The Power Of Kepepet

hurry

Kalau kita lagi kepepet padahal lagi dikejar deadline bawaannya pasti tegang, kadang ngga sempat mikir secara jernih, tak jarang hasil akhir yang diperoleh bakal berantakan.

Tapi yang pasti ketika kita sedang kepepet, kita akan mengeluarkan segala sesuatu yang masih mungkin bisa kita lakukan. Semua potensi yang ada akan kita keluarkan dengan sungguh-sungguh.

Keadaan ini sangat dekat dengan kita, contohnya kepepet ide nulis blog. Rasanya udah ngga tau mau nulis apa buat ngelanjutin tantangan yang nyisa beberapa hari doang.

Itu sih saya, oke saya.. hahha😛

Sebenarnya – mungkin ini kedengarannya seperti pembelaan diri, tapi menjelang akhir tantangan saya hanya mau sedikit bercerita.

Bagi sebagian peserta tantangan semacam ini merupakan hal sepele, sudah biasa. Sudah sering ikut berbagai tantangan yang mungkin bahkan lebih kece dari tantangan kali ini. Intinya, bagi mereka nulis selama 30 hari nonstop itu hal biasa. Lhaa sayaaa…baru kali ini ikut event beginian, ini juga modalnya nekad doang.

Ngga muluk-muluk, target saya adalah berhasil bikin postingan setiap hari nonstop. Tidak peduli apakah itu bisa masuk headline atau semacamnya, pokoknya target saya adalah memposting minimal 1 artikel setiap hari selama 30 hari, titik.

Alhasil, saya benar-benar tidak peduli dengan headline dan tentu saja tidak pernah dapat headline:mrgreen: Sebab bagaimana mungkin bisa masuk hadline, lha wong bikin postingannya keseringan pas waktunya udah mau habis, menjelang tengah malam.

Pengen sebenarnya bikin postingan pas pagi-pagi atau siang, tapi jam segitukan masih jam kerja. Saya ngga bisa konsentrasi kalau pikirannya terbagi dua #alasan klise.. wkwkwk😀

Jadi seharian itu masalah postingan ngga pernah jauh-jauh dari pikiran, saking banyak mikirin setor postingan sampai-sampai ngga kepikiran mau nulis tentang apa.

Tapi karena semangat menaklukkan tantangan 30 hari nonstop ngeblog sudah kadung menguasai hati, akal dan pikiran, maka tak jarang saya menulis bahkan diakhir waktu.

Tersisa kurang dari satu jam, tapi saya tidak mau gagal. Tulis, tulis ayo tulis… wushh..wusshh…wuussh… selesai bikin draft di word, langkah selanjutnya bikin postingan awal.

Nah di postingan awal ini, artikel kita tidak akan muncul, yang muncul hanya judul doang. Baru kemudian dari apa yang kita posting, kita copy-paste di media pembuatan artikel baru, publish.

Artinya saya harus melakukan 2x posting untuk 1 artikel, sedangkan waktu Cuma tinggal 15 menit, ditambah jaringan internet yang ngajak ribut.

Ngeeeekk…ngiikkk..ngiiiiikkk… hosshhh…

Akhirnya bisa posting juga. Rasanya legaaaaa…

Hal ini menurut saya tidak terlalu buruk, justru kadang agak kaget. Eeiihhh… ternyata saya bisa merangkaiminimal 350 kata dan berhasil mempostingnya ditengah-tengah sulitnya jaringan.

Dalam hal ini, kepepet telah menunjukkan kekuatannya untuk membuat kita tetap bertahan. Menulis entah apa saja yang terlintas dalam pikiran. Dan kalau kita terbiasa menulis 1 artikel dalam waktu kurang lebih dari 1 jam, bukankah itu bagus…😀

===
Re-post
@Salemba – September 2013

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 4 Januari 2014, in 30 Hari Nonstop Ngeblog. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sampai dibikin buku nih the power of kepepet. Belom baca sih bukunya.
    Tapi hebat bisa menyelesaikan dalam waktu yang mepet gitu. Kalo saya seringnya ya udahlahyaaa.. Hihihihi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: