Pakai Hati Jangan Ambisi

habib-riziiq-antara

Habib Rizieq Shihab saat konvoi FPI dengan jeep Rubicon, Minggu (25/8)

Lucu itu, ketika sekelompok orang berkumpul dan dengan semangatnya serta berapi-api membicarakan apa yang dipakai dan apa dilakukan oleh orang-orang dari kelompok lain. Mencari-cari celah untuk mencela, mencibir dan menjatuhkan. Buang waktu seperti orang yang tidak punya kerjaan.:mrgreen:

Hari Minggu kemarin, saat konvoi mengelilingi Jakarta bersama ribuan anggota FPI, Habib Rizieq Shihab dan sejumlah pimpinan FPI menaiki Jeep Rubicon pabrikan AS yang diperkirakan harganya Rp 950 juta.

Mobil Jeep itu ternyata menyita perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan siapakah pemilik mobil mahal tersebut? Jika itu milik sang Habib, dari mana beliau mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli mobil dengan harga yang cukup fantastis tersebut. Apakah hasil bikin ulah selama ini?

Anggapan bahwa FPI adalah sekumpulan preman kasar dan tidak tahu aturan tentu cukup menyentil. Menyentil golongan penentang untuk dijadikan sebagai bahan untuk menjatuhkan, dan di golongan pendukung untuk mencari alasan pembenaran.

Memang ada beberapa tindakan yang cukup disayangkan yang telah dilakukan oleh ormas FPI, namun tidak benar juga kalau kita melakukan generalisasi atas ormas ini. Tidak adil bagi mereka yang tergabung didalamnya namun pada prakteknya mereka tidak melakukan hal serupa.

Anggapan yang menyatakan ormas ini terdiri dari orang-orang pengangguran yang tidak bekerja adalah salah, tidak semuanya. Mungkin memang tidak terlihat, tapi untuk diketahui, mereka juga mungkin punya usaha, yang mungkin omsetnya juga bisa mencapai milyaran rupiah. Who know kan..

Untuk itu, jangan terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan menjudge. Ditelitilah secara seksama lalu putuskan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Pakai hati jangan pakai ambisi, sebab jika ambisi yang diikuti maka hancurlah Negeri ini jika masing-masing kelompok ingin menonjolkan diri, ingin dianggap yang paling benar, ingin dipatuhi dan dihormati. Benuh membunuhlah kita pada akhirnya, lalu Indonesia tinggal cerita.

Untuk kedepannya semoga Ormas FPI lebih berhati-hati dalam bertindak, sehingga dapat jadi contoh dan panutun bagi ormas-ormas yang lain. Tidak berbuat anarkis dengan melakukan pengrusakan fasilitas umum, menggunakan jalan raya dengan tetap memperhatikan pengguna jalan yang lain. Tidak melanggar rambu dan peraturan yang berlaku di NKRI ini dengan alasan apapun, terutama dengan alasan agama. Sebab agama apapun tidak pernah mengajarkan kekerasan, agama apapun pasti mengajarkan kasih dan cinta terhadap sesama. Sehingga terciptanya kehidupan beragama dan bermasyarakat yang lebih harmonis bukan hanya sebatas wacana manis semata.

Bukankah manis jika kita bisa hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan. Dengan adanya perbedaan seharusnya kita jadikan sebagai wadah pembelajaran untuk bisa menjadi lebih baik.

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 30 Desember 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog, Sekitar Kita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: