Walau Jenuh

Mentok

Ketika tidak ada yang bisa disampaikan apa yang harus dilakukan??

Hahhaa:mrgreen:

Jujur saja, saya udah mentok. Udah ngga tau mau bikin tulisan tentang apa..hihhii

jenuh

Oke mari kita bicara tentang kejenuhan.

Bukankah melakukan apa yang tidak disukai itu mengundang kejuhan yang luar biasa? Saya tidak bicara tentang jenuh nge-blog. Karena justru nge-blog itu bagi saya merupakan pengobat jenuh yang paling luar biasa, menjadi teman sejati pengurai stress yang paling ampuh.

Jenuh yang saya maksud adalah, ketika kita tidak menyukai apa yang kita lakukan, namun karena satu dan lain hal kita mencoba untuk bertahan. Sebut saja tentang pekerjaan.

Kerja juga kan seharusnya berdasarkan bakat dan minat. Ini penting, agar kita bisa all out dalam bekerja. Bukan berarti kalau tidak sesuai bakat dan minat kita tidak all out, tapi ini beda, rasanya beda lhooo..

Kalaupun kita melakukannya secara all out, tetap saja hasilnya tidak maksimal, terutama ada yang ngeganjel di hati. Dan karena kita hanya mencoba untuk bertahan maka tingkat kejenuhannya juga akan berdampak luar biasa. Malas berangkat kerja, paling anti ngomongin soal kerjaan kalau udah diluar jam kerja. Selesai jam kerja artinya tutup buku, besok baru boleh dibuka lagi.

Agak jahat? Ya mau gimana lagi, namanya ngga sesuai bakat dan minat mau bagaimana.

Satu-satunya solusi adalah segera tinggalkan pekerjaan itu dan carilah yang sesuai bakat dan minat kita. Tapi masalahnya cari kerja itu tidak segampang membalikkan telapak tangan bos! Lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang ada. Jadi tidak heran kalau ada yang melepas idealisme, bakat dan minat atau apalah namanya itu. Yang penting dapat kerja, bisa cari makan sendiri dan tidak nadah dari orang tua lagi.

Umur segini masih nadah sama orang tua? Bukan masalah malu atau tidak, yang jelas tidak sepatutnya seperti itu. Umur segini seharusnya justru kita yang udah mulai bisa ngasih buat orang tua. Sekecil apapun yang bisa kita kasih ke orang tua itu sangat berarti bagi m ereka. Setidaknya mereka akan merasa telah berhasil membesarkan anak-anak-nya, mereka telah berhasil memberikan bekal yang cukup mumpuni untuk anaknya memasuki kehidupannya sendiri.

Kembali ke masalah jenuh. Ketika kita sudah sepakat dengan perusahaan yang memperkerjakan kita, satu hal yang pasti harus kita lakukan adalah bertanggung jawab terhadap pekerjaan itu. Lari dari tanggung jawab dengan alasan jenuh bukanlah sebuah solusi, karena dengan meninggalkan tanggungjawab maka kita akan menimbulkan masalah baru. Kalau mau berhenti maka lakukanlah secara baik-baik setelah kewajiban kita selesai dan tidak meninggalkan masalah. Bertanggungjawablah hingga akhir walaupun kejenuhan sudah sampai ke ubun-ubun, mengusai akal, hati dan pikiran.

Setelah itu mari kita re-sign berjamaah.. hahhaaa….

gakkk gakkk gakk gak kuuuaattt… aku gakkk kuaatt..

help onion head

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 9 September 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. huft,,,kayak yang aku alami, lagi mencari yang pas sama minat aku nih,,,
    thanks artikelnya,,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: