Asean Community : Bisa!!

Source as taged

Source as taged

Sudah bisa menduga kan kalau negara yang akan dibahas kali ini adalah negara yang beribukota Bandar Seri Begawan, yang juga juga menjadi negara penyelenggara KTT ASEAN ke-22 pada bulan April 2013 lalu. Dalam KTT ke-22 di Brunei Darussalam itu,  tema yang diangkat adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN, dengan tiga pilar yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015.

Tema: Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkannya? 

==

Sejak didirikan 46 tahun yang lalu, ASEAN mengalami perkembangan luar biasa. Diakui oleh banyak pakar hubungan luar negeri sebagai organisasi kerjasama regional yang paling terintegrasi setelah Uni Eropa. Prioritas menciptakan perdamaian kawasan telah tercapai dengan tidak adanya perang antar negara anggota secara langsung-berlebihan atau gejolak politik berkepanjangan. Tiap sengketa masih bisa diredam atau diselesaikan melalui pendekatan diplomatik.

==

Pada 7 Oktober 2003 diadakan pertemuan ASEAN yang melahirkan Declaration of ASEAN Concord II (Bali Concord II) yang berisi tentang rencana pembentukan ASEAN Community pada tahun 2020. Pertemuan ini menghasilkan komitmen dari seluruh anggota ASEAN untuk mewujudkan ASEAN Community 2015 yang terbangun atas tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah ASEAN Political-Security Community (APSC). Konsep yang diajukan oleh Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan antar negara anggota.

Komunitas Keamanan ASEAN merupakan sebuah pilar yang fundamental dari komitmen ASEAN dalam mewujudkan Komunitas ASEAN. Pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN akan memperkuat ketahanan kawasan dan mendukung penyelesaian konflik secara damai. Terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan akan menjadi modal bagi proses pembangunan ekonomi dan sosial budaya masyarakat ASEAN.

Komunitas Keamanan ASEAN menganut prinsip keamanan komprehensif yang mengakui saling keterkaitan antar aspek-aspek politik, ekonomi, dan sosial budaya. Komunitas Keamanan ASEAN memberikan mekanisme pencegahan dan penanganan konflik secara damai. Hal ini dilakukan antara lain melalui konsultasi bersama untuk membahas masalah- masalah politik-keamanan kawasan seperti keamanan maritim, perluasan kerjasama pertahanan, serta masalah- masalah keamanan non- tradisional (kejahatan lintas negara, kerusakan lingkungan hidup dan lain-lain). Dengan derajat kematangan yang ada, ASEAN diharapkan tidak lagi menyembunyikan masalah-masalah dalam negeri yang berdampak pada stabilitas kawasan dengan berlindung pada prinsip- prinsip non- interference.

Pilar kedua adalah ASEAN Economic Community (AEC). Penganjur utama dari AEC adalah Singapura dan Thailand, dua negara ASEAN yang tergolong sangat maju perekonomiannya. Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC – Asean Economic Community) akan diarahkan kepada pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan. Pembentukan biaya transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis, serta meningkatkan daya saing sektor UKM. Disamping itu, pembentukan AEC juga akan memberikankemudahan dan peningkatan akses pasar intra- ASEAN serta meningkatkan transparansi dan mempercepat penyesuaian peraturan- peraturan dan standardisasi domestik.

Pembentukan Komunitas Ekonomi Asean akan memberikan peluang bagi negara – negara anggota ASEAN untuk memperluas cakupan skala ekonomi, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi, meningkatkan daya tarik sebagai tujuan bagi investor dan wisatawan, mengurangi biaya transaksi perdagangan dan memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis. Disamping itu, pembentukan Komunitas Ekonomi Asean juga akan memberikan kemudahan dan peningkatan akses pasar intra-ASEAN serta meningkatkan transparansi dan mempercepat penyesuaian peraturan- peraturan dan standardisasi domestik.

Pilar yang ketiga adalah ASEAN Social dan Cultural Community (ASCC). ASCC adalah pilar yang lebih banyak diarahkan untuk warga ASEAN. Fokus pada warga ini dimaksudkan agar ASEAN mampu bekerjasama untuk menanggulangi persoalan-persoalan riel yang dihadapi masyarakat seperti kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan penduduk, sumber daya manusia, pendidikan, lingkungan, daan kesehatan. Indonesia sudah seharusnya menerapkan strategic engagement (komitmen strategis).

Kerjasama di bidang sosial- budaya menjadi salah satu titik tolak utama untuk meningkatkan integrasi ASEAN melalui terciptanya “a caring and sharing community”, yaitu sebuah masyarakat ASEAN yang saling peduli dan berbagi. Kerjasama sosial-budaya mencakup kerjasama di bidang kepemudaan, wanita, kepegawaian, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, kesehatan, pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, dan ketenagakerjaan serta Yayasan ASEAN.

Dalam strategic engagement ada dua langkah kongkret yang sekiranya bisa dilakukan oleh Indonesia, yaitu duo action dan eksploitasi peluang. Indonesia tidak hanya memerlukan sosialisasi yang menyeluruh dan menyebar tentang wacana ASEAN Community 2015. Indonesia juga harus mengajukan proposisi, baik ke masyarakat Indonesia maupun masyarakat ASEAN, bahwa Indonesia layak menjadi aktor penting dalam ASEAN Community 2015. Indonesia harus memposisikan dirinya sebagai negara yang memimpin. Hal ini pernah terwujud pada tahun 1955 ketika solidaritas Asia-Afrika termanifestasikan lewat Konferensi Asia-Afrika. Gagasan diatas akan semakin kuat jika sebagai negara yang memegang prinsip demokrasi, hendaknya Indonesia juga mempromosikan nilai-nilai demokrasi dalam upaya membentuk suatu integrasi pemahaman politik sebagai sebuah komunitas yang terintegrasi tidak hanya dalam sebuah kawasan.

==

ASEAN adalah sebuah organisasi persatauan Negara Asia Tenggara yang bisa dikatakan merupakan oragnisasi Internasional setara Uni Eropa. Asia Tenggara juga menjadi kawasan strategis karena menghubungkan Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia dan menjadikan Selat Malaka sebagai selat teramai kedua setelah Selat Hormuz dan dijuluki sebagai chokepoint of shipping in the world.

Terdiri dari negara-negara yang memiliki potensi yang luar biasa dengan latar belakang sejarah,sosial budaya yang beragam yang menciptakan kultur yang luar biasa dan mempunyai ciri khas tersendiri. Didalamnya juga banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mencapai kesuksesan Asean Community.

Sejarah panjang berdirinya masing-masing Negara anggota  Asean merupakan sebuah lecutan yang memberikan pelajaran akan besarnya arti persatuan. Hal ini memberikan mental pantang menyerah karena adanya rasa kesatuan yang tak terkira yang tertanam dalam kehidupan masyarakat.

Dan pengalaman krisis yang menimpa sebagian Negara Dunia serta Asean pada tahun 1997 lalu tentu memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi kelanjutan perekonomian masing-masing Negara. Kekuatan yang telah ditunjukkan dengan berhasilnya melewati krisis tersebut merupakan suatu prestasi.

Seperti Indonesia, banyak yang menduga Indonesia akan runtuh, terpecah belah seperti uni soviet, menjadi Negara-negara bagian yang kecil. Namun berkat rasa kesatuan yang tinggi membuat negeri ini tetap utuh sebagai satu kesatuan NKRI.

Dengan berbagai pengalaman yang dimiliki perjalanan yang dimiliki oleh masing-masing Negara dengan semua potensinya.

Asean community bisa bersatu dan menciptakan masa depan bersama yang lebih baik.

Referensi :

http://yasmin-nizam.blogspot.com/2013/08/asean-community-2015-bridging-diversity.html

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,46688-lang,id-c,kolom-t,Menuju+Integrasi+Pemuda+ASEAN++Catatan+Jelang+ASEAN+Community+2015-.phpx

http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_2020_ASEAN

http://prajafirdaus-fisip07.web.unair.ac.id/artikel_detail-46790-Writings-Indonesia%20dan%20ASEAN%20Community%202015:%20Strategic%20Engagement.html

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 4 September 2013, in ASEAN. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: