Category Archives: 30 Hari Nonstop Ngeblog

Pakai Hati Jangan Ambisi

habib-riziiq-antara

Habib Rizieq Shihab saat konvoi FPI dengan jeep Rubicon, Minggu (25/8)

Lucu itu, ketika sekelompok orang berkumpul dan dengan semangatnya serta berapi-api membicarakan apa yang dipakai dan apa dilakukan oleh orang-orang dari kelompok lain. Mencari-cari celah untuk mencela, mencibir dan menjatuhkan. Buang waktu seperti orang yang tidak punya kerjaan. :mrgreen:

Hari Minggu kemarin, saat konvoi mengelilingi Jakarta bersama ribuan anggota FPI, Habib Rizieq Shihab dan sejumlah pimpinan FPI menaiki Jeep Rubicon pabrikan AS yang diperkirakan harganya Rp 950 juta.

Mobil Jeep itu ternyata menyita perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan siapakah pemilik mobil mahal tersebut? Jika itu milik sang Habib, dari mana beliau mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli mobil dengan harga yang cukup fantastis tersebut. Apakah hasil bikin ulah selama ini?

Anggapan bahwa FPI adalah sekumpulan preman kasar dan tidak tahu aturan tentu cukup menyentil. Menyentil golongan penentang untuk dijadikan sebagai bahan untuk menjatuhkan, dan di golongan pendukung untuk mencari alasan pembenaran.

Memang ada beberapa tindakan yang cukup disayangkan yang telah dilakukan oleh ormas FPI, namun tidak benar juga kalau kita melakukan generalisasi atas ormas ini. Tidak adil bagi mereka yang tergabung didalamnya namun pada prakteknya mereka tidak melakukan hal serupa.

Anggapan yang menyatakan ormas ini terdiri dari orang-orang pengangguran yang tidak bekerja adalah salah, tidak semuanya. Mungkin memang tidak terlihat, tapi untuk diketahui, mereka juga mungkin punya usaha, yang mungkin omsetnya juga bisa mencapai milyaran rupiah. Who know kan..

Untuk itu, jangan terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan menjudge. Ditelitilah secara seksama lalu putuskan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Pakai hati jangan pakai ambisi, sebab jika ambisi yang diikuti maka hancurlah Negeri ini jika masing-masing kelompok ingin menonjolkan diri, ingin dianggap yang paling benar, ingin dipatuhi dan dihormati. Benuh membunuhlah kita pada akhirnya, lalu Indonesia tinggal cerita.

Untuk kedepannya semoga Ormas FPI lebih berhati-hati dalam bertindak, sehingga dapat jadi contoh dan panutun bagi ormas-ormas yang lain. Tidak berbuat anarkis dengan melakukan pengrusakan fasilitas umum, menggunakan jalan raya dengan tetap memperhatikan pengguna jalan yang lain. Tidak melanggar rambu dan peraturan yang berlaku di NKRI ini dengan alasan apapun, terutama dengan alasan agama. Sebab agama apapun tidak pernah mengajarkan kekerasan, agama apapun pasti mengajarkan kasih dan cinta terhadap sesama. Sehingga terciptanya kehidupan beragama dan bermasyarakat yang lebih harmonis bukan hanya sebatas wacana manis semata.

Bukankah manis jika kita bisa hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan. Dengan adanya perbedaan seharusnya kita jadikan sebagai wadah pembelajaran untuk bisa menjadi lebih baik.

Tangisan Negeri Tempe

Ibu-ibu rumah tangga, mau tanya dong harga sepotong tempe sekarang berapa? Ini serius, sebab tidak disediakannya sarana memasak di kost yang baru membuat saya tidak lagi update dengan harga-harga bahan sembako..qkqkqk :mrgreen:

Saya menanyakan harga tempe berkaitan dengan berita yang menyatakan pengrajin tempe terlilit harga bahan dasar pembuatan tempe yaitu kedelai.

kedelai

Setelah naik cukup signifikan pada tahun, sekarang bahan pangan andalan penduduk Indonesia kembali meroket. Ini merupakan salah satu dampak tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika.

Heran? Kenapa Negara yang katanya Negara agraris tak kunjung mencapai swasembada pangan. Semuanya mengandalkan barang import.

Harga kedelai, yang awalnya Rp 3.800 lalu merangak pada kisaran Rp 6.800 bahkan hingga Rp 8.000 per kg dan sempat stabil dikisaran harga Rp 7.200 Rp 7.300, namun berkat melambungnya nilai US$ pasca lebaran harga kedelai kembali merangkak hingga kisaran Rp 9.950/kg.

Kenaikan tersebut disebabkan karena untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasiona, negara yang katanya agraris ini masih saja betah mengimpor kedelai-kedelai dari negara luar, sehingga sangat rentan dengan fluktuasi harga di pasar internasional, apalagi jika sudah bersentuhan dengan dollar.

Ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat kedelai merupakan bahan baku tahu dan tempe yang mana kebanyakan dari produsennya berasal dari kelompok usaha kecil menengah (UKM).

Naiknya harga kedelai juga pasti berdampak pada kenaikan harga pangan yang berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe, konsumsi andalan bagi masyarakat kelas menengah. Yang membuat tahu dan tempe menjadi andalan adalah karena memiliki kadar gizi yang tinggi selain karena harganya yang cukup terjangkau. Namun jika harga terus melambung jangan-jangan bakal terjadi gizi buruk berjamaah di negeri ini. -_-

Apa kata dunia, negeri tempe tapi kok krisis kedelai??!! Hahha

Seharusnya krisis kedelai yang melanda negeri ini tidak perlu terjadi, tapiiii…yaahhh… andai sajaaa. Semuanya hanya perandaian semata.

Andai saja, pemerintah tidak terlalu konsent dengan program-program impornya itu melainkan lebih fokus terhadap swasembada ketahanan pangan di negeri ini…

Andai pemerintah lebih peka dan peduli dengan petani kedelai nasional. Memberikan penyuluhan dan mensupport dengan memberikan lebih banyak solusi yang dapat memperbaiki kwalitas kedelai yang dihasilkan petani. Memberikan bibit-bibit unggul, penanggulang hama yang lebih mumpuni. Dan yang pasti memberikan harga yang sepantasnya demi kesejahteraan para petani.

Tak bisa dipungkiri, jika harga yang diperoleh petani kedelai tidak sepadan dengan apa yang mereka usahakan, lambat laun mereka juga akanmeninggalkan budidaya kedelai – hasilnya makin melambunglah harga kedelai.

Dan andai saja pemerintah tak dikotori orang-orang berdasi yang berburu kursi dengan korupsi. Yang kejar setoran untuk biaya pemilu yang mereka sebut demokrasi. Memperkaya diri dan membiarkan nurani mati suri. Terbukti dengan adanya keputusan import kedelai baru-baru ini, tidak tanggung-tanggung nominalnya mencapai angka milyaran rupiah.

Nahhh… andai, selama ini mereka lebih peduli, tentu import dengan berbagai modus itu tak perlu terjadi. Menggelondong uang milyaran rupiah ditengah hiruk pikuk ekonomi yang digoncang dollar yang sedang bertransisi, saat harga benar-benar sedang melambung tinggi. Owwwhh what the...!!huhhh

Lagi dan lagi, negeri tempe harus menangis, meratapi nasib diri. Andai suatu hari kedelai tak lagi mampu terbeli, mungkin suatu saat negeri tempe harus rela bermigrasi, mencari tempat yang lebih banyak kedelai, mencari tempat yang kedelainya tumbuh subur dan dibudidayakan dengan hati, sehingga negeri tempe tak perlu khawatir dengan kepunahan jati diri.

Dan jika itu terjadi, tempe diklaim negeri tetangga, apapula yang bakal dilakukan masyarakat Indonesia? Jangan tanyakan pemerintahnya, karena pemerintahnya pasti Cuma bisa bilang “turut prihatin” doang tanpa aksi nyata yang lebih berani, itu juga disampaikan lewat twitter #uuppsss 😛 Benar-benar sikap negarawan yang kadar memprihatinkannya tak lagi bisa ditolerir. Berkali-kali membuat negeri tempe mengaduh, meringis dan menangis.

Tapi ya sudahlah, mari bersama-sama kita bergandengan tangan melestarikan tempe, pertahankan negeri tempe.

Mari makan tahu tempe.. nyaaammm… :mrgreen:

tahu-tempe

===
Re-post
@Salemba – Agustus 2013

Pejalan Kaki Diperkosa

Kota semacam Jakarta merupakan gudang segala hal. Makanya sekarang jadi penuh sesak ngga ketulungan. Biar bagaimanapun usaha kita untuk mengingkarinya, diantara kita mungkin adalah bagian dari orang-orang yang tergiur oleh gemerlap kota metropolitan satu ini. Termasuk saya.. :mrgreen: [silahkan salahkan pemerintah [#piiiss^^] yang tidak membangun secara merata, salahkan pemerintah yang apa-apa harus dibangun di Jakarta sehingga sekarang Jakarta penuh sessak dan tertekan hingga perlahan-lahan permukaan tanahnyapun semakin rendah dan jadi sasaran banjir, genangan air yang tak terbendung dikala musim hujan tak bisa dihindari, dan banjir yang diakibatkan oleh air rob.

Salah satu hal krusial yang saya rasakan selama di Jakarta adalah pemandangan yang tidak lazim atau tidak manusiawi atau apalah itu, yang jelas sangat menyebalkan. Saking sebalnya ubun-ubun kadang rasanya mendidih.

Ya, di Jakarta kita akan melihat pemandangan yang tak lazim ini setiap hari dan dimana-mana, pejalan kaki DIPERKOSA – diperkosa haknya sebagai pejalan kaki.

Diperkosa oleh pengendara motor. Sebagaimana kita tahu, populasi sepeda motor di Jakarta bagaikan jamur dimusim hujan.

Mending kalau jamurnya bisa dimakan. Yang ada kita selalu makan hati dibuatnya. Pengendara motor suka seenak jidatnya menggunakan jalan. Selap-selip sana-sini, pokoknya selama masih ada celah hayuuukk hajarrr. Salap-selip di jalur busway yang cuma muat busway doang aja dihajar.

padatnya-motor

Memang mengendarai motor merupakan salah satu solusi jitu menghadapi macetnya Jakarta. Tapi setelah mereka [pengendara motor  -red], menemukan solusi untuk dirinya, perlahan mereka berubah menjadi monster yang tak tahu aturan.

Selain selap-selip diantara pengendara mobil, mereka punya trik jitu lainnya, yaitu memperkosa hak pejalan kaki dengan mengambil alih trotoar. Sepertinya mereka tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar, atau kalau mereka pernah sekolah dasar nilainya pasti nol (0). Di sekolah dasar jelas-jelas kita diajari bahwa TROTOAR UNTUK PEJALAN KAKI, bukan buat motor.

Sedangkan ketika pejalan kaki sedikit saja menyentuh jalan diluar trotoar, tidak diragukan lagi kita bakal jadi bulan-bulanan mereka, jarang ada yang bermurah hati memberhentikan motornya dan membiarkan kita lewat. Tak ada tempat bagi pejalan kaki.

trotoar-milik-pejalan-kaki

Selain motor, pemerkosa pejalan kaki lainnya adalah mobil-mobil yang terparkir dibahu jalan. Apa yang harus dilakukan pejalan kaki, ketika jalan gang yang sempit habis digunakan untuk parkir, sementara kalau pejalan kaki nengah dikit untuk ngambil jalan, mobil dan motor di belakangnya siap menyerempet, ini kenyataan yang pernah saya alami. Sialnya, pengendara yang menyerempet itu tidak meminta maaf dan turun, tapi hanya melihat sekilas lalu berlalu tanpa merasa bersalah. Mereka kira jalanan punya nenek moyangnya kali.

Pemerkosa yang lainnya adalah dinas pekerjaan umum, dan instansi-instansi yang berkepentingan dengan bahu jalan, mulai dari PAM lah, kabel ini itu lah. Asal kalian tahu, bahu jalanan Jakarta ini suka digali-gali, digaliiii dan digali lagi. Baru satu bulan selesai digali, eh bulan depannya digali lagi. What theee… huuhh

Dinas pekerjaan umum, sering sekali ngadain proyek pembenaran bahu jalan. Ngeganti bahan trotoarlah, ngeganti batanyalah, ngeganti mar-marnyalah. Pintar sekali. Entah itu memang dibutuhkan atau hanya sekedar penghamburan APBD, itu urusan mereka. Lagipula, kalau mereka tidak punya proyek begini-begitu, dikhawatirkan mereka tak punya pendapatan sampingan, kan kasian 😛

Bicara tentang bobroknya birokrasi di Negeri tercinta ini takkan ada habisnya, buang-buang waktu dan bikin pusing sendiri. Untuk itu semoga suatu saat, lahir pemimpin yang benar-benar peduli dengan rakyatnya, yang tidak hanya bisa bilang “SAYA PRIHATIN” melainkan aksi yang lebih nyata. Sehingga suatu saat hak para pejalan kaki tidak melulu diperkosa, melenggang ditrotoar tanpa harus khwatir terserempet dari belakang. Semoga…..

===
Re-post
@Salemba – Agustus 2013

Hidup Berguna Dengan Ngeblog

berguna

Apapun yang kita lakukan sejatinya pasti ada alasan dibalik itu semua.

Tuhan menciptakan Jin dan manusia agar mereka beribadah kepadaNya.

Diturunkannya para nabi sebagai pembimbing umat manusia agar tidak terjebak dijalan yang salah, memberi penerang bagi hati yang telah lama tertutup.

Ayah Ibu kita, menikah karena apa? Mereka memiliki alasannya masing-masing

Bahkan kata-kata yang senter dikalangan para pecinta, bahwa cinta tak butuh alasan. Maaf, tapi semua itu omong kosong. Faktanya, kamu pasti punya alasan kenapa suka, tertarik dan jatuh cinta pada seseorang.

Jadi, semua butuh alasan.

Termasuk nge-blog, kamu pasti punya alasan.

Walaupun awalnya sekedar ikut-ikutan, sekedar buat curhatan dan Read the rest of this entry

Ketika Medhok Ditertawakan [Bullying]

Hari yang seharusnya disambut suka cita oleh anak-anak seusiaku saat itu justru kulewati dengan ogah-ogahan.

Lulus, satu kata yang mewakili perjuangan selama tiga tahun dibangku sekolah, satu kata yang bisa jadi mempengaruhi masa depan, satu kata yang teramat sakti. Namun hilangnya semangatku hari itu bukan karena kata lulus tidak digenggaman, melainkan satu fakta yang tak bisa dihindari yaitu perpisahan.

Ketika kita harus pergi dan melepaskan apa yang sudah jadi bagian hidup kita setelah 3 tahun kita terbiasa dengan lingkungan sekolah, guru-guru, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan tentunya para sahabat. Rasanya berat.

Dan beratnya perpisahan itu saya rasakan saat melepas masa SMP. Setelah dinyatakan lulus, saya benar-benar harus meninggalkan apa yang sudah menjadi bagian hidup keseharian secara menyeluruh, merantau. Menuntut ilmu ke kabupaten sebelah – ibukota Propinsi.

Rasanya beraaattt banget, ngga rela dan ngga mau terima. Tapi kalau ngotot ngga terima artinya saya tidak menghargai orang-orang yang begitu peduli dengan pendidikan saya saat itu.

Jadi dengan berat hati barang dipacking seadanya, bahkan tidak sempat pamitan dengan teman-teman. Saking merananya, saya tuliskan surat perpisahan untuk mereka, para sahabat. Kalau dipikir sekarang itu tuh agak konyol – tapi menyentuh.

embarrassed1 onion headembarrassed4 onion head

Setelah mencoba berdamai, sayapun ikut test penerimaan siswa baru. Hasil test yang diumumkan di koran yang bisa dibaca seantero ibu kota itu menyatakan saya diterima disalah satu SMA Negeri yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah tempat saya tinggal. Tidak lama kemudian hasil test Madrasah juga keluar, tanpa pikir panjang saya ambil yang di Madrasah.

Seperti halnya anak-anak kampung pada umumnya yang mencoba beradaptasi dengan pergaulan anak-anak kota, saya pernah merasa terbullying. Owhh noooo…

You know what???!! Hanya karena logat bicara saya terlalu melayu maklum anak kampung. Dikampung bahasa yang digunakan itu bahasa daerah, jadi logatnya masih agak kental alias medhok jjjaaaann. Jujur awalnya saya merasa depresi sampai terbawa mimpi karena sering dijadikan bahan tertawaan.

Apanya yang salah sih kalau bicara kita ada logat-logatnya gitu. Lagipula, toh logat yang melekat adalah bahasa Ibu yang menjadi ciri khas kota tercinta. Dianggapnya saya tidak gaul karena tidak pernah pake bahasa lu-gua. Aduh plisss, ini pilihan saya dan ini yang membuat saya nyaman. Kenapa sih yang begituan harus dipermasalahkan?

Namun seperti kata pepatah, biarlah waktu yang mengobati segalanya. Berkat waktu, lambat laun saya menganggap semuanya hanya sebagai bahan lelucon yang tidak perlu dianggap serius. Fffiiuuhhh..

hell yes onion head

Bahkan sampai sekarang, saya tidak peduli dengan logat yang masih mendayu setiap kali saya bicara. Saya justru kadang merasa bangga. Setidaknya saya bisa bahasa asing selain bahasa resmi Indonesia. Bahasa asingnya bukan main-main, bukan bahasa yang berasal benua seberang melainkan bahasa daerah Lampung.. :mrgreen:

Bahasa daerah biasanya punya aksara tersendiri, begitu juga bahasa lampung. Aksara Lampung, atau biasa disebut Had Lampung yaitu Kaganga (Sesuai dengan 3 huruf paling atas). Tampilannya seperti dibawah.

huruf-induk-bahasa-lampung

Bentuk tulisan yang masih berlaku di daerah Lampung pada dasarnya berasal dari aksara Pallawa (India Selatan) yang diperkirakan masuk ke Pulau Sumatera semasa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Macam-macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam aksara Arab, dengan menggunakan tanda-tanda fathah di baris atas dan tanda-tanda kasrah di baris bawah, tapi tidak memakai tanda dammah di baris depan, melainkan menggunakan tanda di belakang. Masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri. Aksara Lampung hampir sama bentuknya dengan aksara Rencong (Aceh). Artinya, Had Lappung dipengaruhi dua unsur, yakni; aksara Pallawa dan huruf Arab.

Adapun Aksara Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka, dan tanda baca. Untuk Lengkapnya bacadi sini.

Bahasa lampung terbagi menjadi dua dialek, ada dialek A dan O/OU. Dialek A biasanya digunakan oleh penduduk adat sai batin, biasanya tinggal disekitar pesisir, dan dialek O/OU dipakai oleh penduduk adat pubian yang kebanyak tinggal disekitar pegunungan.

Dan untuk merangkai kalimat, kita juga harus pake anak huruf,

anak-huruf-dan-tanda-baca

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan zaman perlahan menggerus identitas bangsa ini. Hal yang sia-sia bagi saya adalah ketika mendapati orang-orang yang berasal dari suatu daerah, sama-sama mengerti bahasa daerahnya tapi lebih memilih pake bahasa lu-gua, bikin greget. Rasanya pengen deh mites kepala-kepala tuh orang. Saya yangtak punya hak apa-apa untuk melarang mereka bicara dengan bahasa yang mereka pilih cuma bisa meringis.

Mungkin suatu saat sebagian keragaman yang dimiliki Negara Khatulistiwa ini hanya bisa jadi prasasti, jadi sejarah yang terlipat rapi dalam lemari.

Oleh karenanya, mari kita lestarikan adat-budaya kita dari sekarang, mulai dari diri sendiri. Setidaknya mengerti adat-budaya daerah masing-masing itu sudah cukup.

[Re-post]
@Salemba, Agustus 2013

Ujian Sebagai Senjata Rahasia

sabar

Aku tidak berniat menggurui atau menasehati. Siapalah diri ini untuk menasehati orang lain, sebab diri ini pun jauh dari kata sempurna. Jangan bercanda, tidak ada manusia yang sempurna dimuka bumi yang maha luas ini, yang ada hanya mereka yang mencoba untuk lebih baik sehingga terlihat sempurna.

Ini tentang ujian yang menderamu. Kamu merasa ujian hidupmu tidak pernah ada akhirnya? Kamu merasa di muka bumi yang maha luas ini penderitaanmu tiada duanya, kamulah yang paling menderita, kamulah yang paling tidak beruntung diantara milyaran manusia. Kamu berpikir demikian?

Jika iya, ketahuilah bahwa di sudut sana yang entah dimana, ada banyak anak manusia yang juga sedang merasakan hal yang sama, mengeluhkan hal yang sama, tidak puas atas segala urusan yang memberatkannya. Pokonya merasa paling menderita sejagad raya. Jadi..??

Jadi, orang yang merasa paling menderita dan paling tidak beruntung itu tidak hanya kamu.

Dengarkanlah, tapi tolong catat – Aku tidak sedang sok menasehati atau sok bijak karena aku sungguh jauh dari semua itu. Bahwa segala sesuatu yang menderamu, yang membuatmu merasa paling menderita itu tidak lain adalah senjata rahasiamu, sebuah senjata rahasia yang super sakti, sebuah senjata yang bisa mengantarkanmu untuk menggenggam segala isi dunia dan bahkan akhirat. Luar biasa.

Sebab ujian yang menderamu adalah sebuah pelajaran. Yang mengajarimu untuk bersabar, bersabar dan bersabar serta ikhlas.

Ketika kamu sudah cukup kuat untuk melewati dera tersebut, kamu akan naik satu level lebih tinggi. Kamu mungkin akan merasa teramat berat setiap baru masuk dalam satu level, tapi lama-lama kamu akan terbiasa.

Dan pada akhirnya kamu adalah pemenang. Pemenang atas dirimu sendiri, pemenang atas segala ujian tersebut. Tidak masalah dengan besar kecilnya nilai yang kau peroleh, karena dalam hal ini point terpentingnya terletak pada prosesnya.

Perumpamaan : Mesin atau suatu produk, akan dipercayai apabila sudah teruji. Yang tentu saja diperkuat dengan bukti. Sehingga barang-barang teruji ini memiliki banyak peminat, diburu dan dikoleksi. Singkat kata, barang yang telah teruji ini memiliki banyak peluang untuk laku dipasaran dibandingkan barang-barang yang belum teruji secara kualitas.

Jadi, ibarat barang, kamu yang telah melewati berbagai dera itu adalah barang berkualitas, yang banyak diburu dan banyak diminati.

Tapi, tentu saja ada syaratnya. Kamu harus mengambil pelajaran dari semua ujian kehidupan yang telah dilewati tersebut. Belajar tentang sabar dan ikhlas. Sehingga disetiap level kamu akan mencoba menjadi lebih baik. Karena ini baik bagimu, bagi lingkungan dan bagi keberTuhananmu.

Jangan bersedih. Sudah jangan bersedih jika keputusan yang terlanjur kamu ambil membuatmu seperti terjebak dalam sebuah kubangan pekat nan hitam. Bersabarlah, sebab Tuhan selalu menyertai orang-orang yang bersabar. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkanmu sendirian. Percayalah bahwa Tuhanmu akan selalu mencukupkan segala kebutuhanmu.

Bersabarlah saudaraku, dan serahkan semua pada sang pemilik rencana kehidupan alam semesta ini. Tuhan akan membalas setiap hembus nafas kesabaranmu, karena Dia tidak pernah tidur.

Bersabarlah, atau jika kau mau, kau boleh memakai bahuku untuk bersandar. Sekedar menumpahkan sesak dalam bentuk air mata. Menangislah jika itu bisa membuatmu sedikit lebih baik.

Sekali lagi bersabarlah, sebab segala sesuatu akan indah pada waktu yang tepat. SENJATA RAHASIA, sebut saja begitu.

[Tulisan ini sebenarnya saya tujukan untuk kakak, be strong sist – coz Allah is always by your side].

[Salemba, Agt 2013]

Tipis Itu Bahaya

tipis

Semakin majunya jaman maka semakin banyak kegiatan yang dilakukan dimuka bumi ini. Semakin padat jumlah penduduk, semakin meninggi kebutuhan hidup.

Salah satu yang paling membayakan dari kemajuan jaman ini adalah sampah yang bersumber dari kegiatan perindustrian, akibatnya lapisan ozon yang melindungi muka bumi semakin hari semakin menipis.

Nahhh, yang tipis inilah yang akan kita bahas kali ini.

evil smile onion head

Sebagaimana yang kita tahu bersama manfaat lapisan ozon ini adalah untuk melindungi kita dari bahaya sinar ultraviolet yang bila terkena radiasinya dapat menyebabkan berbagai penyakit dan yang paling umum adalah kanker kulit dan katarak.

Akibat menipisnya lapisan ozon, sinar jahat dari matahari masuk ke bumi tanpa filterisasi, tak hanya berbahaya bagi manusia tapi bagi kelangsungan makhluk hidup di muka bumi secara keseluruhan.

Selanjutnya tentang bahaya kantong tipis :

Yang pernah mengalami kejadian ini pasti tahu betul bahaya kantong tipis. Bahaya kronis dari kantong tipis ini bisa mengakibatkan seseorang jadi kurang gaul/kurang bergaul. Bagaimana mau bergaul, lha makannya aja mie dari pagi hingga malam. Hahhaa

Oke, serius. Saudara-saudara, kantong tipis memang menyakitkan. Kamu hanya bisa gigit jari menelan kekecewaan ketika ingin ini dan itu namun tak bisa terpenuhi. Tapi jangan berkecil hati, sebab kantong tipis ini mengajari kita tentang hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Kantong kering juga mengajarkan rasa empaty kita pada sesama. Jadi hidup sederhana itu penting, dan berterimakasihlah pada kantong kering.

Singkat kata, kantong kering mengajarkan kita untuk berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu senang pun tak dataaaang, malah mati kemudiaaaaan.. bersenang-senang kemudian.

Lanjut, tentang bahaya tipis. Sekarang kita sampai pada sesuatu yang saya sendiri merasa dilema untuk menulisnya, yaitu tubuh tipis.

hell yes onion head

Tubuh tipis tidaklah masalah bagi sebagian orang, namun mengapa tadi saya bilang dilema? Karena bagi saya sendiri tubuh tipistidak terlalu masalah, hanya saja saya agak despresso dengan berat badan yang jauh dari ideal. #gubbraaakk…apa bedanya coba.. :mrgreen:

Naiknya sedikit, pas turunnya langsung banyak. Mending kalau naikinnya gampang. Lha saya butuh bertahun-tahun untuk menaikkan berat badan yang Cuma sedemikian saja. Banyak orang bilang, makannya mbo ya dibanyakin. ada juga yang bilang sering-sering makan pas mau tidur. Sayangnya semua itu tidak mempan saudara-saudara. Namun yang pasti dan perlu saudara-saudara catat, bahwa saya telah berusaha.

desperate2 onion head

Bahaya tubuh tipis ini bukan hanya mengakibatkan penampilan terlihat tidak oke. Lebih dari itu, sangat berbahaya jika kamu berkegiatan diruang terbuka ketika ada angin yang agak kencang. Berat badanmu tidak dapat membantumu untuk tetap menjejaki tanah, tapi bisa melayang-layang sambil pegang balon #iklan blassss :mrgreen:

Bukankah itu tidak oke..

embarrassed2 onion head

[Re-post]

[Salemba, 20 Agt 2013]

%d blogger menyukai ini: