Ahmad Dhani : Sayang Anak

kclkaan1-detik

Banyak cara bagi orang tua untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada anak anaknya. Entah itu benar atau salah, yang jelas bagi orang yang bersangkutan, apa yang sudah dilakukannya adalah bentuk kasih sayang yang nyata untuk sang anak.

Contohnya, Ahmad Dhani. Sebagai bentuk kasih sayangnya untuk anak anaknya, dijauhkannya anak-anaknya dari sang bunda. Baginya, seorang anak tidak butuh didikan seorang Ibu, tidak butuh arahan dan kasih sayang dari seorang ibu.

Nampaknya ahmad dhani benar-benar sangat menyayangi anak-anaknya. Apa yang diinginkan sang anak pasti dituruti.

Mengenai sekolah, padahal penting sekali bagi anak untuk menempuh pendidikan formal secara normal. Agar dia lebih peka terhadap lingkungan, agar dia bergaul sebagai mana mestinya, agar anak bisa mendapat arahan yang terarah dari para pembimbingnya guru. Bukannya sekolah asal mereka mau, belajar kalau mereka sedang mau, belajar bukan karena butuh tapi hanya sebatas belajar jika mereka mau.

Mengesankan sekali cara si Bapak dalam mengasuh anak-anaknya yang kebetulan bujang semua itu.

Ketika anak-anak dibiarkan bergaul tanpa kontrol, anak-anak akan tumbuh dengan liar.

Puncaknya, hasil dari bentuk kasih sayang si Bapak, anaknya yang bontot, yang masih usia 13 tahun, yang mana normalnya anak ini baru menginjak kelas 1 SMP, artinya baru kemarin sore meninggalkan bangku SD sudah diperbolehkan mengendarai mobil sendiri.

Peraturannya : anak dibawah umur tidak boleh mengendarai mobil atau motor sendiri. Lha kalau mengendarai motor saja sudah melanggar peraturan apalagi mobil.

Semua peraturan pada dasarnya adalah untuk kepentingan orang-orang yang diatur itu sendiri. Bayangkan, anak dibawah umur mengendarai motor, dia masih labil dia masih belum bisa mengerti apa itu tanggung jawab, bahkan mungkin mereka tidak tahu peraturan yang ada. Namun sebagai bentuk kasih sayang ahmad dhani terhadap anaknya, dia melepas si anak berpetualang. Berpetualang mencari arti cinta, mhahhahahaa [saya ngga bisa berenti ketawa. Bagaimana mungkin anak sekecil ini sudah disuruh-suruh buat pacaran dan bertingkah layaknya orang dewasa].

Dalam petualangan si anak dalam mencari cinta, si anak dipercaya membawa-bawa sang pacar dengan Lancer, sampai ke luar kota, meluncur mulus dijalanan tol. Entah apa yang dilakukan anak-anak kecil ini hingga tengah malam.

Prrraaannnnkk…jeddaarrr….jeddooorrr….brruukkkk….

Kecelakaan pun terjadi di tol Jagorawi kilometer 8 arah selatan antara Lancer B 80 SAL dengan Daihatsu B 1349 TEN.

Kronologinya, kata Rikwanto, mobil Lancer B 80 SAL datang dari arah selatan menuju utara. Karena tidak konsentrasi, mobil Lancer menabrak pagar pemisah sehingga masuk jalur berlawanan. Mobil Lancer menyeberang kemudian menghantam Daihatsu B 1349 TEN yang datang dari arah utara ke selatan. “Selanjutnya, mobil terdorong mengenai Avanza B 1882 UZJ, [www.tempo.co.id]

Dalam kecelakaan ini, 6 orang dinyatakan tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Entah apa yang menyebabkan si Dul tidak konsentrasi, apakah terlalu banyak memikirkan sang pacar atau apa. Yang jelas, anak-anak tidak seharusnya keluyuran sampai tengah malam, tanpa pengawasan, apalagi nyetir sendiri. Duuhhh… Pleaseeee… anak sekecil itu masih terlalu labil bos.

Semoga kejadian ini tidak mempengaruhi psikologis si Dul yang masih teramat labil. Kalau hanya sebatas tidak berani nyetir lagi itu sih masih oke, tapi bagaimana kalau dia merasa bersalah hingga seumur hidupnya, kenyataannya dia telah membuat nyawa orang lain melayang. Dalam hal ini sejujurnya bukan si Dul yang harus bertanggungjwab, melainkan orang yang bertanggungjawab terhadap dul yang harus bertanggungjawab.

Sayang anak sah-sah saja Pak, tapi segala sesuatunya ada aturan, segala sesuatu itu ada batasan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, tidak hanya bagi para orang tua namun juga untuk para calon orang tua.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 8 September 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: