Exploring Dieng Plateau #Komplek Candi dan Unexpected Meeting

Melanjutkan postingan sebelumnya mengenai perjalanan ke Dieng. (Dan postingan ini judulnya nggak banget, panjang macam kereta):mrgreen:

Kami seharusnya bertemu dengan mobil jemputan di pertigaan Dieng. Tapi berdasarkan kebijakan setempat, mobil-mobil besar yang tidak berlabel “pariwisata” tidak diperbolehkan memasuki kawasan tersebut apabila sudah menginjak jam 7, pagi. Maka diturunkanlah kami di sebuah persimpangan, dan alhamduliah mobil jemputan sudah menunggu.

 Selanjutnya mulailah kami menyusun carrier dan segala macam bawaan. Mini bus ini berkapasitas 18 orang (18 bangku). Tapi kalau lebih dikit sebenarnya masih oke.

Penampakan Minibus

Penampakan Minibus

Tempat pertama yang kami tuju adalah kompleks candi arjuna.

Di sekitar candi Arjuna banyak homestay yang sepertinya lumayan coozy, nyaman nan apik.

Sepagian itu kami belum ngapa-ngapain. Belum makan dan yang pasti belum cuci muka.. haha. Beruntung di tempat ini ada WC umum yang cukup bersih. Penjaja makanan khas Dieng juga berjejer.

 Dari semua tempat yang kami kunjungi, kompleks candi arjuna merupakan yang paling spesial, bagi saya.. :p

 Pertama, karena berdasarkan informasi, disana saya dapat menemukan Dandelion yang sebenarnya. Maklum bunga ini kebanyakan tumbuh subur dengan baik didaerah adem alias dataran tinggi yang berhawa dingin. Menemukan mereka bahkan di dekat WC merupakan hal istimewa – lupa, apa itu WC. Haha.

Dandelion Whisper ^__^

Dandelion Whispers ^__^

 Surprise.. karena disana bahkan ada bunga Calla/Lily. Omaaaaiggaatt….omaaiigaatt..omaaaaiigaattt…. Benar-benar kejutan yang manis, tak terduga :-D  . Yang selama ini tertanam di benak, bunga ini hanya mungkin bisa saya temui di perkebunan bunga calla/lily di taiwan. Nun jaaauuh disana. Wajar, karena sebelumnya saya sudah mencoba mencari tahu daerah pertumbuhan bunga lily di indonesia, tapi hasilnya nihil. Tidak ada Informasi yang menyebutkan bahwa di dieng Bunga ini tumbuh subur. Dan sempat dapat Informasi bahwa di belakang kompleks candi, ada sebuah lahan yang khusus membudidayakan bunga ini. Sayangnya saya tidak sempat melihatnya langsung. Dan karena alasan ini pulalah yang membuat saya exited, ingin segera kembali berkunjung ke Dieng.  Semoga segeraa..😀

With White Calla/Lily ^__^

With White Calla/Lily ^__^

 Setelah cuci muka dan gosok gigi dan sebagainya, kami beriringan menuju sebuah kedai. Sarapan. Jangan khawatir masalah harga, karena masih standar, sekitar 10rb-15rb sekali makan.

Mari makaaan

Mari makaaan

Konon ceritanya, Kompleks candi ini pertama kali ditemukan oleh seorang tentara Inggris bernama Van Kinsbergen pada tahun 1814. Berbeda dengan candi-candi lain yang sebagian besar ditemukan terpendam di dalam tanah, candi-candi di dataran tinggi Dieng ini pada waktu itu terendam air rawa-rawa. Proses pengeringan dimulai lebih dari 40 tahun kemudian. Entah siapa yang memberi ide, candi-candi ini kemudian diberi nama sesuai dengan nama-nama tokoh pewayangan oleh penduduk sekitar. Candi utamanya adalah Candi Arjuna, yang berhadapan dengan candi berbentuk memanjang dengan atap limasan yang sering disebut sebagai Candi Semar.[Dieng.Yogyes]

di depan Kompleks cnadi arjuna

di depan Kompleks cnadi arjuna

Selanjutnya kompleks candi arjuna sering digunakan sebagai area ruwetan budaya, seperti Dieng Culture Festival yang diadakan pada akhir Agustus kemarin.

Dieng Culture Festival meliputi pemotongan rambut anak gimbal Jalan Sehat dan Minum Purwaceng, Pertunjukan seni tradisi, Pemutaran nominator festival film dieng, Pagelaran wayang kulit, Pesta lampion & kembang api,dan Pagelaran Jazz Atas Awan. Menarik untuk dijadikan salah satu tujuan wisata budaya.

Selain karena udaranya yang memang sejuk, suasana disekitar ditambah adem dengan pohon cemara yang menghijau, mengelilingi komplek candi. Rumput rumput halus yang tumbuh subur di sekitarnya juga menambah indah suasana. Beruntung kami sampai disana masih pagi sehingga masih leluasa menikmati pemandangan yang terhampar indah.

Yang istimewa, disini kita bisa foto bersama para ksatria. Yihhaa…

oik

Dan, jangan abaikan keberadaan Teletubis. Mereka terlihat sangat menggemaskan. Bukan begitu?

 IMG-20140923-WA0003

Menjelang Jam 10 siang, kami bergegas. Melanjutkan perjalanan, menuju destinasi berikutnya.

#Next Post#:mrgreen:

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 14 Oktober 2014, in Journey and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: