Taklukkan Globalisasi Dengan Inovasi

ASEAN-member-countriesSource : Klik

Ada yang sudah lupa apa itu ASEAN?? Yang lupa ngaku aja, ngga usah malu-malu:mrgreen:

Sekedar mengingatkan, Asean (Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai. Asean biasa disebut juga PERBARA – Persatuan Negara-negara Asia Tenggara.

Dan berdasarkan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Ke-19 yang diselenggarakan di Bali tanggal 17 November 2011, para Pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk ASEAN Community pada tahun 2015 yang terdiri atas tiga pilar, yaitu ASEAN Political-Security Community (APSC), ASEAN Economic Community (AEC), dan ASEAN Socio-Cultural Community (APSC). Dalam rangka mewujudkan ketiga ASEAN Community tersebut, ASEAN telah menyepakati penyusunan Cetak Biru (blueprint) untuk masing-masing pilar. Cetak Biru pilar ekonomi memuat arahan sekaligus time frame untuk mencapai tujuan AEC, yaitu menciptakan integrasi perekonomian seluruh negara anggota ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan basis produksi yang memiliki iklim ekonomi kompetitif, pembangunan ekonomi merata, dan berintegrasi dengan perekonomian global.

Artinya..??

Memasuki tahun 2015, seluruh bangsa yang tergabung dalam ASEAN harus sudah siap dengan tercanangnya system perekonomian terbuka, globalisaasi ekonomi. Sebuah system yang membolehkan semua lini perekonomian masuk ke sector perekonomian ke Negara sesama anggota ASEAN.

Semua pelaku bisnis dari semua Negara peserta ASEAN berhak masuk ke pasar Indonesia, begitu juga sebaliknya. Semua pelaku bisnis di Indonesia berhak masuk pasar Negara-negara tetangga. Tentunya dengan peraturan dan sistem-sistem yang harus di patuhi.

Dalam hal ini, Negara hanyalah fasilatator bagi para pengusaha. Baik usaha kecil menengah (UKM) maupun usaha yang sudah punya nama. Jadi selanjutnya tergantung para pelaku bisnis, bisa menjadikan globalisasi ekonomi ini sebagai peluang untuk lebih maju atau dengan rendah hati menikmati keterpurukan karena tidak bisa bersaing.

Persaingan global ini terdengar mengerikan, tentu saja – bagi mereka yang belum siap. Tapi bagi mereka yang sudah siap tentu saja ini adalah sebuah peluang untuk melebarkan sayap bisnisnya.

Contoh kecilnya, seandainya disekitar tempat tinggal kita ada banyak berdiri salon-salon Thailand yang profesional dan mempunyai sertifikat tingkat internasional apakah akan menggeser salon lokal ?

Jawabannya tentu saja tidak, asal salon-salon lokal sudah siap dengan globalisasi semacam ini. Kesiapan ini ditunjukkan dengan perbaikan kwalitas yang kita miliki, kita harus sadar betul dampak yang bisa ditimbulkan oleh globalisasi ini.

Sebagaimana kita tahu bersama, warisan perawatan kecantikan leluhur bangsa Indonesia sangat beragam, dari sabang hingga merauke, dari keberagaman itu para pegiat salon bisa berinovasi dengan memperhatikan secara seksama perkembangan yang terjadi dalam lingkup yang bersangkutan.

Tidak ada salahnya memulai kebangkitan bisnis dengan cara ATM (Amati – Tiru – Modifikasi), lalu ciptakan inovasi-inovasi terbaru yang lebih segar. Sehingga isu globalisasi bukan lagi menjadi hal yang menakutkan, karena kita merasa sudah siap dan mampu menaklukkan globalisasi.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 26 Agustus 2013, in ASEAN, Sekitar Kita and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Woooowww….ulasanya komplit deh !

    Sukses yaaa🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: