Ujian Sebagai Senjata Rahasia

sabar

Aku tidak berniat menggurui atau menasehati. Siapalah diri ini untuk menasehati orang lain, sebab diri ini pun jauh dari kata sempurna. Jangan bercanda, tidak ada manusia yang sempurna dimuka bumi yang maha luas ini, yang ada hanya mereka yang mencoba untuk lebih baik sehingga terlihat sempurna.

Ini tentang ujian yang menderamu. Kamu merasa ujian hidupmu tidak pernah ada akhirnya? Kamu merasa di muka bumi yang maha luas ini penderitaanmu tiada duanya, kamulah yang paling menderita, kamulah yang paling tidak beruntung diantara milyaran manusia. Kamu berpikir demikian?

Jika iya, ketahuilah bahwa di sudut sana yang entah dimana, ada banyak anak manusia yang juga sedang merasakan hal yang sama, mengeluhkan hal yang sama, tidak puas atas segala urusan yang memberatkannya. Pokonya merasa paling menderita sejagad raya. Jadi..??

Jadi, orang yang merasa paling menderita dan paling tidak beruntung itu tidak hanya kamu.

Dengarkanlah, tapi tolong catat – Aku tidak sedang sok menasehati atau sok bijak karena aku sungguh jauh dari semua itu. Bahwa segala sesuatu yang menderamu, yang membuatmu merasa paling menderita itu tidak lain adalah senjata rahasiamu, sebuah senjata rahasia yang super sakti, sebuah senjata yang bisa mengantarkanmu untuk menggenggam segala isi dunia dan bahkan akhirat. Luar biasa.

Sebab ujian yang menderamu adalah sebuah pelajaran. Yang mengajarimu untuk bersabar, bersabar dan bersabar serta ikhlas.

Ketika kamu sudah cukup kuat untuk melewati dera tersebut, kamu akan naik satu level lebih tinggi. Kamu mungkin akan merasa teramat berat setiap baru masuk dalam satu level, tapi lama-lama kamu akan terbiasa.

Dan pada akhirnya kamu adalah pemenang. Pemenang atas dirimu sendiri, pemenang atas segala ujian tersebut. Tidak masalah dengan besar kecilnya nilai yang kau peroleh, karena dalam hal ini point terpentingnya terletak pada prosesnya.

Perumpamaan : Mesin atau suatu produk, akan dipercayai apabila sudah teruji. Yang tentu saja diperkuat dengan bukti. Sehingga barang-barang teruji ini memiliki banyak peminat, diburu dan dikoleksi. Singkat kata, barang yang telah teruji ini memiliki banyak peluang untuk laku dipasaran dibandingkan barang-barang yang belum teruji secara kualitas.

Jadi, ibarat barang, kamu yang telah melewati berbagai dera itu adalah barang berkualitas, yang banyak diburu dan banyak diminati.

Tapi, tentu saja ada syaratnya. Kamu harus mengambil pelajaran dari semua ujian kehidupan yang telah dilewati tersebut. Belajar tentang sabar dan ikhlas. Sehingga disetiap level kamu akan mencoba menjadi lebih baik. Karena ini baik bagimu, bagi lingkungan dan bagi keberTuhananmu.

Jangan bersedih. Sudah jangan bersedih jika keputusan yang terlanjur kamu ambil membuatmu seperti terjebak dalam sebuah kubangan pekat nan hitam. Bersabarlah, sebab Tuhan selalu menyertai orang-orang yang bersabar. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkanmu sendirian. Percayalah bahwa Tuhanmu akan selalu mencukupkan segala kebutuhanmu.

Bersabarlah saudaraku, dan serahkan semua pada sang pemilik rencana kehidupan alam semesta ini. Tuhan akan membalas setiap hembus nafas kesabaranmu, karena Dia tidak pernah tidur.

Bersabarlah, atau jika kau mau, kau boleh memakai bahuku untuk bersandar. Sekedar menumpahkan sesak dalam bentuk air mata. Menangislah jika itu bisa membuatmu sedikit lebih baik.

Sekali lagi bersabarlah, sebab segala sesuatu akan indah pada waktu yang tepat. SENJATA RAHASIA, sebut saja begitu.

[Tulisan ini sebenarnya saya tujukan untuk kakak, be strong sist – coz Allah is always by your side].

[Salemba, Agt 2013]

About azzuralhi

Ketika Anda tidak percaya tentang keindahan, selama itu pula Anda tidak akan pernah menemukan keindahan.

Posted on 26 Desember 2013, in 30 Hari Nonstop Ngeblog, Inspirasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: