Category Archives: 30 Hari Nonstop Ngeblog

Ahmad Dhani : Sayang Anak

kclkaan1-detik

Banyak cara bagi orang tua untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada anak anaknya. Entah itu benar atau salah, yang jelas bagi orang yang bersangkutan, apa yang sudah dilakukannya adalah bentuk kasih sayang yang nyata untuk sang anak.

Contohnya, Ahmad Dhani. Sebagai bentuk kasih sayangnya untuk anak anaknya, dijauhkannya anak-anaknya dari sang bunda. Baginya, seorang anak tidak butuh didikan seorang Ibu, tidak butuh arahan dan kasih sayang dari seorang ibu.

Nampaknya ahmad dhani benar-benar sangat menyayangi anak-anaknya. Apa yang diinginkan sang anak pasti dituruti.

Mengenai sekolah, padahal penting sekali bagi anak untuk menempuh pendidikan formal secara normal. Agar dia lebih peka terhadap lingkungan, agar dia bergaul sebagai mana mestinya, agar anak bisa mendapat arahan yang terarah dari para pembimbingnya guru. Bukannya sekolah asal mereka mau, belajar kalau mereka sedang mau, belajar bukan karena butuh tapi hanya sebatas belajar jika mereka mau.

Mengesankan sekali cara si Bapak dalam mengasuh anak-anaknya yang kebetulan bujang semua itu.

Ketika anak-anak dibiarkan bergaul tanpa kontrol, anak-anak akan tumbuh dengan liar.

Puncaknya, hasil dari bentuk kasih sayang si Bapak, anaknya yang bontot, yang masih usia 13 tahun, yang mana normalnya anak ini baru menginjak kelas 1 SMP, artinya baru kemarin sore meninggalkan bangku SD sudah diperbolehkan mengendarai mobil sendiri.

Peraturannya : anak dibawah umur tidak boleh mengendarai mobil atau motor sendiri. Lha kalau mengendarai motor saja sudah melanggar peraturan apalagi mobil.

Semua peraturan pada dasarnya adalah untuk kepentingan orang-orang yang diatur itu sendiri. Bayangkan, anak dibawah umur mengendarai motor, dia masih labil dia masih belum bisa mengerti apa itu tanggung jawab, bahkan mungkin mereka tidak tahu peraturan yang ada. Namun sebagai bentuk kasih sayang ahmad dhani terhadap anaknya, dia melepas si anak berpetualang. Berpetualang mencari arti cinta, mhahhahahaa [saya ngga bisa berenti ketawa. Bagaimana mungkin anak sekecil ini sudah disuruh-suruh buat pacaran dan bertingkah layaknya orang dewasa].

Dalam petualangan si anak dalam mencari cinta, si anak dipercaya membawa-bawa sang pacar dengan Lancer, sampai ke luar kota, meluncur mulus dijalanan tol. Entah apa yang dilakukan anak-anak kecil ini hingga tengah malam.

Prrraaannnnkk…jeddaarrr….jeddooorrr….brruukkkk….

Kecelakaan pun terjadi di tol Jagorawi kilometer 8 arah selatan antara Lancer B 80 SAL dengan Daihatsu B 1349 TEN.

Kronologinya, kata Rikwanto, mobil Lancer B 80 SAL datang dari arah selatan menuju utara. Karena tidak konsentrasi, mobil Lancer menabrak pagar pemisah sehingga masuk jalur berlawanan. Mobil Lancer menyeberang kemudian menghantam Daihatsu B 1349 TEN yang datang dari arah utara ke selatan. “Selanjutnya, mobil terdorong mengenai Avanza B 1882 UZJ, [www.tempo.co.id]

Dalam kecelakaan ini, 6 orang dinyatakan tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Entah apa yang menyebabkan si Dul tidak konsentrasi, apakah terlalu banyak memikirkan sang pacar atau apa. Yang jelas, anak-anak tidak seharusnya keluyuran sampai tengah malam, tanpa pengawasan, apalagi nyetir sendiri. Duuhhh… Pleaseeee… anak sekecil itu masih terlalu labil bos.

Semoga kejadian ini tidak mempengaruhi psikologis si Dul yang masih teramat labil. Kalau hanya sebatas tidak berani nyetir lagi itu sih masih oke, tapi bagaimana kalau dia merasa bersalah hingga seumur hidupnya, kenyataannya dia telah membuat nyawa orang lain melayang. Dalam hal ini sejujurnya bukan si Dul yang harus bertanggungjwab, melainkan orang yang bertanggungjawab terhadap dul yang harus bertanggungjawab.

Sayang anak sah-sah saja Pak, tapi segala sesuatunya ada aturan, segala sesuatu itu ada batasan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, tidak hanya bagi para orang tua namun juga untuk para calon orang tua.

Asean Community 2015 dan Blogger

komunitas-asean-community-2015

Seiring berkembangnya zaman maka semakin banyak hal yang bisa dilakukan. Demikian juga bagi para blogger.

Jika pada beberapa tahun lalu, blog hanyalah sarana penyalur hobby menulis, walau hanya cuap-cuap tak jelas. Namun belakangan ini fungsi blogger mulai banyak dilirik oleh berbagai instansi, mulai dari perusahaan bahkan hingga instansi negara.

Di mata perusahaan, blogger adalah sarana yang tepat untuk promosi barang dan jasanya. Sehingga sering diadakan lomba review mengenai produk mereka. Tentu tidak Cuma-Cuma, karena mereka juga pastinya menyiapkan hadiah yang membuat mata blogger jadi hijau. Mata hijau karena hadiah yang menggiurkan itu wajar dan memang sudah pada tempatnya. 😀

Namun bagi sebagian blogger, ikut lomba, giveaway, review produk dan semacamnya itu merupakan sebuah tantangan. Tantangan agar menambah wawasan, menambah teman sesama peserta lomba, melatih tulisan agar lebih berkwalitas, tentang hadiah itu sih bonus.. hehhhe :mrgreen:

Menjelang diresmikan Asean Community 2015, para blogger mendapat angin segar. Bagaimana tidak, melalui Asean Community keberadaan para blogger jadi lebih diperitungkan sebagai alternatif penyampaian berita bagi masyarakat. Sebab menjelang Asean Community pemerintah mengikut sertakan para blogger untuk menjadi bagian menuju Asean Community.

Disini para blogger membantu menyebarkan informasi tentang Asean Community, apa, mengapa dan bagaimana Asean Community itu. Sebagai sarana sosialisasi untuk masyarakat sekitar.

Untuk memuluskan hubungan ini, para blogger sering diundang mengadakan seminar dan pertemuan-pertemuan semacamnya.

Baru-baru ini, Asean Blogger Chapter Indonesia telah mengadakan event #10daysforASEAN. Disini para peserta ditantang untuk mebuat 1 artikel setiap hari selama 10 hari. Dimana setiap harinya panitia akan memberikan sebuah tema yang harus dikembangkan oleh setiap peserta. Sehingga acara ini tidak hanya bermanfaat untuk mensosialisasikan Asean Community, juga bermanfaat untuk para blogger itu sendiri, wawasan tentang Asean para peserta juga jadi lebih berkembang.

Selain itu, sebelumnya juga sudah pernah diadakan event-event serupa. Mudah-mudahan gencarnya usaha untuk mensosialisasikan Asean Community ini tidak sia-sia. Mengingat betapa pentingnya bagi masyarakat untuk mengetahui informasi ini.

Masyarakat harus tahu bagaimana perkembangan perekonomian setelah ini diresmikan. Masyarakat harus tahu, agar mereka bisa mengambil tindakan nyata untuk menghadapi persaingan terbuka semacam itu. Mulai dari memperbaiki kwalitas sampai kwantitas peroduk mereka. Terutama untuk para pelaku UKM. Sebab mereka menempati potensi yang paling besar.

Berpotensi besar untuk gulung tikar bila tidak sanggup dan tidak siap bersaing dengan pasar yang lebih besar, dimana pasar Asean akan menyatu. Namun mereka juga sangat berpotensi untuk melebarkan sayapnya bila mereka sanggup bersaing dan memanfaatkan peluang tersebut.

Jadi informasi tentang reformasi yang akan dibuka di tahun 2015 akan lebih mudah tersampaikan dengan bantuan blogger, sebagai salah satu alternatif dalam penyebaran informasi atau jurnalis warga.

Dan ketika waktunya sudah tiba, semoga rakyat Indonesia sudah siap, tidak hanya jadi sasaran pasar potensial bagi negara-negar tetangga.

We got it [Again and Again]

Memiliki flatform blog lokal harusnya menyenangkan. Ya, saya yakin para blogger yang lain juga setuju. Karena ini membuktikan bahwa tingkat kemajuan ilmu pengetahuan teknologi Indonesia semakin membaik. Semakin banyak yang mencoba membuatnya, semakin membaik pula tingkatan Iptek kita.

Salah satu flatform lokal yang cukup lumayan dan cukup dapat diperhitungkan adalah blogdetik. Dilihat dari performanya lumayan bagus, nilai plusnya blogdetik sering mengadakan acara, baik kopdar maupun sekedar event menulis seperti sekarang. Tentu ini merupakan sebuah upaya positif untuk membuat para blogger lebih aktif dalam menulis dan menyambangi blognya.

Selain itu, event semacam ini bermanfaat untuk melatih si blogger untuk konsisten dan bertanggung jawab atas keputusannya untuk ikut bagian dalam event. Bagaimana, apakah peserta bisa menyelesaikan tantangan sampai akhir, atau terpaksa berakhir dengan damai.. hahha

saya sendiri, waktu tahu ada event ini langsung semangat 45, apalagi hari pelaksanaan pertamanya pas hari kemerdekaan yaitu tanggal 17 Agustus. Rasanya pas aja waktunya..

Terbukti, dihari pertama saya memang sangat bersemangat. Tapi masuk hari kedua mulai bingung mau nulis apa, padahal hari kedua jatuh pada hari minggu. Alhasil sampai waktu habis saya masih bingung, nambah bingung lagi pas sadar kalau saya ngga bikin postingan apa-apa dihari kedua.. 😛

Event ini bukan hanya melulu tentang hadiah yang ditawarkan [ini udah saya ulang-ulang kali ya],melainkan kesanggupan kita untuk mengalahkan diri kita sendiri, mengalahkan rasa malas dan enggan, mengalahkan rasa bingung dengan hanya menulis dan menulis.

Hingga hari ke 18 ini, saya yakin masih banyak blogger yang masih bertahan dan bertujuan yang sama dengan saya mencapai garis finis.. yesss

Namun seiring berjalannya waktu, para dblogger dihadapkan pada sebuah dilema. Yeaahhh.. again and again – we got it.

got-it

Ngeblog diblogdetik harus punya kesabaran yang ekstra. Bagus dong ya kalau ngeblog juga dapat sekalian belajar sabar, betapa baiknya maksud tersembunyi dari seringnya jaringan error blogdetik. Over all sebenarnya ketika blogdetik mengalami error dan tidak bisa diakses itu berarti ada sesuatu, yang sebenarnya positif.

Jaringan error terjadi ketika banyaknya yang mengakses jaringan. Ini tentu saja kabar baik, semakin banyak suatu situs diakses berarti situ itu semakin terpercaya.

Jaringan error juga bisa terjadi karena pihak terkait sedang melakukan perbaikan, perombakan sana-sini, perubahan tampilan atau adanya penambahan konten-konten tertentu yang tentu saja tujuannya agar para pengunjung dan pengguna semakin betah tinggal didalamnya.

Jadi, kira-kira kali ini yang bikin jaringan error kenapa ya??

Hmmmm

Sepertinya besar kemungkinan server crash, karena kemarin Dblogger ditantang menulis sesuai tema yang digelontorkan oleh BloggerID dan Bloggernusantara. Kebetulan tema yang diberikan cukup menarik.

Apapun itu, yang penting jangan samapi gugur. Seeerrraaaang sampai akhiirrrr.. yahhaaa :mrgreen:

Kopdar Blogger Mencintai Nusantara

Dok : Blogdetik

Dok : Blogdetik

Kopdar blogger se-nusantara.??? :O becanda kali aahhh…

Ada gitu, orang-orang yang sekedar iseng-iseng posting diblog lalu secara sadar dan kurang kerjaan keluar dari pertapaannya hanya sekedar untuk ketemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. Buang-buang uang dan dan waktu, plisss dehhh.. hari giniii gitu lhoooo, ada gitu..?? Apa bagusnya jadi blogger, semua orang juga bisa bikin tulisan-tulisan sampah semacam itu. Apa pula yang dipikirkan blogger-blogger itu sampai mereka harus melakukan hal tak berguna semacam itu, apa pula yang ingin dicapai seorang blogger sampai harus turun gunung.. ckckck

Tak lebih dari sekedar orang-orang kurang kerjaan dan sok hebat..ckckck

#suara-suara sumbang kita pause# :mrgreen:

Blogger sekarang memiliki kekuatan tersendiri di masyarakat. Bahkan berbagai berita atau informasi penting terkadang lebih mudah didapatkan dan dipercayai dari seorang Blogger. Kualitas informasi dan kecepatan informasipun tak jarang disebarkan oleh para Blogger. Blogger pun menjadi sebuah status yang dibanggakan karena ternyata mampu memberi dampak besar bagi masyarakat.

Pemerintah sekarang juga sudah mengakui para blogger dan sering menggandeng mereka untuk mensosialisasikan program kerja dari pemerintah.

Belakangan ini dunia blogger semakin semarak dan berwarna, terbukti dengan semakin sering diadakannya kumpul-kumpul blogger dari berbagai komunitas dan berbagai daerah. Bagi sebagian orang, disebut seorang Blogger itu rasanya membanggakan namun bagi sebagian orang, blogger tak lebih hanya sekumpulan orang-orang yang kurang kerjaan dan sok ngeksis. Aduh plisss.. 😛

Semakin majunya perkembangan zaman, keberadaan para blogger semakin diperhitungkan. Hal ini menunjukkan bahwa Blogger bukan hanya sekedar kegiatan misuh-misuh ga jelas, curhat labil yang super lebay, tidak.. tidak hanya sebatas itu. Sebab kini, blogger merupakan salah satu lingkaran penyampai informasi yang patut diapresiasi.

Terlepas dari itu semua, kegiatan ngeblog yang artinya menulis adalah salah satu bentuk terapi pelepasan. Melepas apa yang kita ketahui yang memiliki potensi untuk diketahui lebih banyak orang. Terapi untuk melepas kepenatan setelah berkutat dengan kegiatan sehari-hari yang membosankan, yang kadang ingin ditinggalkan dan kabur sejauh-jauhnya. Ngeblog/menulis sebuah terapi yang jitu untuk mengembalikan semangat.

Ngeblog, adalah sebuah dimensi lain yang dapat memberikan sensasi yang menenangkan, yang bagi sebagian orang merupakan ruang untuk menunjukkan eksistensi. Dan tentunya sebagai media menjalin persahabatan, tidak hanya didunia maya, persahabatan dunia maya para blogger dapat diwujudkan menjadi persahabatan yang nyata dengan diadakannya kopdar alias kopi darat.

Kumpul bareng 100 blogger itu saja rasanya sudah aduhai banget, apa lagi kalau kumpul bareng peserta #30harinonstopngeblog dan blogger se-nusantara, pasti semakin aduhai. Hal ini bukan tidak mungkin karena ini sudah pernah terlaksana tahun 2011 di Sidoarjo dan Tahun 2012 di Kota Makassar. Jika sebelumnya bisa terlaksana secara lancar mengapa tahun ini tidak. Jika tahun-tahun lalu bisa lancar, padahal baru dimulai, tentu di tahun ke-3 dan tahun-tahun berikutnya akan lebih baik dan sistematis. Apalagi kalau tahun ini didukung pula oleh Blogdetik, pasti bakalan lebih seru. Oya sebelumnya, sudah sepatutnya kita berikan apresiasi pada penggagas acara-acara semacam ini, diantaranya Blogger Nusantara dan Idblognetwork, keduanya juga menjadi pendukung untuk event #30HariNonStopNgeblog kali ini.

Perlunya diadakan kegiatan kopdar tak lain untuk memupuk rasa kebersamaan antar blogger, mempererat persahabatan yang tadinya hanya terjalin secara maya hingga diwujudkan menjadi persahabatan dunia nyata. Owhhh dikau si fulan, jauh nian kau kemari demi acara ini, saya jadi terharu. Si falin ternyata aslinya lebih cantik loh dibanding yang saya liat di foto-foto yang sering diposting di blognya…. #wkwkwk salah fokus.. :mrgreen:

Melalui kopdar bisa dirumuskan suatu rencana kerja yang sistematis, yang bertujuan untuk semakin mempererat ikatan yang sudah terjalin. Misalnya kesepakatan untuk membuat postingan yang menyerukan masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri menjelang diresmikannya ASEAN Community 2015, sebab nanti semua negara anggota ASEAN diperbolehkan memasuki semua lini perekonomian negara anggota lainnya. Jika kita tidak mencintai produk dalam negeri, maka tunggu saja waktunya, kita hanya bisa jadi penonton pinggir jalan.

Jika akan diadakan lagi, dan jika harus tahun ini pilihannya dibulan November. Selain karena masih ada waktu untuk melakukan persiapan November juga aman dibanding Desember, karena dibulan Desember kita harus menghormati teman-teman yang beragama Kristen atau Katolik yang akan merayakan natal.

Kota yang paling pas kali ini untuk dijadikan tuan rumah adalah Palembang. Palembang merupakan salah satu propinsi yang memiliki keistimewaan bagi Indonesia berdasarkan sejarahnya sehingga selain silaturahmi antar blogger kita juga akan lebih dekat dengan Nusantara karena napak tilas sejarah yang disajikan Palembang. Selain itu ada banyak hal yang bisa dinikmati oleh para blogger di kota ini. Mulai dari seni budaya, kuliner serta panorama alamnya.

Dan saya berharap kopdar ini dilakukan ditempat terbuka, sehingga tidak terlalu kaku dan tidak menjadi semacam seminar yang membosankan dimana selalu ada kursi, meja dan layar LCD. Seminar dan seminar lagi. Itu membosankaaaaannnn :mrgreen:

Kenapa sesekali tidak dilakukan di alam terbuka atau jika perlu dilakukan di alam liar.

Dalam kegiatannya para peserta mencoba belajar bertahan hidup, diberikan beberapa tantangan dengan dibagi menjadi beberapa kelompok sehingga secara tidak langsung peserta belajar tentang team work, dengan begitu para blogger akan lebih akrab satu sama lain

Tentu setelahnya akan banyak sekali cerita yang takkan terlupa, akan banyak sekali postingan blog yang tidak hanya menceritakan betapa nikmatnya hidangan yang disuguhkan panitia, betapa meriahnya acara rebutan hadiahnya. Melainkan betapa menantangnya kegiatan tersebut, betapa itu tidak terlupakan. Dengan begitu, selain acara ini penting untuk mengeratkan persahabatan para blogger, ini juga akan mengeratkan hubungan kita dengan nusantara, agar kita lebih mencintai alam nusantara yang begitu indah.

Dollar Melambung, Industri Percetakan Oleng

Tidak stabilnya nilai tukar USD berdampak pada tidak stabilnya emosi. Kerjaan jadi kacau karena harga barang mendadak jadi labil berjamaah.

Yang tidak tahu kalau nilai tukar dolar melambung tinggi saat ini hayooo ngacuuung.

big eye onion headAsli, naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah tidak hanya membuat perkonomian masyarakat Indonesia agak morat-marit walaupun kenaikan ini belum terlalu lama namun dampaknya langsung terasa secara instan. Contohnya harga tahu dan tempe.

Oke, saya tidak akan repot-repot membicarakan bagaimana buruknya dampak kenaikan USD ini terhadap orang lain, karena konon katanya membicarakan oranglain itu tidak boleh nanti berdosa. Hahha :mrgreen:

==

Sebagai seseorang yang bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan, pergerakan harga USD tidak akan pernah lepas dari pantauan. Tentu yang paling mengkhawatirkan ketika harga dollar mulai agak alay merembet naik. Sebab, bahan chemical untuk percetakan itu harganya realtime beberapa saat yang lalu harga USD naik,, harga chemicalpun langsung ikut naik.

Yang paling ngaruh itu di kertas, partisi utama. Kalau sebelumnya dikisaran Rp 11.000,- sekarang tembus diharga Rp 13.000 per KG.

Nahhh,, cakep bangetkan. Segitu juga uang sodara. Apalagi kalau perusahaan tempat kerjamu itu ternyata rajanya medit, uang 1.000 saja dipermasalahkan hingga ke neraka. Owwhh what the lah.. ckckck

Akan semakin runyam jika customer tidak mau ngerti. Dijelasin sampai berbusa juga percuma. Dengan alasan bahwa mereka mengacu pada penawaran harga yang sudah masuk, customer macam begini nih yang bikin susah, ngga up to date. Bikin susah kerjaan dan emosi sulit terkendali.

Melambungnya harga kertas juga tidak lepas dari tarik ulur para pemain kertas. Tak jarang distributor sengaja menahan kertasnya sehingga terjadi kelangkaan di pasaran sehingga harga naik melambung tinggi secara mulus. Ini juga bikin emosi tidak stabil.

Ketika segala sesuatu yang berhubungan dengan customer sudah oke, ternyata kita kepentok dengan ketersediaan kertas dipasaran. Terpaksa kita harus nunggu ketersediaan stock. Masalahnya ini tentang deadline. Ada yang cetakannya harus segera jadi karena mau dipake untuk pameran, harus segera disistribusikan ke berbagai cabang di luar kota. Jika kita tidak bisa memenuhi deadline, itu juga bikin emosi tidak stabil. Tidak tahu mana pihak mana yang harus dipersalahkan.

Dalam hal ini kendala bagi customer terletak pada budget yang mereka miliki, sedangkan bagi supplayer jika itu diteruskan artinya dengan sadar telah mencikik lehernya sendiri.

Apapun itu, semoga harga dollar segera stabil.

pretty onion head

3x Yang Menakutkan

tantangan

Sebab, jika 3x itu menghampirimu – maka segala usahamu akan tutup buku :mrgreen:

Harusnya jam segini saya sudah tidur, tapi teringat peringatan 3x absen dinyatakan gugur membuat rasa tertantang mengalahkan kantuk.

Walau hari esok masih panjang, tapi saya tidak yakin bisa meluangkan waktu untuk menulis sebuah artikel yang katanya hanya selembar dua lembar, berhubung besok itu banyak kerjaan yang akan menghadang. Kalaupun ada waktu disela-sela pekerjaan namun saya tidak yakin bisa konsentrasi dengan 2 hal dalam waktu yang bersamaan.

Oke langsung saja, ini tentang tantangan 30 hari ngeblog nonstop dari blogdetik, blog yang kawai dan super karena sering ngadain event-event yang kawai. (bagaimana detailnya menganai tantangan 30 hari ngeblog nonstop dari blogdetik ini saya rasa tidak perlu dijabarkan disini karena saya yakin orang-orang yang nyasar baca postingan ini adalah orang-orang yang berada dalam lingkaran tantangan) 😛

Dalam ketentuannya, setiap peserta harus posting tiap hari, apabila 3x tidak ada postingan dalam sehari maka peserta dinyatakan gugur. Dan ini mengerikan bagi saya.

Saya bahkan agak samar dengan hadiah yang ditawarkan panitia. Yang pasti, bagi mereka yang postingannya bisa jadi headline, terinspiratif dan terngawur bakal ngedapetin hadiah spesial dari panitia. Semuanya pengen dong dapet hadiah spesial, termasuk saya.

Tapi lebih dari itu, satu-satunya yang saya khawatirkan bukan karena takut ngga dapet hadiah spesial, melainkan takut dengan angka 3x yang artinya gagal.

Gagal mengalahkan tantangan acara, gagal ngalahin rasa enggan dan malas, singkat kata gagal mengalahkan diri sendiri. Tidak ada kegagalan yang lebih menyakitkan dibanding kegagalan dalam mengalahkan diri sendiri, jadi kalau tidak mau dibilang gagal maka saya harus menghindari angka 3x itu. Hahhaa kalian juga wahai para petaruuuung, jangan mau kalaaaahhh.. serrrrbbbuuuuu…. Yahhhaaa…..

Maklum saja, Saya toh blogger abal (itupun kalau pantas disebut blogger, entah kenapa rasanya disebut blogger itu menyenangkan.. hahha). Mencapai headline pasti butuh perjuangan. Selamat buat yang sudah mencapainya, saya entar nyusul aja.

Pun disebut inspiratif, lha buat menyemangati diri sendiri kadang payah. Kalau panitia mengelompokkan tulisan saya ke ranah isnpriratif itu berarti harus dicek ulang lho. Terus kalau mas karel masukin tulisan saya dalam kelompok terngawur, lha itu pasti ngawur-ngawurnya mas karel lhooo..

==

Singkat kata, 3x itu menakutkan. Semoga tidak sampai terjadi, walaupun yeaahhh, saya sudah pernah absen. Yang justru karena itu saya takut untuk mengulanginya lagi. Tidak ada lagi alasan yang bisa membujuk untuk tidak menulis meski hanya 1 artikel dalam 1 hari, meskipun Cuma tulisan ngawur dan seadanya. Yang penting nulis, lama-lama kita akan terbiasa dan mudah-mudahan kualitasnya bisa menjadi lebih baik.

Bukankah pepatah mengatakan ala bisa karena biasa?! lha kalau ngga terbiasa bagaimana mau bisa. Untuk alasan itulah maka saya ikut tantangan ini, bukan semata-mata karena iming-iming hadiah yang ditawarkan.

Untuk panitia, terimakasih telah mengadakan event kawai semacam ini. Maju terus, juga buat peserta. Jangan sampai menyentuh dan bersinggungan dengan angka 3x. Kita pasti bisa.. yahhhaaa

#Ngomong-ngomong tentang teriakan Yahhhaa itu karena beberapa waktu yang lalu saya berkenalan dan keracunan oleh komik Eyeshield 21. Yahhaaa, itu semacam teriakan penyemangat atau sapaan bagi anggota club. Kalau mau tahu lebih lanjut silahkan tanya sama mbah google.

Kekekekeke.. yaaahhhaaa…!!!

evil smile onion head

Pengakuan Luka

sakit hati putus cinta

To the point, aku patah hati. Apalagi yang bisa kulakukan selain mengiyakan permintaan mu. Permintaan konyol bagi ku, tapi tulus bagi mu, lalu bagaimana?

**

Tressia harus tidur sendiri malam ini. Kakaknya lebih memilih pergi keluar kota bersama group bikers-nya. Tidak buruk sebenarnya. Yang selalu dan pasti, kakaknya akan membawa oleh-oleh khas daerah yang mereka kunjungi. Dari Bogor, Garut, Bandung, Jogja, Solo, Magelang dan sekarang Surabaya. Selain itu setidaknya dia merdeka atas sepetak kamar kost mereka, bisa leluasa didalam kamar, tersenyum-senyum sendiri tanpa ada yang mendengungkan kata gila. Begadang sampai larut malam tidak ada yang mengganggu walau hanya sekadar gumaman kecil agar jangan lupa mematikan lampu jika mau tidur. Owh, kakaknya memang agak menyebalkan. Bagaimana mungkin masih sempat-sempatnya mempedulikan lampu mati atau nyala, tidur ya tidur saja. Repot amat.

Kakaknya tentu beralasan, dia tahu Tressia suka lupa mematikan lampu, bahkan laptop kadang masih menyala sampai pagi, entah apa yang dikerjakan. Setahu kakaknya tidak ada kegiatan yang benar-benar penting yang dilakukan Tressia dengan laptopnya sampai harus tidur selarut itu. Paling hanya menonton drama korea, lalu ikut banjir air mata. Haha, dasar cengeng ejeknya dalam hati. Iya, cukup dalam hati saja, sebab kalau Tressia mendengarnya pasti tidak mau terima. Baginya cengeng itu berarti menangis, ketika menangis seseorang akan mengeluarkan air mata dan tidak selamanya keluar air dari mata itu artinya menangis, matanya hanya sedang berair, bukan menangis. Benar-benar pembelaan yang konyol dan percuma untuk diperdebatkan.

Tressia lega, akhirnya bisa menikmati kamar sendirian. Lega akhirnya punya ruang untuk sendiri. Ada yang bisa dilakukannya ketika sendiri, sesuatu yang tidak boleh dia perlihatkan pada siapa pun, tidak ada yang boleh tahu. Bukan untuk menyembunyikan pembelaan bodohnya tentang menangis, karena sekarang dia memang butuh menangis.

Galau, tepatnya dia sedang galau, tapi Tressia tidak suka penggunaan diksi tersebut untuk mewakili perasaannya.

Ada banyak debat dalam benakya belakangan ini. Tentang pekerjaan yang sama sekali bukan passionnya. Sulit. Cintailah pekerjaanmu maka kamu akan baik-baik saja, begitu kata pepatah. Bagaimana aku akan baik-baik saja, bagaimana aku bisa mencintai pekerjaan ini, aku sama sekali tidak menyukainya. Aku sudah berusaha, aku sudah melakukannya sepenuh hati tapi memang dasarnya tidak sesuai mau apa lagi. Dan Tressia mulai merasa lelah. Belum lagi masalah lainnya, kuliah adiknya yang berantakan. Kekurangan biaya sehingga beberapa keperluan tidak bisa dipenuhi. Tressia merasa gagal. Sebuah kegagalan yang terasa terulang. Setidaknya cukup aku yang menjalani kehidupan perkuliahan seperti itu, tidak cukup uang untuk membeli keperluan kuliah, membuat tugas dan membeli modul. Ahh Tuhan. Tidakkah bisa Kau beri kami sedikit kemudahan untuk melewati semua ini? Aku lelah seperti ini terus. Begitulah keluhnya ketika merasa payah atas kehidupannya. Meski sebenarnya ia sadar ada banyak orang yang jauh lebih tidak beruntung dari diri dan keluarganya saat ini.

Ritual itu sudah dimulai, sederhana, tapi mungkin memang pantas untuk disebut sebagai ritual. Menyembunyikan tangisan. Selama ini, sebesar apapun tangisannya, Tressia akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Dikamar mandi, diatas loteng atau dipinggir pantai. Tapi tidak kali ini, karena ia bebas.

Saat Tressia sedang menikmati ritualnya, tiba-tiba ada sms masuk dari nomor yang tidak dikenal. Untungnya diakhir pesan itu ditulis nama sang pengirim. Nama yang sangat dikenalnya, nama yang entah bagaimana sangat ia rindukan, nama yang membuatnya tiba-tiba merasa kuat. Nama itu menanyakan kabarnya. “Hai..hai, Apa kabar?“.

Owh Tuhan, seharusnya tidak sekarang, saat aku sedang rapuh dan butuh pegangan. Dan kenapa harus dia, seseorang yang terlarang bagi ku. Haruskah aku bahagia, ataukah justru membuat kekalutan ini menuju batas awas dan siap meledak. Ada apa dengan Mu, mengapa Kau biarkan hal-hal seperti ini terjadi. Jika boleh aku mengatur semuanya sendiri, aku tidak akan membiarkan perasaan apapun tumbuh dalam hatiku, untuknya. Tapi semuanya adalah milikMu, kuasaMu. Aku hanya pelakon yang hanya perlu melakukan apa yang ditentukan oleh sang dalang. Kaulah dalang itu, dalang yang tidak pernah bisa kami tebak atau kami bangkang. Tidak.

Dan baiklah, sekarang aku simpulkan semua ini atas izinMu, atas kehendakMu, aku tidak akan pernah menghindarinya.

Hai kamu yang disana, aku senang menerima pesanmu disaat seperti ini. Ya, kamu memang tidak tahu apa-apa. Hanya aku. Menyiksa diri atas perasaan yang tidak jelas apa namanya. Tidak mungkin ini ku sebut cinta, tidak pernah ada interaksi nyata antara kita. Semuanya semu, romantisme yang membuat ku merasa utuh itu semu. Semuanya hanya ada dalam mimpi. Bukan mimpi yang pengertiannya adalah angan-angan tapi mimpi, bunga tidur. Bagaimana aku menjelaskannya.

Aku tahu, itu kamu. Terimakasih, apapun maksud semua ini. Satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak pernah berniat melepaskanmu siapapun dia.

Puas memandangi pesan tersebut, Tressia segera membalasnya. “Kabar ku baik. Kamu disana apa kabar? Kemana saja selama ini? Sejak kapan ganti nomor baru?. Aku pernah beberapa kali menghubungimu, tapi selalu gagal. Kenapa tidak dari awal memberitahuku?” Rentetan pertanyaan itu langsung dikirim dalam satu kali tekan send.

Jayan, nama pemuda itu. Seseorang yang Tressia kenal sejak kecil. Bermain bersama, belajar bersama, sekolah bersama, masa kecilnya nyaris dia habiskan bersama Jayan. Sampai ketika Tressia harus mengikuti permintaan sang kakak untuk melanjutkan sekolah di kota. Apa yang bisa dilakukannya selain setuju? Ini karena mulai saat itu kakaknyalah yang bertanggung jawab terhadap kelanjutan pendidikan Tressia, membiayainya.

Sedih tentu saja, tapi suatu saat hal ini juga pasti akan terjadi, siapa pun diantara mereka, pada akhirnya pasti akan ada yang pergi. Memang tidak ada bagian yang menyenangkan dalam sebuah perpisahan.

Dalam setiap perpisahan selalu akan lebih mudah bagi mereka yang pergi, bukan bagi mereka yang tinggal. Mereka yang pergi akan menemukan kesibukan baru, teman baru dan lingkungan baru, lama-lama dia akan melupakan apa yang ditinggalkannya. Lebih tepatnya bukan melupakan, tapi berdamai dengan keadaan yang membuat mereka harus pergi. Sedangkan bagi mereka yang tinggal, akan terasa sulit. Mereka hanya akan bertemu dan berkegiatan sebagaimana biasanya. Tentu sulit bagi mereka untuk tidak memikirkan mereka yang pergi. Ini berlaku bagi orang lain tapi tidak bagi Tressia. Dia tidak pernah benar-benar berdamai. Pikirannya selalu ingin kembali, tapi setelah ia berusaha kembali, apa yang ditemukannya tidak sesuai harapan. Tressia kehilangan tempat ditengah teman-teman yang dulu ia tinggalkan, menyedihkan. Aku tidak punya tempat lagi diantara mereka, aku hanya orang asing yang datang entah dari mana, aku tidak bisa menerima semua ini. Mengapa keadaan sedemikian tidak peduli pada ku, protes Tressia.

Lamunan Tressia buyar ketika pesan balasan masuk.

“Kabarku juga baik. Hei bertanyalah satu persatu. Aku bahkan bingung menjawab pertanyaan mana yang harus ku jawab duluan. Iya aku minta maaf, tapi aku mengganti nomorku baru beberapa waktu yang lalu, belum terlalu lama. Aku, sebagaimana yang kamu tahu, masih dikampung, kampung kita. Dan sebagaimana yang kamu tahu, aku sekarang mengajar. Tidak ada kegiatan lain. Oya aku minta maaf karena kita tidak sempat bertemu secara langsung saat kamu pulang liburan akhir musim kemarin. Bagaimana kegiatanmu sekarang? Tinggal dimana?”

Tressia tersenyum. Iya, aku tahu kamu sekarang jadi guru, sepertinya akan jadi guru yang sukses. Di usiamu yang masih muda begini saja kamu sudah mendapatkan kepercayaan yang cukup sebagai pondasi untuk langkah selanjutnya.

Tapi kenapa kamu menanyakan aku sekarang dimana? Apakah kamu berniat menyusul ku kemari? Tressia tersenyum ketika memikirkan kemungkinan tersebut. Tapi sebaiknya jangan. Tetaplah disana. Kamu pasti tidak tahu bagaimana beruntungnya kamu dengan posisi itu sekarang. Kamu sudah punya tempat, jadi untuk apa mengikuti ku kesini, dengan nasib yang tidak jelas. Oya, apakah kamu sudah punya fans club? Kamu pasti sangat terkenal dikalangan siswa perempuan dan para guru muda lainnya. Aku iri dengan mereka.

Tressia menjawab pesan, “Maafkan aku. Aku terlalu gembira karena kau akhirnya menghubungiku. Hmm.. Kau pasti akan menjadi guru yang sukses dan pastinya banyak fans. Aku penasaran bagaimana caramu mengatasi fans-fansmu itu, pasti menyenangkan. Jadi aku sarankan agar kamu tetap disana, nikmati ritme kehidupan yang damai disana, dan ketenaranmu pastinya. Aku masih disini, tempat pertama kali aku merasakan sakitnya jauh dari kampung halaman, jauh dari teman-teman dan tentu saja jauh darimu. Haha. Kadang aku ingin berlari dan kembali kesana agar hari-hari seperti dulu terulang lagi, tapi aku tidak begitu yakin dengan peluang yang mungkin aku dapatkan disana. Rasanya aku bukan lagi bagian dari kalian. Ini menyiksaku. Aku bahkan berpikir seharusnya dulu aku tidak pergi, tapi semuanya sudah berlalu mau dibagaimanakan lagi. Bukankah begitu?”, Send.

“Ahh.. Kamu berlebihan. Tidak ada fans, yang ada hanya murid-murid yang manis dan penurut. Aku tidak peduli jika ternyata mereka hanya menurut padaku..haha. Setidaknya itu memudahkan proses belajar-mengajarku. Hmm.. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki semua yang sudah terjadi. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah melakukan yang terbaik agar kita mendapatkan yang terbaik untuk masa depan. Aku merasa tidak ada yang salah dengan kepergianmu. Setidaknya aku melihat peluang yang lebih baik yang mungkin bisa kamu dapatkan, peluang yang tidak mungkin kamu dapatkan jika tetap disini. Bicara tentang peluang, adakah peluang bagi seseorang yang baru selesai kuliah? Ada saudara yang baru selesai kuliah, dia ingin mencoba peruntungan peluang yang ada disana. Bisakah kamu mengabariku jika ada kemungkinan?”

Mendapati kalimat diakhir pesan itu membuat mata Tressia nanar., rasanya seperti terjun bebas ditempat yang terjal setelah melayang beberapa saat.

Ahh… Yang kamu maksud pasti dia. Lupakan kata-kata ku tadi!!! Itulah mengapa aku tidak pernah menyukai keputusanku dulu untuk pergi, ini yang aku takutkan. Owh, rupanya desas-desus itu benar. Kamu sudah punya pacar. Dan apa katamu tadi, saudara? Saudara dari mana? Aku berjanji tidak akan pernah menyukai saudara baru ini. Jangan harap.

“Owh, kalau begitu terimakasih. Semoga kita semua mendapatkan yang terbaik. Saudara? Baik, mungkin aku bisa menanyakannya disini, nanti kau ku kabari. Perempuan atau laki-laki? Aku hanya ingin memastikan kemungkinan apa yang bisa ku usahakan untuknya”. Send.

Sekarang apa yang harus ku lakukan. Kau mintaku membantu dia yang seharusnya tidak usah kau sebut dalam keadaanku seperti ini. Aku memang tidak mengenal saudara yang kamu maksud, tapi aku tahu posisinya di hatimu. Haruskah aku memenuhi permintaanmu. Ku pikir kamu muncul untuk menghiburku, tapi justru malah sebaliknya. Menyiramkan garam pada luka yang sedang menganga. Haruskah aku menyalahkan mimpi-mimpi yang menghadirkan segala romantisme itu? Mimpi-mimpi yang sudah seperti drama korea yang benar-benar indah untuk dinikmati.

Pesan masuk, “Aku tahu kamu pasti akan menyambut baik permintaanku. Terimakasih. Dia perempuan. Aku tunggu kabar baik darimu”. Singkat, tidak semanis pesan-pesan sebelumnya. Benar-benar menyebalkan.

Jadi, satu-satunya maksudnya menghubungiku hanya untuk ini? Agar aku membantu perempuannya? Dia pikir aku sedang butuh lelucon!. “Baiklah, akan segera ku kabari jika ada. Sekarang sudah larut, aku ingin istirahat. Dan besok sudah ada setumpuk tugas yang menanti ku. Demikian juga denganmu, aku rasa. Selamat beristirahat”, Send.

Tidak lama kemudian pesan balasan masuk, “Baiklah. Selamat beristirahat juga, semoga mimpi indah. Aku mengandalkanmu, saudaraku” sebaris kalimat yang membuat Theressia benar-benar merasa ngilu tepat dihulu hatinya.

Saudara? Andai sebutan itu tidak pernah ada diantara kita. Aku benci dengan keadaan ini. Aku benci dengan diriku sendiri yang diam-diam dan tanpa benar-benar kusadari telah mencintaimu, Jayan, saudaraku.

Kenapa kita harus terikat oleh hubungan persaudaraan. Ya, sebenarnya tidak ada yang salah, karena kita tidak benar-benar satu orang tua, bahkan orang tua kakek-nenek kita berbeda. Tapi adat istiadat yang masih dipegang teguh disana akan menyalahkan semuanya.

Lagipula, aku seharusnya tidak serepot ini. Toh, diawal-awal perpisahan kita tidak ada yang aneh. Yang aneh itu adalah mimpi yang akhir-akhir ini menyiksaku. Sudah 2 tahun. Aku hanya bisa bertanya dalam hati, lalu kemudian menikmati dan mengharapkan semuanya jadi nyata.

Teringat bagaimana bodohnya kita dulu, waktu kecil. Aku tahu itu bukan atas kemauan mu. Daren yang menyuruhmu. Kau menyentuhku. Aku bersumpuh kamu laki-laki pertama yang menyentuh bagian itu. Aku ingin menangis tapi aku tidak benar-benar mengerti apa yang perlu kutangisi. Itu konyol.

Dan lihatlah sekarang, kita sama-sama telah tumbuh besar dan..dewasa. Aku, tanpa kusadari telah jatuh cinta padamu. Teman kecilku. Dan mereka bilang kita masih punya hubungan saudara. Aku tidak berani merusaknya, aku tidak akan mengungkapkannya, aku tidak akan membiarkan kamu tahu perasaan konyol ini, terlebih perasaan ini tumbuh bukan berdasarkan interaksi yang nyata. Semuanya tumbuh dalam mimpi-mimpi sialan itu.

Ya, aku mencintaimu. Lalu apa!?. Tressia berbisik lirih dan pedih, anak sungai di matanya mengalir. Matanya berair. Tapi baginya ini bukan tangisan, matanya hanya sedang berair. Penolakan yang sia-sia sebenarnya. Untuk kesekian kalinya Tressia bersyukur malam ini dia sendiri, jadi tidak ada yang melihat matanya berair.

===


%d blogger menyukai ini: