Menghadapi TB Tanggungjawab Bersama

TOSSTB

Temans, tanggal 24 Maret lalu, diperingati sebagai hari TB sedunia (TBC/Tuberkulosis/Tuberculosis.

Hari peringatan/perayaan adalah sebuah momentum. Kali ini, peringatan hari TB sedunia merupakan momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang apa itu TB.
Tujuannya agar masyarakat lebih aware akan bahaya TB.
Sehingga program #TOSSTB (Temukan TB – Obati – Sampai – Sembuh) dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan.

Saya dan teman-teman blogger merasa sangat antusias ketika dilibatkan dalam kampanye sadar TB dengan menghadiri Workshop yang diadakan  tanggal 22 Maret 2016 Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan, Jl. Percetakan Negara No. 29, Jakarta Pusat. Kami memperhatikan secara seksama apa yang disampaikan oleh Dr. Surya, MPPM – tentang penyakit TB. Tujuannya, ya itu tadi, agar lebih aware terhadap TB. Mulai dari gejalanya yang kadang tidak terdeteksi, sampai dengan langkah-langkah pengobatan yang bisa dilakukan.

Slide4

TB pada awalnya ditemukan oleh seseorang yang dikenal dengan nama Robert Koch. Nama lengkapnya Robert Heinrich Herman Koch.Berkebangsaan Jerman. Penemu agen penyebab penyakit TB, yang diberi nama Mycrobacterium Tuberculosis.
Robert Koch lahir di Klausthal, Hanover, Jerman pada tanggal 11 Desember 1843. Koch unggul di bidang akademik sejak usia dini. Sebelum masuk sekolah pada tahun 1848, Koch telah belajar sendiri cara membaca dan menulis.

Dia lulus dari sekolah tinggi pada tahun 1862, setelah unggul dalam ilmu pengetahuan dan matematika. Pada usia 19, Koch memasuki Universitas Göttingen, mempelajari ilmu alam. Namun, setelah dua semester, Koch memutuskan untuk mengubah daerahnya studi untuk obat-obatan, karena ia bercita-cita menjadi dokter.

Slide5

Gejala klasik infeksi TB aktif yaitu
Batuk kronis dengan bercak darah sputum atau dahak
Demam,
Berkeringat di malam hari,
Hilangnya nafsu makan,
Berat badan turun,
dan lesu.

Infeksi pada organ lain menimbulkan gejala yang bermacam-macam. Diagnosis TB aktif bergantung pada hasil radiologi (biasanya melalui sinar-X dada) serta pemeriksaan mikroskopis dan pembuatan kultur mikrobiologis cairan tubuh.
Sementara itu, diagnosis TB laten bergantung pada tes tuberkulin kulit/tuberculin skin test (TST) dan tes darah.[wikipedia]

Biasanya, hanya mereka yang menderita TB AKTIF yang dapat menularkan penyakit ini. Orang-orang dengan infeksi laten diyakini tidak menularkan penyakitnya. Oleh karenanya, sebelum menjadi TB aktif, penderita harus dioabati hingga tuntas.
Seseorang dengan Tuberkulosis aktif dan tidak mendapatkan perawatan dapat menginfeksi 10-15 (atau lebih) orang lain setiap tahun.

Slide6

Penyebaran dapat terjadi ketika seseorang yang mengidap TB paru AKTIF:
batuk,
bersin,
bicara,
menyanyi, atau meludah.

Bersin dapat melepaskan partikel kecil-kecil hingga 40,000 titis.
Tiap titis bisa menularkan penyakit Tuberkulosis karena dosis infeksius penyakit ini sangat rendah. (Seseorang yang menghirup kurang dari 10 bakteri saja bisa langsung terinfeksi).

Orang-orang yang melakukan kontak dalam waktu lama, dalam frekuensi sering, atau selalu berdekatan dengan penderita TB, beresiko tinggi ikut terinfeksi, dengan perkiraan angka infeksi sekitar 22%. Kemungkinan penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain tergantung pada beberapa faktor.

Faktor-faktor tersebut antara lain jumlah titis infeksius yang disemprotkan oleh pembawa, efektifitas ventilasi lingkungan tempat tinggal, jangka waktu paparan, tingkat virulensistrain M. tuberculosis, dan tingkat kekebalan tubuh orang yang tidak terinfeksi.

Slide7

Seorang perokok memiliki risiko dua kali lebih besar terkena TB.
Atuhlah yang merokok, tolong dikurangin. Sayang keluarga..sayang keluarga..😀

Tuberkulosis dapat menginfeksi bagian tubuh mana saja, tapi paling sering menginfeksi paru-paru (dikenal sebagai Tuberkulosis paru).Bila Tuberkulosis berkembang di luar paru-paru, maka disebut TB ekstra paru.
TB ekstra paru merupakan TB yang menyerang organ tubuh selain paru, misalnya pleura, kelenjar getah bening, selaput otak, perikardium Tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran kencing, dsb. TB ekstra paru juga bisa timbul bersamaan dengan TB paru.

Tingkat penyembuhan semua penyakit memiliki persentase lebih besar apabila penyakit tersebut ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Demikian juga halnya dengan TB. Itulah mengapa masyarakat harus ikut andil. Setidaknya mengetahaui gejala awal TB. Ketika masyarakat menemukan keluarga atau tetangganya yang mengalami gejala TB diharapkan si penderita dapat sesegera mungkin mendapatkan penanganan klinis.

Tidak perlu khawatir mengenai biaya, sebab obat TB ini gratis. Datangi pelayanan kesehatan terdekat.

Setelah terdiagnosa TB, pasien harus menjalani pengobatan dengan kombinasi antibiotik selama 6 bulan, SETIAP HARI.
TIDAK BOLEH TERPUTUS WALAU SEHARI.

Kebanyakan kasus penderita TB menghentikan pengobatannya ketika merasa sudah baikan atau merasa lebih sehat. Atau efek samping obat yang lumayan kuat.

Berhentinya proses therapy ini justru bahaya. Sebab dapat menjadikan TB nya menjadi TB aktif.
TB aktif mengharuskan pengobatan lebih serius, lebih lama, lebih mahal. Plus suntikan setiap hari selama 8-24 bulan. Namun demikian jangan berkecil hati. TB dapat disembuhkan. Dua kakak di depan ini merupakan bukti nyata ketangguhan dalam melawan TB. 

TOSSTB Narsum

Mereka bercerita bahwa memang cobaannya sangat berat. Terkadang rasanya ingin menyerah saja. Mulai dari efek samping obat yang luar biasa, hingga perlakuan orang-orang sekitar yang menganggap mereka seharusnya tidak berada di lingkungan yang sama. Namun pada akhirnya perjuangan mereka berbuah manis.

Untuk saudara-saudara kita yang terkena TB semoga segera sembuh. Disabarkan dan dikuatkan selama proses pengobatannya. Aamiin.

Referensi : Wikipedia, dan slide yang disampaikan oleh Dr Asik – atas izinnya.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 3 April 2016, in Kesehatan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: