dalam hidup saya. Terimakasih atas setiap kebersamaan dan pelajarannya.

Selanjutnya, di dunia ini, sehebat apapun pencapaian seseorang, tetap tidak ada gunanya jika tidak memberi manfaat bagi sesama. Sebagaimana yang disampaikan RadulAllah, bahwa sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak memberi manfaat/paling banyak membantu sesama.

Hal inilah yang kemudian mendorong saya untuk bergabung dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), yang terhubung langsung dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

image

Ya, ada banyak lembaga kerelawanan di Indonesia. Dan saya memilih ACT bukan tanpa alasan. Salah satunya karena kecepat-tanggapan mereka bertindak dalam setiap bencana, baik dalam negeri maupun Internasional. Dan saya ingin menjadi bagian dari Aksi yang serba Cepat dan penuh keTanggapan tersebut.

Kalau ada yang berpikir, untuk jadi orang yang sering menolong harus bergabung dalam sebuah lembaga, itu salah. Kita dapat berbagi dimana dan bagaimanapun kita. Bahkan senyum adalah salah satu bentuk berbagi yang paling sederhana. Sederhana tapi dampaknya luar biasa. Itulah keutamaan senyum. Menunjukkan jalan bagi mereka yang tak faham jalan. Atau memberi ongkos pada orang-orang yang kepepet yang kita temui di jalan merupakan hal sederhana yang juga luar biasa.

Kepepet disini maksudnya, orang yang keluar rumah/kantor/bepethian, tanpa sadar lupa membawa uang. Atau dompetnya ketinggalan. Atau dia memang tak punya cukup uang untuk ongkosnya sampai ketempat yang mereka tuju. Hal kecil begini dampaknya luar biasa besar.

Kenapa saya bicara begitu? Karena saya pernah ngalamin. Hahhaa.. Dompet ketinggalan di kantor, dan tidak ada sepeserpun uang yang nyelip di dalam tas. Saya depresi seketika. Mau melas sama supirnya, kok ya ga enak. Dia kan butuh uang. Biar kata cuma uang Rp 2000, itu sangat berharga bagi mereka – para supir angkot. Maka bermodalkan sedikit keberanian, dan menebalkan muka, saya mulai berbisik sama mba-mba di samping. Tentunya dengan muka merah padam bercampur grogi. Ooohhh…!! hanya untuk ongkos Rp 2000, saya harus sebegini malu.

Beruntung mba itu bersedia menyedekahkan uangnya buat saya. Huhu. Seketika itu, saya merasa beliau adalah orang yang patut dikenang, atau bila perlu mendapat piagam penghargaan. Wkwk.

See? Betapa sangat terbantunya saya. Maka, besok-besok kalau ketemu orang yang bingung, kehabisan uang di jalan, jangan ragu untuk membantunya. Jangan berburuk sangka. Kita niatkan untuk membantu. Bukankah segala amal itu tergantung niatnya?

Tapi, bagaimanapun, saya hanyalah seseorang yang sedang belajar. Belajar jadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan sekitarnya. Saya tidak lebih baik dari siapapun. Maka, mari belajar bersama. Semoga tahun 2015 menjadi salah satu tahun yang luar biasa bagi kita semua. Aamiin.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 14 Januari 2015, in Journey. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Aamiin. Wah, saya sendiri kalo ngerangkum 2014 kemarin ga banyak hal yang saya capai…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: